
Acara telah selesai dan semua tamu undangan mulai pulang satu persatu, Ramma, Vita dan Rendy kini sudah masuk ke dalam kamar mereka yang kini di sulap seperti kamar seorang raja dan ratu. Kamar tersebut sanagt indah dengan hiasan bunga mawar merah yang ada di mana-mana, dan juga lampu yang sudah di ganti warna gold sehingga memberi efek mewah pada kamar tersebut.
“Tuan mandi saja dulu, saya ingin membersihkan make up saya dulu, dan ini baju yang ganti tuan” ucap Vita sambil ngasih baju Ramma yang dia ambil dari dalam koper
Ramma mengikuti apa yang di perintahkan Vita, untuk mandi terlebih dahulu, sedangkan Vita sibuk melepas gaun pengantin yang dia pakai, karena sangat susah untuk di buka jadi Vita lebih memilih membersihkan makeup nya dulu. Rendy langsung pulang ke rumah, dia tidak bisa menginap di hotel lagi karena dia besok harus berangkat sekolah, awalnya Rendy tidak mau tapi setelah dibujuk-bujuk sama Vita akhirnya Rendy mau juga pulang ke rumah.
Ceklekkkk (pintu kamar mandi terbuka)
“Kenapa kamu masih belum membuka gaun itu” ucap Ramma yang mengejutkan Vita
“Ehhhh tuan, maaf saya akan melepasnya di kamar mandi saja” jawab Vita
“saya mau mandi dulu tuan” ucap Vita sambil berjalan menuju kamar mandi
“hemmm” gumam Ramma
******
“Haduh.... susah banget sih buka gaun ini, bagaimana ini... siapa yang bisa menolongku coba, tidak mungkin kan kalau tuan Ramma mau membukakan gaun ini” ucap Vita pada dirinya sendiri
“Enggak...enggak... GW harus berusaha sekarang dan GW harus bisa” semangat yang di ucapkan Vita untuk dirinya sendiri
Vita mencoba dengan segenap kekuatan jiwa dan raga nya, bahkan dia sampai menaikkan satu kakinya ke atas wastafel agar tangannya disa dengan mudah membuka baju tersebut.
Tapi sayangnya usaha dia benar-benar sia-sia karena resleting gaun itu tidak bergerak sedikit pun, karena Vita masih terus berdiri dengan menggunakan satu kaki, kinin ke seimbangan tubuhnya mulai hilang dan BRUGGGG tubuh vita jatuh terhempas ke lantai
“AUWWWWW” ucap Vita sambil meringis kesakitan
Ramma yang sedari tadi memainkan ponselnya di atas kasur, saat mendengar suara teriakan Vita dia langsung berdiri dan berlari masuk ke dalam kamar mandi yang ternyata tidak di kunci sama Vita. Ramma melihat Vita yang sudah duduk sambil memegang punggungnya yang agak sakit karena jatuh ia langsung membantu Vita untuk berdiri.
“Itu tadi yang jatuh kamu Vita?” tanya Ramma
__ADS_1
“Bukan tuan, tapi tadi cicak yang jatuh” jawab Vita sewot
“Mana ada cicak di sini, trus kamu tadi kenapa duduk di lantai sambil kesakitan seperti itu?” tanya Ramma lagi
“Tadi saya tertimpah cicak itu tuan, jadi saya sampai kehilangan keseimbangan dan memutuskan untuk duduk di lantai” jawab Vita yang semakin sebal
“Untung cicaknya tidak apa-apa, kalau sampai terjadi apa-apa sama itu cicak maka saya harus bilang apa sama keluarga cicak tersebut” ucap Ramma yang sengaja menggoda Vita
“Tuan... kalau anda tidak membantu apa-apa di sini maka keluarlah sekarang juga, saya mau mandi sekarang” jawab Vita yang semakin terlihat emosi
“Kamu dari tadi bilang mau mandi, tapi sampai sekarang kamu tidak membuka baju itu, apa kamu terlalu mencintai baju itu sampai kamu ingin mandi bersmanya?” tanya Ramma yang di sengaja
“Cukup tuan, saya akan menggunting gaun ini, karena dari tadi dia tidak mau menurut kepada saya, saya sudah membukanya dengan berbagai macam cara tapi hasilnya sia-sia” ucap Vita yang sudah kesal
“Ohhh ternyata cicak yang jatuh tadi itu kamu pantesan suaranya agak sumbang di telinga saya” ucap Ramma
“MAKSUT TUAN APA?” dengan suara Vita yang sudah sangat marah
“Tidak-tidak saya tidak ada maksud apa-apa, sini saya bantu kamu membuka gaun ini, cepat hadap sana biar saya yang buka. Lagian kalau kamu mau minta tolong itu bilang, kalau kamu sudah tidak bisa jangan di paksakan” ucap Ramma sambil memutar tubuh Vita
“Kamu jangan salah faham, jangan di kira saya ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan yah, saya Cuma mau membantu kamu, lagian kamu adalah istri saya, apa kamu malu untuk melihatkan tubuh kamu di depan saya” ucap Ramma sambil melepas gaun pengantin yang di pakai Vita
Ramma hanya bisa menelan salivanya karena pemandangan yang ada di depannya sangat menghiurkan, Vita yang sadar kalau Ramma sedang memandang tubuhnya dari belakang langsung membuyarkan lamunan lama Ramma dengan memanggilnya dan langsung menyuruhnya untuk keluar dari kamar mandi.
