
Para laki-laki kini mau tidak mau harus menuruti kemauan mama ratih, karena mereka tidak mau ambil resiko kalau ratih dan para perempuan itu marah.
“sudah deh, ayo kita beresin ini, kan Cuma tinggal cuci piring apa susahnya” ucap willy dan mereka langsung membawa piring-piring kotor ke dapur
“gila sih ini, kalian ngajak gue kesini hanya buat bantuin cuci piring saja,” ucap bram sambil mengangkat piring-piring kotor
“gue sendiri aja kagak tau, kalau berakhir harus cuci piring sendiri seperti ini, sudah kita lakukan saja setelah itu kita lanjut ke kantor lagi” ucap ramma, dan mereka mulai melangkah ke dapur
“ohhh astaga..... mama!!!” ucap mereka semua saat melihat kondisi dapur yang sudah amburadul
“PR banget hari ini” “tau gitu gue makan di rumah aja lah” ucap satria dan bram
“ramma, satria dan bram. Kalian beresin ini duluh yah... papa mau liat rendy siapa tau kebangun dan minta sesuatu” ucap willy pada semua orang yang ada di ruangan dapur itu
“papa... jangan banyak sekali alasan yah, kalaupun rendy kebangun yah sudah tidak apa-apa lagian sudah ada mbak tina” ucap ramma dengan wajah tanpa ekspresi
Dan mereka bergegas mengerjakan semua tugas yang di berikan, walaupun mereka masih mengelu dalam melaksanakannya dan bisa di bilang kalau mereka terpaksa mau, karena memang cctv selalu mengawasi mereka di dapur.
Suasana dapur saat ini sangat riuh karena ulah para laki-laki yang membersihkan dapur, bahkan ada beberapa piring dan gelas harus jatuh dan pecah karena ulah mereka, jadi bisa di bilang kekacauan dapur kini lebih parah ketimbang tadi, karena bukan hanya banyak piring dan gelas saja yang kotor tapi kini banyak juga pecahan beling yang berserak di lantai.
*******
“astaga.... bisa habis piring dan gelas kita kalau begini caranya” ucap ratih sambil geleng-geleng
“kenapa sih ma” “iya ma ada apa emang” ucap vita dan alin
“nie... nie.. kalian lihat sendiri bagaimana kondisi dapur kita” ucap ratih sambil memberikan ponselnya ke vita dan alin
“Ya Allah, kenapa jadi tambah kacau sih ini. Mam kayaknya kita harus beli banyak piring dan gelas baru deh mam” ucap vita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
“ini sih bukan membersihkan dapur yahh, tapi malah bikin kacau dapur. Yah sudah sekalian deh kita belanja piring dan gelas nanti” ucap alin sambil melihat ke arah raih dan vita
“iya sayang, kalian benar. Awas saja kalau sampai kita selesai mereka belum beres juga membersihkan dapur” ucap ratih sambil melihat ke arah depan lagi
Setelah berkendara beberapa menit akhirnya mereka sampai di mall yang mereka tuju, mereka bertiga langsung jalan beriringan masuk ke dalam mall itu, dan mencari salon terbaik di dalam mall itu.
“mam di sini saja bagaimana, tempatnya cukup besar, bagus juga dan karyawannya juga terlihat sudah berpengalaman semua” ucap alin sambil melirik ke arah ratih
__ADS_1
“boleh juga, ayo kita coba saja kalau begitu” ucap ratih dan mereka langsung masuk ke dalam salon tersebut
“selamat siang” ada yang bisa kami bantu
“mbak tolong berikan perawatan yang terbaik untuk kita yah, saya mau dari ujung kepal sampai ujung kaki semuanya di treatment dan jangan sampai ada yang terlewat” ucap ratih
“baik nyonya silahkan ikut saya” jawab petugas salon
Mereka melakukan perawatan di salon tersebut mulai dari masker, creambath, lulur, spa, totok wajah dan masih banyak yang lainnya. Kali ini ratih mengajak dua putrinya itu bersenang-senang agar mereka bisa kembali ceria dan bersemangat lagi.
********
Para laki-laki yang membersihkan dapur itu akhirnya selesai, tapi sekarang yang kotor bukan lagi dapur tapi melainkan tubuh dan baju mereka kini ikut kotor.
Sehingga satria dan bram harus meminjam baju ramma agar mereka bisa kembali ke kantor, sedangkan willy memilih langsung tidur karena dia merasa badannya sudah sangat capek karena bersih-bersih.
