
Setelah selesai berbelanja dan makan-makan kini mereka akan pulang bersama, tapi sesuai dengan apa yang di sepakati dari awal. Bram akan mengantar ayu pulang, satria akan mengantar alin pulang, dan ramma akan pulang bersama vita karena hanya mereka berdua yang tinggal satu rumah.
******
Ramma dan vita kini sudah pulang ke rumah, dan mereka memanggil pak yusuf untuk membantu membawakan belanjaan mereka ke dalam rumah, setelah masuk ke dalam rumah, ternyata ada kejutan sendiri buat ramma dan vita yang sudah menunggu kedatangan mereka.
“Assalamualaikum... Rendy mami dan papi pulang ni... bawa hadiah buat kamu” teriak vita saat memanggil rendy
“yeyy mami dan papi pulang” jawab rendy yang sedang berlari untuk memeluk vita
“ehhh sayang jangan lari nak, nanti kamu jatuh bagaiman?” ucap vita yang langsung menangkap tubuh mungil rendy
“Aduhh.. pengantin baru ini yah... pinginnya berduan terus, sampai kerja aja berdua” ucap ratih yang langsung ikut nimbrung dan di susul willy sambil membawa secangkir kopi
“mama!!! Papa!!!” ucap vita dan ramma secara bersamaan. Vita dan ramma langsung mencium punggung tangan ratih dan willy
“sehat kamu vita” ucap ratih sambil memegang wajah vita
“Alhamdulillah, vita sehat kok ma” jawab vita sambil memeluk tubuh ratih
“bagaimana tidak sehat ma, kan setiap malam ramma selalu ajak vita olahraga. Pasti dia akan selalu sehat” ucap ramma dngan sepontan
“sayang apaan sih, gak jelas banget” ucap vita sambil menahan malu, sedangkan ratih dan willy Cuma senyum-senyum dan geleng-geleng saja
“kalian sudah makan malam belum?” tanya ratih ke ramma dan vita
“sudah ma, kita tadi sudah makan kok” jawab vita
__ADS_1
“yahh syukurlah kalau kalian sudah makan, soalnya makanan di rumah sudah habis. Tuh di habisin anak kalian sih rendy” ucap ratih sambil nunjuk ke arah rendy yang sudah membuka hadiah dari vita dan ramma
“tidak mi, bukan lendy yang habiskan. Itu tadi kakek sama nenek yang makannya banyak, katanya meleka belum makan jadi makanannya di habiskan melekah cemuah deh” ucap rendy yang tidak mau di tuduh
“sudah-sudah kalian berdua masuk kamar sana, bersih-bersih setelah itu kita ngobrol-ngobrol bareng.. mau kan kalian ngobrol sama mama papa di sini” ucap ratih
“iya ma ajak saja mereka ngobrol dulu, masa iya mereka mau olahraga jam segini he he he he” ucap willy sambil melirik ke arah vita dan ramma
“sudah-sudah pa, lihat tuh wajah vita sudah kaya kepiting rebus merah banget, sebentar lagi meledak tuh anak” jawab ramma sambil menahan senyumnya .
Ramma dan Vita pergi ke kamar mereka untuk mandi dan merehatkan tubuh mereka sejenak, setelah itu mereka sholat isya’ berjamaah di dalam kamar, lalu vita kembali ke bawah untuk menemui willy dan ratih sedangkan ramma langsung masuk ke ruang kerjanya untuk menyiapkan beberapa file untuk perjalanan bisnis mereka.
