Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 74


__ADS_3

Maira Room


“kenapa aku harus berurusan dengan kak bram lagi sih, aku sudah jauh-jauh pergi dari indonesia demi kebahagiaan dia bersama dengan orang yang dia cintai, tapi kenapa hal ini harus terjadi sih”


“aku sudah berusaha keras melupakan perasaan ini, dan saat aku hampir bisa, kenapa aku harus di ingatkan lagi dengan kamu sih kak, aku sudah dua tahun lebih berjuang sendiri di sini untuk mengubur dalam dalam perasaan ini kak, perasaan yang aku simpan untuk kamu sejak aku SMP”


“jujur aku ingin sekali tidak peduli dengan kamu kak, tapi aku benar-benar khawatir dengan kondisi kamu sekarang ini. Apa aku harus pulang untuk menyembuhkan luka hati kamu, apa hati aku sudah siap untuk mendengarkan semua cerita kamu tentang dia, tentang kebahagiaan kalian saat bersama, apa hati ini benar-benar siap untuk itu semua”


“aku akan pulang demi kamu kak, aku akan pulang untuk mengembalikan senyum di wajah kamu lahgi, aku akan mencoba mengesampingkan perasaan ini, aku akan simpan perasaan yang tak terbalas ini hanya untuk diriku sendiri”


“mungkin ini saatnya untuk aku pulang, aku juga sudah kangen sama sih resek rendy, dan juga aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kakak iparku mbak vita”


“ehmmm lebih baik aku pulang tidak usah ngasih kabar mereka deh, buat kejutan aja. Oke lebih baik aku siap-siap dulu dan setelah itu nyari penerbangan yang cepet biar tidak menunggu terlalu lama”


Maira memutuskan untuk pulang kembali ke indonesia, karena juga sudah merindukan kakak tercinta dia dan juga ponakan yang di sayangi rendy, maira memang pulang sengaja tidak ngasih kabar apa-apa ke keluarganya, bahkan setelah sampai ke indonesia dia tidak akan langsung ke rumah ramma, dia memutuskan untuk tinggal di hotel terlebih dahulu.


Maira ingin sekali bertemu dengan vita, dan dia ingin melihat bagaimana kesan pertama vita bertemu dengan dia, tanpa vita tau kalau maira itu adik ipar dia. Umur maira memang lebih tua dari vita tapi dia akan tetap memanggil vita dengan sebutan mbak.


Maira anaknya periang, heboh dan bisa membawa suasana jadi lebih hidup. Dia adalah saudara satu-satunya yang ramma punya, orang tua kandung ramma memang sudah meninggal sejak maira duduk di angku SMP kelas 1 di karenakan kecelakaan. Ramma sangat menyayangi adiknya itu, maira dan ramma terpaut umurnya agak lumayan jauh yaitu 12 tahun.

__ADS_1


Sejak kepergian orang tuanya, maira hanya hidup berdua dengan ramma, ramma sendiri sangat menjaga ketat adiknya, bahkan maira hanya di ijinkan dekat dengan satria dan juga bram saja. Tapi hanya bram saja yang bisa mengerti perasaan maira, bram sering mengajak maira pergi jalan-jalan tanpa sepengetahuan ramma, karena bram tau maira tidak suka harus di kurung terus dalam rumah dia juga butuh dunia sosialnya.


Bahkan bram selalu menjaga dan mengawasi maira tapi juga bram memberi sedikit ruang bebas untuk maira. Jadi maira mulai merasa nyaman dengan adanya bram di sampingnya, apa lagi bram selalu membela maira saat ramma memarahinya, dan bram juga yang selalu menjadi pendengar setia maira saat dia ingin sekali berbagi keluh kesah dia.


Setelah bertahun-tahun dekat dengan bram dan dengan perlakuan baik bram padanya, itu membuat maira menyimpan rasa untuk bram, tapi dia tidak berani mengungkapkannya. Maira sangat yakin kalau bram sendiri memiliki perasaan yang sama seperti yang di miliki maira, karena sikap yang bram tunjukan ke maira itu seperti sikap seorang kekasih kepada kekasihnya.


Sampai suatu saat bram cerita sama maira kalau dia sedang suka dengan perempuan, dan dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, walaupun hanya sebentar melihat perempuan itu, karena sorot mata perempuan itu sangat menenangkan bahkan mampu menggetarkan hati dia. Maira sangat terkejut dengan pengakuan bram itu, hati dia kini benar-benar hancur, saat dia tau kalau cintanya itu adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Maira memberanikan diri bertanya tentang siapa gadis itu, dan dimana mereka bertemu, walaupun perasaannya kini sudah tidak karu-karuan, tapi maira tidak bisa memaksakan perasaan bram, dia sangat tahu sekali kalau cinta memang tidak harus memiliki, cukup melihat orang yang kita cintai itu bahagia itu sudah cukup.


Setelah pengakuan bram itu, maira mulai menarik mundur dirinya, dia sudah membatasi waktu dia untuk bertemu dengan bram. Bahkan dia memberikan motivasi untuk bram agar bisa menemukan orang itu, walaupun dengan air mata yang menetes di pipi.


Maira memutuskan untuk melanjutkan study nya di luar negeri karena dia ingin membuang jauh-jauh perasaan dia untuk bram, awalnya ramma tidak menyetujui itu tapi setelah melihat maira yang benar-benar kekeh untuk pergi, akhirnya ramma luluh juga dan dia memberi ijin maira untuk pergi.


********


Para perempuan itu baru saja selesai memanjakan dirinya di salon, dan mereka langsung pergi ke lestoran untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong kembali karena terlalu lelah duduk dan tiduran di dalam salon.


“aduh ma, jangan di sini deh. Vita mual nie, baunya tidak enak banget di sini” ucap vita sambil menutup hgidungnya dan langsung pergi menjauh dari lestoran itu

__ADS_1


“kamu kenapa vit, tidak ada bau apa-apa perasaan di sana. Alin nyium bau yang di maksud vita tidak” ucap ratih yang melihat heran ke vita


“tidak ma, alin tidak mencium bau apa-apa” ucap alin sambil menggelengkan kepalanya


“pokoknya vita tidak mau di restoran itu, kita cari yang lain aja deh ma. Kita keliling-keliling dulu yahh” ucap vita sambil memohon ke ratih


“yah sudah terserah kamu, kamu mau kemanapun kita ikutin, iya kan lin” jawab ratih dan alin pin menganggukkan kepalanya


Vita akhirnya jalan berkeliling mall itu, mencari restoran yang menurut dia enak. Sampai akhirnya vita berhenti di sebuah restoran yang cukup ramai, dan banyak sekali orang makan di dalam restoran itu, vita sangat tertarik dengan tempat itu dan dia langsung masuk ke dalam untuk mencari bangku yang kosong.


“yah sudah kita makan di sini yah vit” ucap ratih dan vita langsung mengangguk


“pelayan” alin mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan


“iya mbak mau pesan apa” ucap pelayan itu


“saya ini saja yah mbak, trus minumnya ini” ucap alin


“saya ini dan minum nya ini. Vita kamu mau makan apa nak” ucap ratih yang melihat vita terus melihat ke arah ibu-ibu yang sedang makan

__ADS_1


“ma, vita mau makan yang di makan ibu itu” ucap vita sambil menunjuk meja sampingnya


“yah sudah mbak, pesan yang sama persis yah seperti di makan ibu itu” ucap ratih dan pelayan langsung menctat pesanannya


__ADS_2