“yah sudah kalian berangkat dulu deh, gue akan ikutin kalian dari belakang” ucap bram pada satria dan ramma
“oke-oke” ucap ramma, dan mereka semua sudah masuk ke dalam mobil mereka lagi dan akan berangkat ke kantor
Tuttt...tutt...tut...(nada sambung telpon)
Maira : iya hallo abang ada apa?
Satria : woyy masih hidup loe
Maira : hahh ini siapa, kok bukan suara bang ramma
Satria : gila, udah lupa aja loe sama gue
Maira : hahh ini penipuan yah, kamu berharapkan aku sebut satu nama kan biar kamu langsung ngaku-ngaku jadi orang itu. Ha ha ha ha sorry yah tidak mempan
Satria : lahh nie cewek, sembarangan banget kalau ngomong. Massa orang tampan kaya gue di bilang penipu. Kita ganti VC yah
(panggilan berubah menjadi video call)
Maira : hahhh kak satria, masih hidup kamu kak, wahh untung masih sehat yah. Aku pikir kamu akan bunuh diri karena di tinggal selingkuh dan cerai sama sih itu
__ADS_1
Satria : kamu tau dari mana kalau aku cerai sama dia, loe cerita sama maira ram kalau gue pisah (ramma langsung menggelengkan kepalanya “enak aja loe tuduh-tuduh, kaya loe tidak tau dia aja,)
Maira : ha ha ha ha kak sat, semua orang pasti sudah tau lah, seorang Satria Arka Rahardian bisnisman muda yang di harus cerai dengan istrinya karena di selingkui, he he he he he
Satria : cukup Ra, cukup. Aku tadi telpon kamu itu ingin ngomong hal yang sangat penting, ini malah kamu bully aku habis-habisan
Maira : ha ha ha ha yah sudah... ngomong apa, buruan aku sibuk di sini
Satria : sok sibuk banget loe, dasar adik sama abang sama saja 11 12 tau gak
Maira : yah memang dia abang gue (yah memang dia adik gue) “jawab ramma dan maira secara bersamaan”
Satria : oke gue kalah sama kalian, langsung saja yah... Ra kamu balik dong ke indonesia, Bram lagi butuh kamu banget soalnya
Maira : hahhh, maksudnya? Memang kak bram kenapa. Kok bisa dia butuhin aku
Satria : bram baru saja di tinggal meninggal orang yang dia cintai, yah bisa di bilang gebetannya dia. Bram sedih banget bahkan dia sudah hampir seminggu lebih dia tidak keluar rumah karena rasa bersalah dia sama gebetannya itu, dilukan kamu yang paling deket sama bram jadi mungkin saat kamu hadir lagi di kehidupan bram dia bisa sedikit melupakan gebetannya itu
Ramma : iya dek, kamu balik yah. Coba kamu hibur bram, siapa tau saat ada kamu bram bisa menemukan semangat hidupnya kembali
Maira : kok aku sih kak yang kalian jadiin tumbal, trus guna kalian sebagai sahabatnya dia apa coba, masa gitu saja kalian tidak sanggup dan harus aku yang turun tangan. Trus kalian mau aku jadi pelarian gitu buat kak bram, jahat banget kalian sumpah
Ramma : yah tidak begitu Ra, kamu hibur saja dia. Lagian dulu bram juga sering banget kan bantuin kamu dek, abang mohon sama kamu dek.
Satria : iya Ra, setahu kakak dulu kamu paling tidak mau saat jauh-jauh sama bram. Trus tiba-tiba saja kamu
memutuskan untuk pergi dan tinggal sendiri di negara orang
Maira : iya... aku fikirkan dulu deh, kalau aku jadi pulang nanti aku hubungi kalian lagi, kalau aku tidak hubungi kalian yah berarti aku tidak jadi untuk pulang. Sudah dulu yah, aku mau pergi dulu sekarang
(panggilan telpon di putus sama maira)
“kira-kira maira mau tidak yah, balik ke sini” ucap satria sambil menaruh ponsel ramma
“kalau itu hanya sih maira sendiri yang bisa mutusin, tapi gue yakin adek gue bukan orang yang jahat, dia paling tidak bisa kalau orang lain itu sedih atau menderita. Apalagi dia mendengar bram yang sedang bersedih, gue yakin kalau dia pasti akan balik sih sat” jawab ramma dengan sangat yakin
“iya sih, kalau ingat-ingat jaman dulu maira itu paling tidak bisa di pisahkan sama sih bram, bahkan saat ada perempuan lain yang mau deket sama bram, adek loe langsung pasang badan buat nyingkirin perempuan itu” ucap satria dengan senyum-senyum sendiri membayangkan masa lalu
__ADS_1