
saat maira mau berbalik badan, bram langsung memegang tangan maira dan menariknya hingga maira jatuh hampir menimpah tubuh bram.
maira yang mendapatkan perlakuan seperti itu dia hanya bisa melotot dan kaget karena wajah dia hambir bersentuhan dengan wajah bram
maira langsung memvenarkan posisi dia menjadi posisi duduj di samping bram, dia juga mencoba untuk menetralkan kembali detak jantung dia.
"kak bram kenapa sihh main tarik tarik aja" ucap maira sambil memanyunkan bibirnya
"kamu mau kemana, jangan pergi, disini saja" ucap bram
"maira... mau mandumi dulu kak, ini kan sudah sore maira kan harus mandi, maira juga belum sholat ashar" jawab maira sambil merasa aneh dengan sikap bram
"kamu mau mandi dimana? di sini saja, di kamar ini kan ada kamar mandinya. kamu jangan kemana mana"
"tapi kak... maira kan tidak ada baju ganti di sini, maira masa pakai baju kotor, maira pulang hanya sebentar kok"
"pokoknya kamu tidak boleh kemana mana, aku tidak mau kamu pergi dari sini, aku mau kamu selalu temanin aku Ra" ucap bram sambil memegang tangan maira
(haduh.... kak bram kalau lagi sakit gini ternyata manja juga yah... lucu deh, lihatnya. kak kalau begini terus bagaiman aku bisa lupakan kamu kak) suara hati maira
"kakak akan hubungi pemilik butik langganan mama, biar dia mengirimkan baju ke sini, untuk kamu gunakan. jadi kamu tidak perlu alasan untuk pulang" ucap bram sambil mencari nomer pemilik butik langganan mamanya
"iya deh terserah kakak.. sini ponselnya biar maira yang bicara sendiri dan maira juga ingin memilih sendiri baju yang akan maira pakai lewat video call" ucap maura sambil meminta ponsel bram
bram langsung menuruti kemauan maira, jadi maira agak menjauh dari bram dan mulai memilih baju dan juga dalaman yang akan dia pakai, setelah itu pemilik butik membutuhkan waktu 30 menit untuk pesanan baju itu tiba di rumah bram.
maira memberikan kembali ponsel bram, maira juga mengucapkan terima kasih karena bram mau membelikan baju untuk dia.
"yah sudah kakak makan buahnya itu dulu yah, setelah itu minum obat yang sudah aku taruh di atas nampan itu. aku mau ke bawah dulu, aku mau menunggu baju itu datang" ucap maira
__ADS_1
"suapin Ra, kalau kamu tidak mau nyuapin, aku tidak mau makan... lagian aku juga masih kenyang " jawwab bram
maira hanya bisa menuruti kemauan bram, tanpa mau membantah. maira juga menginginkan bram bisa cepat sembuh kembali, karena jujur maira lebih suka melihat bram sehat dari pada sakit, walaupun dengan sakitnya bram ini, dia bisa lebih dekat dengan bram.
"yah sudah aku suapin kakak yah, ayo buka mulutnya"
bram langsung membuka mulut untuk memakan buah yang di suapin maira, bram merasa dirinya sangat bahagia karena maira jauh bisa lebih perhatian dengan dia.
"ra.... terima kasih yah... sudah mau nurutin kemauan kakak, "
"iya kak, sama sama. maira juga seneng banget kok bisa berguna di sini he he he he"
(kak seandainya kamu memiliki perasaan yang sama seperti yang maira rasakan, pasti maira jauh lebih bahagia kak)
(ra... seandainya kamu memiliki perasaan yang sama seperti yang kakak rasakan, pasti kakak akan jauh lebih bahagia ra. kakak mau kamu menjadi orang pertama yang akan kakak lihat saat kakak bangun tidur di pagi hari )
bram langsung meminumnya di depan maira, setelah itu maira menyuruh bram untuk tidur dan maira menghidupkan AC kamar bram lagi.
tak lama setelah bram tidur, pintubkamar bram di ketuk sama pembantu rumah bram, dia memberikan pesanan baju yang maira pesan tadi.
setelah mendapatkan pesanannya, maira langsungbpergi mandi di kamar mandi yang ada di kamar bram, mumpung bram masih tidur maira ingin santai sejenak melepaskan penat yabg ada di tubuhnya dengan berendam air hangat.
setelah 30 menit maira berendam, dan sudah mengganti pakeannya dia langsung pergi ke musholla yang ada di lantai bawah untuk menunaikan kewajiban sholat nya.
setelah sholat maira langsung pergi ke kamar bram untuk mengambil ponsel dia, dan maira lebih memulilih nonton TV di ruang tengah, walaupun di kamar bram ada TV nya tapi maira tidak mau mengganggu tidur bram, jadi maira nonton di ruang tengah dengan di temanin cemilan yang dia beli di super market tadi pagi.
drettt.... drett... dret... (ponsel maira bergetar)
maira langsung melihat notif di ponselnya dan ternyata rano yang sedang mengirimkan pesan ke maira.
__ADS_1
(hai Ra... lagi apa, sibuk tidak?)
(lagi nonton TV aja sih Ren, kenapa memang)
(hemmm nanti malam kamu bisa tidak. keluar sama aku kita jalan jalan lagi, habisnya ketemu tadi kamu buru buru banget sih, padahal aku mau ngomong banyak sama kamu tentang kkn, kamu kan wakil dan aku ketua, jadi ada yang ingin aku bicarakan sama kamu)
"ohhh mau ketemu dia, ketemu saja Ra... tidak apa apa" ucap bram yang tiba tiba ada di belakang soffa tempat maira duduk
maira langsung terkejut dan dia menjatuhkan ponselnya ke pangkuannya dan langsung melihat ke belakang.
"hahhh kak bram, sejak kapan kakak berdiri di situ, kakak kan harus istirahat " ucap maira
"kakak lupa sejak kapan kakak di sini, pokoknya kakak sempat melihat chat kamu sama reno" jawab bram dan maira hanya bisa diam
"kalau kamu mau keluar sama dia, keluar saja tidak apa apa, kakak kan sudah sehat. jadi kamu bisa pulang sekarang " ucap bram sambil berjalan ke kamar nya kembali
maira yang merasa ada yang janggal, dia langsung mematikan TV dan dia langsung mengejar bram ke kamarnya.
bram langsung duduk di ranjang sambil bersandar dengan bantal sebagai penopang punggungnya,
"kakak marah.... sama aku? " ucap maira sambil memeluk lengan bram
"enggak siapa yang marah, kakak cuma bilang kalau kamu mau jalan sama dia yah jalan saja. lagian kakak juga sudah sembuh, kamu bisa pulang sekarang kakak tidak akan melarang kamu pergi " jawab bram dengan nada dingin
(kamu kenapa sih kak.... apa aku bisa mengartikan sikap kamu ini kalau kamu sedang cemburu sama reno kak. apa kamu mulai bisa membuka hatimu untuk aku kak)
"yah sudah kalau kakak ngasih ijin aku buat jalan berdua dengan reno, aku akan jalan nanti malam sama dia, sekalian aja aku nanti pulang ke rumah bang ramma, maira tidak jadi nginep di rumah kakak, karenakan kakak sudah sembuh" ucap maira sambil merebahkan kepalanya di pangkuan bram
(hahhh ra.... kamu ngeiyain aja omongan aku tadi, kenapa kamu tidak peka sih ra, kalau sebenarnya aku itu melarang kamu buat pergi apalagi mau pergi dengan. laki laki yang bernama reno itu) suara hati bram
__ADS_1