Vita akhirnya bisa sangat lega karena sudah terbebas dari dekapan gaun yang hampir membuatnya mati kehabisan nafas itu, walaupun gaun itu sangat indah tapi karena ulahnya Vita akhirnya menahan sakit yang ada di pinggangnya karena jatuh.
Ceklekkkk (pintu kamar mandi di buka sama Vita)
Selesai mandi Vita langsung mengeringkan rambutnya dan duduk di depan meja rias untuk menggunakan handbody dan juga lipglos kesayangannya yang selalu dia gunakan setiap malam dan itu sudah menjadi rutinan buat Vita.
(Aku tidur di mana yah, apa aku tidur satu ranjang bersama tuan Ramma, haduhhh apa aku bisa tidur nyenyak malam ini) ucap Vita dalam hati
__ADS_1
“Kamu tidur di sini Vita, kamu tidak usah berfikiran macem-macem. Saya tidak akan apa-apakan kamu, saya masih bisa memegang prinsip saya” ucapan Ramma yang seakan bisa mengerti dengan apa yang lagi di fikirkan Vita
(Tapi saya tidak bisa berjanji, kalau kamu terus-terusan menggoda saya. Saya juga laki-laki normal dan sudah lama saya tidak melakukan itu semenjak mami kandung Rendy meninggal) ucap Ramma dalam hati
Kini mereka tidur bersama satu ranjang, tapi mereka saling memunggungi agar nyaman saat tidur, tapi di tengah-tengah tidur Ramma terlihat tidak nyaman dan gelisah sehingga dia memutar tubuhnya kekanan dan ke kiri dengan mata yang masih terpejam. Vita yang bisa merasakan pergerakan di belakangnya langsung kebangun dan membalikan badan, dia terkejut karena ternyata Ramma sedang bermimpi dengan wajah yang sangat ketakutan dan dia terus berbicara sangat lirih.
“jangan pergi, jangan tinggalkan kami, kasihan rendy masih sangat kecil. Jangan tinggalkan kami, aku mohon jangan” ucap lirih Ramma yang masih bisa di dengar oleh vita
“Tuan...tuan... bangun tuan, tuan kenapa” ucap Vita sambil menggoyangkan tubuh ramma
“ADILAH” teriak Ramma saat dia terbangun dari mimpinya
Vita langsung memberikan minum sama Ramma yang bangun dengan keringat yang memenuhi wajahnya, dan juga nafas yang ngos-ngosan. Vita juga bertanya kenapa ramma seperti itu, yang Vita tau adalah Adila itu mami kandung Rendy yang sudah meninggal saat melahirkan rendy. Ramma tidak menjawab pertanyaan Vita karena dia terus berjalan mondar-mandir mencari obat tidur yang selama ini dia gunakan agar tidurnya bisa nyenyak, kalau tidak mimpi tentang meninggalnya adila selalu terbayang di ingatan Ramma.
“Tuan sedang mencari apa?”tanya vita
“Vita dimana obat tidur ku, kau tidak lupa membawanya kan?” ucap Ramma
“Obat tidur? Saya memang tidak membanya tuan, karena memang saya
fikir tuan tidak membutuhkan itu” jawab Vita
“Vita saya tidak bisa tidur nyenyak kalau belum meminum obat tidur itu, karena mimpi itu akan selalu mengganggu saya. Saya akan pergi mencari obat tidur di apotik terdekat, kamu tidurlah dulu” ucap Ramma
“Tidak tuan, tuan tidak boleh meminum obat itu lagi, tuan pasti bisa tidur kok tanpa obat itun karena terlalu berbahaya bagi kesehatan tuan kalau sering-sering meminumnya tuan” jawab Vita
Kini Vita membimbing Ramma ke tempat tidur, dan dia menyruh ramma untuk tidur dengan sekarang posisinya Vita sedang memeluk tubuh Ramma yang masih terlihat pucat karena mimpinya tadi.
“Kamu kenapa memeluk saya seperti ini, apa kamu mau mneggoda ku” ucap Ramma
“tidak tuan, anda jangan salah paham. Saya hanya ingin mencobanya saja, karena dulu waktu di panti asuhan saya selalu di peluk seperti ini saat saya tidak bisa tidur karena mimpi buruk. Tuan tidurlah sekarang, jangan memikirkan hal-hal aneh saya akan menjaga tuan di sini” ucap Vita yang di mengerti ramma
__ADS_1
Kini memang benar, Ramma bisa tidur nyenyak tanpa meminum obat tidur, dan dia bisa merasakan kenyamanan yang selama ini tidak bisa dia rasakan.
Vita memang perempuan yang unik banyak hal-hal yang akan ramma ketahui saat kehidupan rumah tangga mereka berjalan.