
reno dan adinda berjalan jalan jalan untuk berkeliling perkebunan dengan santai, karena ada banyak yang ingin reno katakan sama adinda
"kak... kita naik ke rumah pohon yang ada di tengah kebun itu yokk" ucap adinda dan dia langsung berlari naik ke atas rumah pohon
"dinda.... tunggu" ucap reno yang ngejar adinda
"din... kamu bisa jelaskan tidak, apa yang terjadi semalam " tanya reno
"emang apa yang kakak ingat sama, kejadian tadi malam... tidak mungkin kan tiba tiba kakak hilang ingatan begitu saja" jawab adinda
"yah kakak ingat itu, kemarin kakak dan rendy ngejar arjuna dan ariel yang keluar rumah tapi kita kehilangan jejak, dan kita di tawari minum sama beberapa warga, dan setelah itu kakak tidak ingat lagi" ucap reno
"kakak mabuk tadi malam, kakak sangat menyusahkan sekali, bahkan kakak membuat aku tidur sambil duduk tadi malam" jawab adinda
"maafin kakak yah... kakak benar benar ceroboh, sebagai permintaan maaf kakak, besok kamu boleh minta apapun deh sama kakak, kakak tidak akan menolak" ucap reno sambil memegang tangan adinda
"tidak usah sayang.... lagian kakak kan pacar aku, dan calon suami ku, itung itung belajar kalau nanti adinda jadi istri kakak" jawab adinda sambil melempar senyum ke reno
"kamu bilang apa tadi din.... kamu bisa ulangin tidak" ucap reno
"ihhh ngapain pakai di ulang sih... kakak kan denger tadi... emang kakak tidak setuju yah.... " jawab adinda
"kakak setuju banget.... beneran kakak setuju.... tapi apa yang membuat kamu mau menerima kakak sebagai pacar kamu, dan kamu melupakan syarat itu" tanya reno
"dinda tidak melupakan syarat itu, tapi dinda fikir... mereka semua pasti juga sudah setuju kalau kakak jadi pacar dinda, trus tadi malam kata kata kakak yang mampu membuat adinda merasa bersalah banget karena terlalu lama tidak memberikan kepastian sama kakak" jawab adinda
"kata kata kakak.... kata kata yang mana, kenapa kakak tidak ingat," ucap reno
"kakak tidak perlu ingat, dinda cukup senang, karena kata kata itu keluar saat kakak saat tidak sadar, jadi adinda yakin kalau itu kata kata kakak yang paling jujur" jaqab adinda
"berarti... kita pacaran yah sekarang" ucap reno
"maunya kakak bagaimana" tanya adinda
__ADS_1
"pacaran dong.... yayyyy akhirnya adinda pacar gue.... yeyyyy" ucap reno sambil melompat kegirangan
"kakak.... awas... bisa roboh rumah pohon ini kalau kakak lompat lompat... jangan dong.... udah udah kita turun aja... jangan lompat lompat seperti ini" ucap adinda yang langsung turun karena takut kalau rumah pohonnya rubuh
"dinda... tungguin kakak" reno yang juga langsung turun
adinda kini lari dan di kejar sama reno, jadi mereka main lari larian berkeliling perkebunan teh, beberapa pegawai yang melihat mereka ikut merasakan kebahagiaan mereka.
"kak... kita ke air terjun ayoh... kita main air di sana" ucap adinda
"ayo sayang... apa sih yang enggak buat pacar kakak ini" jawab reno
"kak tapi kalau di kampus... kita bersikap biasa aja yah... jangan buat orang curiga, kalau tidak ada orang terserah kakak mau panggil aku apa, tapi kalau ada teman teman... jangan panggil aku dayang atau sejenisnya, bisa heboh satu kampus" ucap adinda
"iya... kakak akan nurut, kakak tidak akan publikasi hubungan kita, sampai kamu siap" jawab reno
******
indah dan rendy juga berjalan ke air terjun, ariel dan arjuna juga ingin pergi ke air terjun. dan secara tidak sengaja mereka saling bertemu di jalan.
