
setelah selesai dengan berkas berkas yang menumpuk di mejah dia, bram langsung berdiri dan ingin mengajak maira pergi jalan jalan.
"ayo pergi" ucap bram sambil menggandeng tangan maira
"ayo, tapi aku mau keliling keliling dulu di kampus kak, tadi aku lihat ada anak band kampus yang sedang mini konser di depan, kita lihat saebentar yuk kak" ucap maira sambil melempar senyum ke arah bram
"iya deh ayo, semua hanya untuk kamu hari ini, kakak akan turutin semuanya" jawab bram sambil senyum juga ke maira
bram dan maira keluar dari ruangan dengan bergandengan tangan, mereka tanpa sadar kalau semua mata kini tertuju ke arah mereka, bahkan banyak mahasiswa dan dosen yang tidak suka dengan itu semua.
karena memang bram adalah idola para kaum hawa di kampus bahkan mahasiswa dan dosen perempuan banyak yang menyimpan hati unyuk bram. sedangkan maira, walau baru pertama kali datang ke kampus dia sudah berhasil menghipnotis mata dan perasaan para jomblowan di kampus tersebut.
tapi mereka tidak menganggap itu sebagai halangan, mereka masih terus berbicara dan tertawa dengan bergandengan tangan tanpa menghiraukan yang lain. setelah sampai di halaman fakultas yang sangat luas, maira dan bram mendekat ke arah mini konser tersebut.
"apa ada yang mau menyumbangkan lagu" ucap vokalis band tersebut
"kak tunggu di sini bentar yah aku mau nyanyi di depan" ucap maira pada bram, sedangkan bram hanya terngah ngah mendengar itu
maira mendekat ke anak band tersebut, untuk bilang judul lagu yang akan di nyanyikan maira, semua penonton bertepuk tangan dengan sangat meriah waktu itu.
"oke mari kita sambut maira dengan lagu kedua kalinya dari sherly sheinafia" kata pembawa acaranya
"oke yang bisa nyanyi ikutan nyanyi yahh" kata maira
***
Sudah lama 'ku dan dia berpisah
Rupanya hati masih saja terluka
'Ku memilih untuk sendiri
Hanya bisa berharap tak terulang lagi
Jatuh hatiku yang pertama
Sempat buat kukecewa
Dan meragukan jatuh cinta
Sementara 'ku akan terlepas
Dari hubungan asmara
'Ku belum siap terjatuh
Untuk kedua kalinya
Sudah, sudahlah
Kuyakinkan ragaku
Kau sebatas kenangan
Dari aku yang dulu
'Ku memilih untuk sendiri
Berupaya tak mengingat dia lagi
Jatuh hatiku yang pertama
Sempat buat kukecewa
Dan meragukan jatuh cinta
__ADS_1
Sementara 'ku akan terlepas
Dari hubungan asmara
'Ku belum siap terjatuh
Untuk kedua kalinya
Aku tak mau disakiti
Percuma hatiku berani
Aku tak mau disakiti
Dan terjatuh
Untuk kedua kalinya
Untuk kedua kalinya
Untuk kedua kalinya
***
"terimakasih" ucap maira sambil senyum ke arah bram
penonton saat itu memberikan tepuk tangan untuk maira, karena suara dia benar benar bagus, bahkan semuanya kini berteriak lagi lagi lagi
maira menatap ke arah bram yang, dari tadi diam sambil tersenyum melihat penampilan maira. bram juga memberikan kode setuju kalau maira menyanyikan lagu satu kali lagi
"oke... saku kali lagi yahhh, Pupus dari Hanin Dhiya" ucap maira dan musik pun mulai di mainkan
***
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kau pun mau
Aku mencintaimu
Lebih dari yang kau tahu
__ADS_1
Meski kau takkan pernah tahu
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku
***
setelah menyanyikan lagu keduanya, maira langsung turun dari panggung dan dia kembali menghampiri bram yang lagi duduk di bangku depan.
banyak sekali mahasiswa yang meminta foto dan tanda tangan maira saat itu, bahkan maira sendiri sangat kewalahan karena di kerubuti sama anak-anak kampus.
tiba tiba bram menarik tangan maira untuk pergi dari kerumunan iti, karena jujur dia sangat tidak suka saat melihat maira di perhatikan sama banyak orang. bahkan dia merasa tidak rela kalau foto maira berada di ponsel banyak orang.
"kakk... ihhh kenapa main tarik aja sih, aku kan masih ingin melihat konser itu" ucap maira pada bram
"ohhh kamu seneng yah kalau kamu fi kerubuti sama laki laki di sana gitu, dan kamu bangga kalau foto kamu berada di ponsel mereka. ohhh yah sudah sana kembali aja sendiri" jawab bram dengan ketus
"ihhh kok marah sih.... jangan marah dong, nanti cepat tua loh.... he he he he iya sudah mana ponsel kakak," ucap maira sambil meminta ponsel bram
"buat apa minta ponsel kakak" tanya bram
"iya sini in dulu... ahhh lama, sini... sekarang kakak fotoin aku yah... pakai ponsel kakak" ucap maira sambil berpose di depan bram
"enak aja, foto aja sendiri, kan kamu yang mau foto" ucap bram
"ihhhh aku buang ni ponselnya, aku buang ni... " jawab maira dengan gerakan seakan akan mau melempar ponselnya bram
"ehhhh ehhh sini sini kakak fotoin" ucap bram sambil merebut ponselnya dari maira
"satu kali aja yah..." ucap bram
"iya satu aja" jawav maira
1 2 3
"mana mana lihat aku kak" ucap maira
"ihhh bagus banget, yah sudah jangan di hapus yah kak. kalau kakak lagi sedih lihat aja foto aku ini dan kakak panggil nama lengkap aku pasti kakak akan tersenyum kembali" ucap maira
"yahhh sudah ayo jalan.... jangan diam di sini terus, ayo ke parkiran" jawab bram
"ayo" jawab maira
mereka berangkat jalan jalan, bram mengajak maira ke taman hiburan yang dulu pernah mereka datangi berdua. karena di tempat itulah pertemuan terakhir bram dengan maira, karena di sana bram cerita kalau dia sedang suka dengan perempuan lain, dan di saat itulah maira malamnya memutuskan untuk pergi dari kehidupan bram.
bram sangat menyayangi maira, bahkan bram rela melakukan apa saja untuk maira. bahkan orang tua bram juga sangat sayang sama maira, mereka selalu ingin kalau mairalah yang akan menjadi menantunya kelak.
tapi setelah kepergian maira, orang tua bram tidak mau mengungkit apapun tentang maira, karena mereka takut kalau bram akan menjadi sedih.
bram dan maira berencana untuk ngerjain ramma dan satria, karena bram juga ingin sekali kali menggoda kedua sahabatnya itu. senyum di wajah bram kini mulai bisa terlihat kembali setelah kedatangan maira di siainya lagi.
__ADS_1