
Hari dimana rendy harus pergi ke paris menemui neneknya pun akan tiba, walaupun vita sangat sedih karena harus berpisah lama sama rendy tapi dia sadar kalau di sana juga ada neneknya rendy yang ingin di kunjungi sama cucunya. Vita sudah menyiapkan semua keperluan rendy selama 2 bulan di paris, sedangkan ramma Cuma pergi mengantar rendy saja dan dia hanya menginap tiga hari saja.
“mami kenapa kok wajah mami kelihatan sedih sekali” tanya rendy
“mami tidak apa-apa sayang, apa mami tidak boleh sedih kalau anak mami pergi meninggalkan mami dalam waktu yang lama?” jawab vita
“mami.... mami jangan sepelti ini, nanti lendy ikut sedih” wajah rendy yang sudah seperti orang mau menangis, dan mata nya berkaca-kaca
“rendy jangan lupakan mami yah nak, mami di sini selalu menungguin rendy loh. Rendy jaga kesehatan yah di sana jangan nakal, jangan lupa sholat, selalu doain mami yah agar mami sehat di sini” ucap vita dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi
“iya mami, lendy selalu ingat pesan mami” jawab rendy dan langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan vita
Ramma yang hanya melihat drama itu membuat hatinya terenyuh, karena dia bisa melihat ketulusan hati vita ke rendy. Ramma pun berfikir apakah vita juga bisa mencintainya seperti cintanya ke rendy. Malam itupun di habiskan dengan air mata perpisahan, vita lebih memilih tidur dengan rendy dan ternyata ramma juga ingin tidur bersama vita dan rendy.
******
Setelah melakukan sholat subuh berjamaah, seperti keluarga bahagia pada umumnya, tangan ramma di cium sama vita dan rendy dan tangan vita juga di cium rendy. Vita selalu menginginkan pagi yang seperti itu selama hidupnya, vita selalu ingin melihat tawa suami dan putranya setiap hari, karena bagi vita itu sangat berharga dan tidak bisa di beli dimanapum.
Setelah sholat vita masak, makanan kesukaan ramma dan rendy, karena hari ini hari dimana vita harus merelakan putra kesayangannya untuk pergi ke paris selama 2 bulan lamanya, vita berusaha tegar dan memasak dengan penuh senyuman tapi hati dan mata dia tidak bisa berbohong, setegar apapun vita, air matanya selalu membasahi wajah indahnya.
__ADS_1
Vita yang serius masak dia tidak menyadari jika ada sepasang mata yang terus memperhatikan dia dari belakang, dia tahu kalau vita sedang menahan tangisnya sehingga dia ingin mencoba menghibur vita kembali.
“kalau kamu nangis terus begini, apa kamu tidak takut kalau masakan kamu jadi asin” ucap ramma
“maaf tuan saya tidak lagi nangis, ini saya lagi memotong bawang makanya mata saya agak terasa pedih” jawab vita tanpa menoleh ke ramma
Dengan cepat ramma membalikan tubuh vita, dan langsung memeluk tubuh mungil istrinya itu dengan seangat erat, walaupun vita berusaha keras ingin melepaskan tubuhnya tapi usahanya sia-sia karena tubuh ramma jauh lebih besar di banding dia, kini vita hanya bisa pasrah di dalam pelukan ramma.
“kamu menangis saja vita, jangan di tahan. Aku tahu kalau hati kamu sangat sedih sekarang” ucap ramma sambil terus memeluk vita
Vita yang mendengar itu langsung membalas pelukan ramma dengan sangat erat, dan suara tangisannya mulai terdengar semakin lama semakin menyayat hati.
“kenapa rendy harus pergi tuan, kenapa rendy perginya tidak dulu saja sebelum saya mengenal dia, saya tau akan egois kalau saya melarang rendy pergi, tapi kenapa hati saya sangat sakit tuan untuk melepas rendy” tanya vita dengan suara yang sesenggukan dan terdengar sangat pilu
“terimakasih tuan, tapi tuan tidak perlu sebaik itu ke saya, saya takut tuan” kata vita
“apa maksud kamu, kamu takut apa?” tanya ramma yang bingung
“saya takut tuan, kalau perasaan saya ke tuan akan tumbuh menjadi lebih besar, sedangkan tuan tidak memiliki perasaan sedikitpun ke saya. Bahkan tuan masih menginginkan nyonya sonya kembali. Saya takut akan hal itu tuan, kalau memang nyonya sonya sudah siap menggantikan saya sebagai istri dan mami sambung rendy, saya akan menyerah tuan. Tapi saya mohon jangan larang saya untuk bertemu rendy tuan, saya tidak tau hidup saya akan seperti apa kalau saya tidak bisa bertemu rendy” jawab vita sambil berjalan menuju kursih yang ada di meja makan
__ADS_1
Mendengar ucapan vita itu, hati ramma benar-benar sakit dan dia bingung dengan perasaannya sekarang, sejujurnya dia sudah mulai nyaman dengan kedatangan vita dalam hidupnya, apa lagi saat ramma tau kalau vita bisa menjadi mami yang sangat baik untuk rendy. Tapi ramma enggan mengakui hal itu, bahkan ramma selalu menyangkal kalau perasaan yang dia miliki untuk vita kini berubah menjadi perasaan cinta .
*****
Kini rendy dan ramma sudah berangkat ke paris, vita hanya bisa mengantar rendy sampai bandara saja. Vita mau tidak mau harus rela untuk berpisah sementara waktu dengan rendy, walaupun itu sangat susah tapi vita akan terus mencoba, dan menunggu hari dimana dia akan menjemput rendy di sini lagi lalu mencium dan memeluk putranya itu.
“ayo vita, kamu harus bia. Toh Cuma 2 bulan setelah itu rendy akan kembali lagi” ucap vita sambil menenangkan dirinya
“pak, bisa kita jangan langsung ke rumah. Antarkan saya dulu ke panti asuhan ini yah pak” ucap vita sama supirnya dan memberikan sebuah kartu nama panti asuhan
“baik, nyonya saya akan antar nyonya kesana” ucap supir yang bernama pak asep
Setelah menempuh perjalanan yang kurang lebih 2 jam kini vita sudah berada di sebuah panti asuhan dengan bangunan belanda dan ada papan nama panti asuhan muara kasih bunda. Vita langsung turun dan mencoba mengulang kembali kenangan nya saat hidup di panti asuhan ini, panti asuhan yang selalu membuat vita nyaman dan bahagia sebelum dia di adopsi sama keluarga barunya.
“Bu Laksmi!!” Ucap vita sambil memandang seorang ibu-ibu yang sedang menjewer telinga anak-anak yang berantem
“maaf, neng siapa yah. Apa kita pernah bertemu sebelumnya” ucap bu laksmi yang memang tidak mengenal vita yang sekarang
“ibu...ini vita bu, seorang anak kecil yang selalu ibu peluk saat mau tidur, karena selalu mimpi buruk” ucap vita sambil meneteskan air matanya
__ADS_1
“ya Allah... neng vita?, Andriani Vita Melinda anak ibu, ya Allah neng....kenapa baru nemuin ibu sih neng.... ibu kangen sama neng vita” ucap bu laksmi yang langsung memeluk vita dengan sangat erat.
“maafin vita bu, baru bisa nemuin ibu sekarang. Banyak sekali hal-hal yang harus vita lakukan sehingga vita tidak sempat datang ke panti ini lagi bu, dan juga orang tua angkat vita mengajak vita untuk pindah keluar kota bu” jawab vita dengan nada yang bergetar karena isak tangis yang sudah tidak bisa di bendung lagi.