"ehhh dinda... kak reno... kita mau ke aor terjun, sudah lama tidak melihat air jatuh dari atas ke bawah" jawab arjuna
"yaiyalah... namanya juga air terjun, kalo dari bawah ke atas, itu namanya air mancur" jawab adinda sambil sedikit ngegas
"ehhh santai dong din jangan ngegasa gitu... ha ha ha ha " jawab ariel sambil tertawa
"loh kalian mau ke air terjun juga?" tanya rendy yang baru saja tiba bersama indah
"iya kak... kakak juga mau kesana" jawab ariel
"iya riel... yah sudah kalau begitu kita bareng bareng aja... kita mengabadikan moment di sana bersama sama" jawab rendy
mereka berangkat bersama sama ke air terjun, yang ada di dekat tempat tinggal mereka. mereka berjalan melewati desa, dan saat bertemu dengan warga lain mereka juga saaling menyapa.
__ADS_1
*******
karena mereka terlalu bersemangat dan bersenang senang, jadi tanpa sadar adinda menabrak seorang perempuan yang berjalan di depan dia.
"aduhhh maaf maaf... saya tidak sengaja" ucap adinda saat menabrak orang lain
"dinda... kamu tidak apa apa kan... " ucap reno dan membantu adinda untuk bangun
"tidak kak... tidak apa apa kok" jawab adinda
"hehhhhh.... kalau jalan pakai mata dong, main tabrak orang aja" ucap perempuan yang di tabrak adinda
"ehhh mbak... maaf yahh adik saya kan tadi sudah minta maaf kenapa kamu masih marah marah... bahkan yang jatuh juga adik saya, terluka juga adik saya, tapi kenapa kamu yang marah marah" ucap rendy yang mencoba membela adinda
"sudah sudah kak... jangan di ladenin, biarkan saja... kita lanjut saja ke air terjun" ucap adinda yang mencoba menengaih
"ehhh cewek kota... jangan sok baik deh kamu.... aku yakin anak kota seperti kamu itu hanya bisa menyusahkan orang tua, bisanya main main aja, tidak mau membantu orang tua, dan hanya tahu caranya minta uang tanpa tahu susahnya cara mencari uang bagaimana" ucap perempuan desa itu
"ini anak... mulutnya benar benar tidak bisa di jaga yah... mau apa sih dia... kok malah cari masalah " ucap arjuna yang mulai kepancing
"sudah sudah... biarkan aku aja yang ngeladenin dia, dia hanya ingin mencari perhatian dari kita aja. yah sudah biar aku kasih permintaan dia" ucap adinda
adinda langsung maju ingin menghadapi perempuan itu, dan dia ingin tahu sebenarnya apa yang perempuan itu mau.
"trus... mau kamu apa, apa kamu iri sama aku, secara aku bisa melakukan semua yang kamu tuduhkan itu, tapi kamu kan tidak bisa yah... jadi apa kamu iri melihat keberuntungan orang lain" ucap adinda dengan santai
"siapa yang iri.... kamu tahu... aku adalah anak dari ketua RT di desa ini, dan kamu itu hanya tamu, jadi seharudnya kamu bisa hormat sama aku" ucap anak ketua RT itu
"hahhh hormat... kenapa aku harus hormat sama kamu, kamu memang anak ketua RT sini, tapi perlu kamu ketahui, setengah dari desa ini adalah perkebunan yang dimiliki keluarga dirgantara, dan aku adalah putri dari keluarga dirgantara, perekonomian warga desa juga rata rata dari perkebunan itu, jadi jika aku minta papi ku untuk menjual semua perkebunan ini, bisa apa kamu anak ketua RT, emang bisa kamu menghidupi semua warga kampung sini" ucap adinda
"kamu mengancam saya... " ucap anak ketua RT
"emang ada kata kata yang mengancam yah dari aku.... itu perasaan kamu aja mungkin, jadi saran aja yah... kamu berfikir baik baik, jangan asal bicara, karena ilmu kamu itu belum ada apa apa nya dibanding aku" ucap adinda
__ADS_1
dan setelah itu, adinda mengajak semua keluarganya buat melanjutkan perjalanan, ke air terjun