
maira langsung ke dapur untuk mencuci dan mengupas buah kedongdong yang sudah dia petik tadi. maira dengan sangat lahap makan buah tersebut, sehingga membuat vita yang melihat ikut merasakan asam di mulutnya.
"Ra... emang enak yah... makan kaya begitu " tabya vita pada maira yang sedang lahap
"lohhh neng maira makan apa, kok lahap banget" tanya bi sumi pada vita
"dia makan kedondong muda bik... tau tuh, dari cara makan dia... kaya orang hamil yang sedang ngidam" jawab vita
"iya neng, bibik jadi ingat sama neng vita, yang dulu sampai naik ke atas pohon mangga untuk memetik sendiri buahnya, sampai sampai neng vita nangis karena tidak bisa turun" ucap bi sumi
"ahh bibi... masih ingat saja, malu tahu, tapi emang yah bik, kalau lagi ngidam itu tidak bisa di cegah, yah persis kaya maira ini" jawab vita
"jangan jangan emang benar neng, neng maira sedang hamil muda, dan dia sekarang lagi hamil" ucap bik sumi
"aku juga tidak tahu bik... maira bilang sih tidak" jawab vita
"Assalamualaikum " ucap ratih dan willy yang baru sampai rumah
"waalaikum salam, mama papa baru pulang, vita fikir sudah pulang dari tadi" ucap vita sambil mencium tangan mama dan papanya
"iya kita baru pulang, tadi nemenin rendy dulu sampai sekolah nya masuk, dia tidak mau di tinggal" jawab ratih
"ma... vit... papa ke kamar dulu yah " ucap willy pada mereka, vita dan ratih menganggukan kepala
__ADS_1
"ma... ligat deh maira... " ucap vita sambil nunjuk maira yang sedang duduk di meja makan sambil memakan buah kedondong
"lohh maira makan apa itu, kok kayaknya lahap banget, bahkan dia tidak sadar kalau ada mama di sini yang lihatin dia" tanya ratih yang penasaran
"itu yang dimakan maira, buah kedondong muda ma, tadi dia nyuri di depan rumah orang. trus setelah itu di makan sama dia dengan sangat lahap seperti itu " jawab vita
"apa nyuri.... kok bisa, gimana ceritanya" tanya ratih yang semakin penasaran
"jadi gini ma... tadi vita dan maira berencana untuk jalan jalan pagi sampai ke taman komplek, tapi di tengah jalan maira lihat pohon kedondong yang berbuah lebat, tapi buahnya itu masih kecil kecil banget. trus maira tiba tiba ingin mengambil buah itu, awalnya sih kita mau ijin sama yang punya rumah, tapi kayaknya yang punya sedang pergi, jadi rumahnya kosong"
"vita tadi sudah ngasih saran kalau lebih baik beli saja di pasar kan banyak, tapi maira nya tidak mau, dia tetap ingin makan buah itu, jadi dengan terpaksa vita biarin maira memetik buah itu dengan cara di lempar batu, dan tadi batu terakhir yang di lempar maira malah kena kepala orang. untung saja orang nya tidak ngejar kita, jadi masih aman" penjelasan vita pada mama ratih
"hahh apa... trus kalian sudah minta maaf sama orang itu, kan kasihan kalau parah bagaimana" ucap ratih
"Ya Allah nak... ada ada aja sih ulah kalian berdua. semoga saja bapak itu tidak apa apa, walaupun benjol di kepalah itu termasuk sakit juga vita" ucap ratih
"tapi vit yah... kalau mama lihat maira yang seperti itu, mama jadi ingat sama kamu yang awal awal hamil itu. mama curiga kalau maira sedang hamil juga" ucap ratih pada vita
"vita dan bik sumi tadi juga punya pemikiran yang sama kaya mama ini, tapi vita takut kalau ini hanyalah hal biasa saja, dan saat kita cerita sama semua orang tapi ternyata maira tidak sedang hamil kan bisa membuat semua orang kecewa " jawab vita
"iya juga sih... yah sudah kalau begitu, kita cari tahu hal ini lebih lanjut, kita lihat hari hari maira, apa keanehan dia semakin bertambah atau hanya cuma hari ini saja keanehan dia" ucap ratih
"iya mam... vita setuju, lebih baik kita lihat perkembangan maira dulu. dan kalau tanda tanda maira mengarah ke hamil, nanti kita ajak maira untuk tes kehamilan, tapi jangan bilang sama semua orang dulu, cukup kita saja yang tahu" jawab vita dan mereka verdua tos dan setelah itu mereka pergi ke kamar masing masing, mereka tidak mau mengganggu maira yang sedang asik makan.
__ADS_1
******
vita memasuki kamar yang akan di tempati sama calon anak nya, dia menata nata lagi dekorasi kamar, dan memasang beberapa mainan di tembok kamar. dia juga sedang menata beberapa boneka yang dia pilih untuk menghiasi tempat tidur dan juga almari kaca yang ada di sana.
kamar bayi tersebut memiliki pintu yang bisa langsung menuju ke kamar rendy, jadi rendy kalau mau main atau tidur bersama adik bayinya dia tidak perlu keluar kamar dulu, karena di dalam kamarnya ada pintu yang langsung menuju ke dalam kamar sebelah.
vita sangat betah berada di kamar bayi tersebut, bahkan tidak jarang vita malah ketiduran di atas tempat tidur yang ada di kamar bayi itu. karena ramma menyiapkan ranjang besar untuk vita bisa menyusui putrinya di dalam sana, dan jika putrinya sudah besar, biar dia bisa langsung menempati kamar itu sebagai kamar pribadinya.
"aduh.... perut ku... kenapa sakit banget, apa aku melahirkan sekarang, kayaknya tidak deh... kandunganku masih delapan bulan lebih dikit dan belum genap sembilan bulan.... aduh... ini sakit banget " ucap vita yang langsung duduk sambil memegang perutnya yang terasa sakit
"mama..... papa..... maira.... tolong.... " teriak vita pada semua orang yang ada di rumah
karena tidak ada yang mendengar iti, vita mencoba berjalan sedikit sampai ke telpon yang tersedia di atas meja, vita langsung menghubungi nomer rumah yang ada di lantai bawah.
"iya Assalamualaikum dengan siapa saya bicara" ucap bi sumi yang mengangkat telpon tersebut
"bik.... bik tolong vita bik.... perut vita sakit sekali sekarang, jangan jangan vita akan melahirkan bik... " ucap vita sambil mengatur nafas dia
bik sumi yang mendengar itu, dia langsung memeanggil ratih, willy dan maira untuk melihat keadaan vita, dan bik sumi juga menyuruh supor untuk siap siap berangkat ke rumah sakit.
ratih dan semua keluarga langsung berlari melihat vita di lantai atas, dan saat pintu kamar bayi itu di buka, vita sudah lemas dan dia sudah berkeringat karena menahan sakit di perut dia.
willy dan ratih langsung memapah vita untul di bawah dulu ke rumah sakit, sedangkan maira sedang membereskan baju baju vita dan ngasih kabar ke ramma dan semuanya.
__ADS_1