Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 166


__ADS_3

setelah acara perkenalan selesai, rendy ngasih tahu dimana ruangan milik arjuna dan juga ariel, ruangan mereka tidak kalah besar dengan ruangan milik rendy.


setelah itu rendy harus menemui seseorang yang akan dia interview secara langsung, karena rendy tidak mau salah pilih orang untuk di jadikan seketaris dan juga sekaligus asisten pribadi di kantor.


rendy sengaja menunggu orang itu di dalam ruangannya, dia sudah meminta bagian resepsionis untuk mengarahkan orang yang bernama cindy indah Anggiasari untuk ke ruangannya secara langsung.


tok... tokk... tokkk.... suara pintu ruangan kantor rendy di ketuk


"masuk" ucap rendy dari dalam


Ceklekkk.....


"permisi pak.... saya indah" ucap orang yang sedari tadi di tunggu rendy



rendy yang sedari tadi melihat ke arah kaca, setelah mendengar suara indah dia langsung berbalik melihat ke arah sumber suara itu.


"duduk" ucap rendy pada indah, dan indah langsung duduk di kursi depan rendy


"perkenalkan diri kamu sekarang " ucap rendy tanpa berekspresi


"nama saya Cindy Indah Anggiasari, nama panggilan saya Indah. saya berasal dari kota Surabaya pak" ucap indah sambil sesekali menunduk


"dari Surabaya , kenapa kamu memilih perusahaan yang jauh dari tempat tinggal kamu" tanya rendy


"saya merantau pak di sini, saya dari keluarga yang tidak mampu, jadi saya harus bekerja keras untuk menghidupi diri saya sendiri" jawab indah


"oke, melihat dari CV kamu, saya sangat tertarik untuk menjadikan kamu seketaris dan juga asisten pribadi saya. jadi saya harap kamu bisa berkerja dengan sungguh sungguh " ucap rendy


"jadi saya di terima pak... terima kasih Ya Allah.... terima kasih pak... saya janji saya akan bekerja dengan baik" ucap indah dengan rasa gembira


"kamu boleh pergi sekarang, dan besok kamu sudah bisa bekerja di sini, jadi jangan telat" ucap rendy sambil menjabat tangan indah


(tatapan mata itu, aku sepertinya tidak asing dengan tatapan itu. dan cara dia menjabat tangan ku juga sepertinya aku kenal. tapi kalau dia benar benar cindy kenapa dia tidak menyapaku dengan sebutan rendy, kenapa dia memanggilku pak. siapa gadis ini sebenarnya) suara hati rendy

__ADS_1


"iya pak... saya tidak akan telat, terima kasih" jawab indah dan dia langsung pergi keluar dari dalam ruangan rendy.


indah berjalan keluar dari kantor rendy dengan senyuman di wajahnya, dia juga menatap ruangan rendy sambil memberikan senyum karena dia melihat kalau rendy sedang berdiri di depan kaca ruangannya itu.



*******


"kak.... lagi ngapain, berdiri di depan kaca terus" ucap arjuna saat masuk ke dalam ruangan rendy


"ehhhh enggak, ngapain kalian ke sini. apa ada yang kurang di ruangan kalian" ucap rendy


"tidak kak... kami sangat puas dengan ruangan yang sangat bagus itu. iya kan riel" ucap arjuna


"iya kak.... kita kesini mau ngecek pengumuman itu bersama kakak. soalnya pengumuman itu sudah keluar" ucap Ariel


"ohhh iya... buruan cek sekarang, bagaimana hasilnya" ucap rendy yang sangat antusias


mereka langsung membuka laptop mereka masing masing dan membuka link pengumuman yang sudah mereka dapat dari grup kampus.


"sekarang kalian masukan sandi itu bersama sama untuk membuka nama kalian, dan jangan lupa berdoa" ucap rendy yang juga ikut dag dig dug


"yeyyyyy.... berhasil.... whhhooos " teriak arjuna dan Ariel bersamaan


"kita lolos.... " teriak ariel


mereka langsung saling berpelukan karena rasa gembira, mereka berhasil lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru. dan mereka tingga menunggu kapan ospek akan di laksanakan.