“loh dimana ramma vit, apa dia sudah tidur jam segini” tanya willy ke vita
“tidak pa, dia ada di ruang kerjanya lagi ngecek-ngecek e-mail yang masuk, dan menyiapkan bahan-bahan untuk perjalanan bisnis kita nanti” jawab vita menjelaskan
“kita pergi ber 6 ma, vita, ramma, alin, kak satria, ayu dan kak bram”jawab vita
“alin dan ayu itu siapa, mama baru mendengar nama-nama mereka. Kalau satria dan bram mama sudah kenal dari dulu” tanya ratih lagi
“mereka teman vita ma, yang sekarang lagi magang menjadi asisten pribadi kak satria dan kak bram” ucap vita
“mami-mami bajunya bagus banget lendy suka mi, makasih yah mami” ucap rendy saat mencoba baju baru yang di belikan vita dan ramma
“iya sayang sama-sama” ucap vita sambil mengusap rambut rendy
“rendy main sama kakek sebentar yah, nenek mau bicara sama mami vita dulu yah” ucap ratih kepada rendy dan rendy langsung berlari ke kakak willy yang ada di depan TV ruang tengah
__ADS_1
“vit terimakasih yah, kamu sudah mau menjadi mami sambung buat rendy, bahkan kamu menjadi mami yang sangat hebat, kamu rela mengorbankan nyawamu untuk rendy, mama bangga sama kamu vita” ucap ratih sambil memegang tangan vita
“ma... mama tidak perlu berterimakasih tentang hal itu ke vita, ini sudah menjadi tanggung jawab vita untuk terus menjaga rendy. Walaupun rendy tidak ada hubungan darah sama vita tapi vita selalu anggap rendy itu anak kandung vita ma, vita sayang banget sama rendy dan juga ramma ma, vita rela mengorbankan apa saja untuk keluarga vita mah termasuk nyawa vita sendiri” ucap vita dengan sangat tulus
“mama bangga sama kamu nak, mama yakin adila di sana pasti sekarang sedang tersenyum bahagia karena ramma dan rendy sudah menemukan pengganti yang hebat seperti kamu sayang. Mama sama papa akan selalu menjaga kamu, wlaupun kita tinggal jauh di sana tapi mama dan papa akan selalu memantau kamu di sini.” Ucap ratih sambil memeluk vita
“terima kasih ma, terimakasih karena mama sudah mau anggap vita sebagai anak mama, vita dari dulu tidak pernah merasakan pelukan seorang ibu ma, bahkan ibu angkat vita sendiri tidak mau memeluk vita, vita pernah iri sama saudara vita dan juga teman-teman vita, karena mereka memiliki orangtua yang bisa sayang sama mereka sedangkan vita tidak punya siapa-siapa. Dulu hanya bu laksmi yang sayang sama vita bahkan dulu bu laksmi yang selalu meluk vita saat vita mengalami mimpi buruk waktu di panti asuhan, tapi sekarang ada mama, kebahagiaan vita sangat lengkap sekarang ma. Terimakasih yah ma” ucap vita dengan air mata yang terus mengalir
“iya sayang, kamu kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi mama dan papa, kamu anak mama dan papa sekarang. Masa lalumu biarlah menjadi kenang-kenangan, kini kamu harus memandang masa depan kamu, karena jalan kamu masih panjang sayang bahkan tikungan tajam sedang menanti kamu di sana, kamu harus mempersiapkan diri kamu untuk itu semua” ucap ratih sambil mengusap air mata vita yang terus menetes.
“ohh iya, ngomong-ngomong tentang mimpi buruk, apa ramma sekarang sudah berhenti meminum obat tidur itu. Karena dari dulu ramma selalu di datangi mimpi buruk sehingga dia tidak pernah tidur dengan pulas kalau belum meminum obat tidur” tanya ratih ke vita
“iya ma, aku juga ingin tanya itu ke ramma nya langsung tapi vita takut ma, vita takut kalau akan membuka luka hati ramma yang dulu. Mangkanya vita milih diam saja tidak berani tanya, dan Alhamdulillah nya ramma sudah tidak pernah meminum obat tidur itu lagi ma” jawab vita yang masih di landa rasa penasarannya
“mama akan cerita sama kamu vita tentang masalah itu, kamu sudah menjadi keluarga kami jadi kamu juga berhak tau masa lalu ramma. Ramma di datangi mimpi buruk itu semenjak kepergian Adilah putri mama, kamu taunya Adilah meninggal kenapa?” tanya ratih ke vita
“kalau kata ramma, adila meninggal karena melahirkan rendy ma” jawab vita
“itu memang ada benarnya, tapi ada cerita di balik itu semua.” Ucap ratih
Flahsback On
Kehamilan Adilah dulu sangat di nanti-nantikan, bahkan adilah harus melalui proses bayi tabung agar bisa hamil, setelah percobaan ke dua akhirnya adilah hamil. Ramma dan adilah sangat bahagia karena mengetahui ada 1 janin yang tumbuh di rahim adilah.
Ramma sangat menjaga kehamilan Adilah bahkan untuk makan saja ramma memanggil ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan vitamin adilah dan jabang bayi di perutnya. Bahkan Ramma melarang Adilah untuk jalan-jalan sendiri, adilah kemana-mana harus menggunakn kursi roda agar adilah tidak kelelahan.
Sampai pada suatu saat di umur kandungan adilah 8 bulan, rencananya mereka ingin memeriksakan kandungan dan melakukan USG tapi naas di tengah jalan mobil ramma di tabrak truk dari arah berlawanan sehingga membuat ramma tidak bisa mengendalikan mobilnya lagi hingga mobilnya terjun bebas ke sungai. Untung saja banyak saksi mata yang melihat kejadian itu sehingga penyelamatan pada ramma dan adilah cepat di lakukan.
__ADS_1