*******


adinda masih berputar putar di dalam mall, kini dia sedang mengantri untuk membeli minuman kesukaan dia, setelah dapat dia ingin mencari tempat duduk untuk menghabiskan minumannya.


"kenapa kamu masih di sini, apa kamu tidak ingin melihat hasil dari tes kamu" ucap orang yang ada di samping adinda


mendengar ucapan itu, adinda langsung menoleh ke arah orang yang ngomong itu. dan adinda sangat terkejut melihat orang itu

__ADS_1


"kamu..... " ucap adinda sambil menutup mulut nya


"tidak usah melotot, bukannya pengumuman di bagikan jam 2 siang dan ini sudah jam 2 lebih 10 menit" ucap senior adinda di fakultas


"ohhh iya... aku lupa, maaf kak... bentar aku mau cek dulu. tolong bawakan sebentar" ucap adinda sambil menitipkan minuman dan juga cemilan dia ke senior yang sedari tadi dia hindari


adinda langsung membuka link yang sudah di bagikan di grup chatting nya, dan saat adinda mengklik namanya, dia langsung spontan teriak.


"ahhhhhh.... yeyyyy aku lolos.... yiiipyyyyy... ha ha ha ha ha" teriak adinda dan dia secara tidak sadar langsung memeluk orang yang tengah berdiri di depan dia sambil membawakan minuman dan juga makanan milik adinda


saetelah beberapa saat akhirnya adinda langsung tersadar kalau dia sekarang sedang memeluk orang yang tidak seharusnya dia peluk. sepontan adinda melepaskan pelukan itu dan dia langsung bersikap senormal mungkin.


"maaf... kak... aku terlalu gembira tadi, jadi aku kelepasan peluk kakak " ucap adinda sambil menahan rasa malu dan juga canggung


"iya... tidak apa apa, aku juga ngerti kok" jawab senior itu


"yah sudah kak saya mau pulang dulu, permisi" ucap adinda sambil langsung berbalik dan berjalan pergi


"ohhh iya.... lupa... minuman ku... " ucap adinda yang kembali lagi karena ingat minuman dia masih ada di senior itu


"eehhhtt ini" ucap senior itu sambil memanggil adinda


"ohhh iya lupa, ini... makanan ku... terima kasih, maaf" ucap adinda saat berbalik lagi karena makanannya juga tertinggal


adinda begitu sangat canggung dan sangat malu, sehingga kini wajah dia benar benar datar karena mengingat kejadian itu.


setelah berada di lantai bawa mall, adinda baru ingat kalau dia sendirian di mall ini, supir juga sudah di suruh pulang. saat adinda lihat jam, ini masih pukul 2 lebih 20 menit, dia tadi rencana nya mau pulang jam 3 lebih 15 menit, karena biasanya rendy pulang jam segituan.


berhubung tadi ada kejadian yang memalukan dan sangat canggung, sehingga adinda ingin cepat cepat pulang. dan ingin segera cerita sama mami dan juga papinya kalau dia sudah lolos seleksi.


"yahh sudah deh... aku ke halte aja, semoga ada bus yang lewat, kalau naik taksi aku takut kalau sendirian" ucap adinda pada dirinya sendiri


adinda verjalan keluar dari mall dan mengarah ke halte terdwkat, adinda duduk aendiri menunggu bus yang menuju halte dekat rumahnya, tapi sayang setelah menunggu 20 menit tapi tidak ada bus yang searah dengan adinda.


"aku antar kamu pulang, buruan naik" ucap senior adinda yang datang dengan mobilnya

__ADS_1


"ahhh maaf kak, tidak apa apa, saya menunggu kakak saya saja, kakak saya sebentar lagi juga pulang dari tempat kerjanya" ucap adinda yang menolak saecara halus


"ohh baiklah.. " jawab senior itu dan langsung pergi meninggalkan adinda di halte itu sendiri


__ADS_2