Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 9


__ADS_3

“Tuan saya mau pulang sekarang, karena dari kemarin saya elum pulang dan sekarang sudah sore, jadi saya harus pulang, kalau tidak saya akan kena marah keluarga saya” ucap Vita


“Yah baiklah aku akan antar kamu pulang sekarang” jawab Ramma


“Apa tuan yakin mau mengantar saya pulang, rumah saya sangat jelek tuan, apa tuan tidak malu jika tuan datang ke rumah orang miskin seperti saya” tanya Vita


“Saya calon suami kamu Vita, sudah sepantasnya saya datang menemui orang tua kamu untuk meminta restu mereka jika saya ingin menikahi putri mereka” ucap Vita yang berhasil membuat Vita tersentuh


“Baiklah tuan, saya tidak akan menggalangi tuan, apa kita bisa berangkat sekarang?” tanya Vita yang dibalas dengan enggukan Ramma


Ramma dan Vita berangkat ke rumah orang tua angkat Vita untuk meminta restu kepada kedua orang tua Vita, walaupun Ramma tau dari pak Budi kalau orang tua Vita memiliki sifat yang jelek tapi Ramma ingin melihat itu dengan kedua matanya, jika memang kelakuan orang tua Vita sudah tidak bisa di tolerin lagi, maka Ramma akan mengambil Vita dan melarang Vita bertemu dengan orang tua angkatnya lagi.


Akhirnya mobil Ramma sudah berhenti di depan gang kecil yang mengharuskan sih pemilik mobil turun dan berjalan untuk masuk ke gang tersebut, mau bagaimana lagi itu yang harus Ramma lakukan untuk sampai di rumah Vita. rumah Vita sudah tidak jauh lagi, bahkan sudah terlihat dengan jelas rumah sederhana berwarna putih dengan lantai yang berwarna hitam.


“Kamu masuk dulu, nanti saya akan menyusul kamu, saya mau menerima telpon dari rekan bisnis saya” ucap Ramma yang dengan sengaja ingin Vita pergi duluan, agar orang tuanya bisa menunjukan sifat yang sebenarnya


“Baik tuan, saya akan duluan” jawab Vita sambil senyum dan mulai berjalan ke rumahnya


******


“Assalamualaikum” ucap Vita pada seorang ibu-ibu yang tengah menyuapin putrinya makan


“DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI, TIDAK TAU TERIMAKASIH, MASIH BERANI KAMU PULANG KESINI HAHHHH” ucap ibu angkat Vita yang bernama ibu Yeni


“Maaf ibu, Vita bisa jelaskan semuanya” ucap Vita sambil menunduk


“SAYA EMANG DARI DULU TIDAK SUKA SAMA KAMU YAH... DAN APALAGI DENGAN KELAKUAN KAMU INI, SAYA JADI LEBIH BENCI SAMA KAMU, SEKARANG MANA UANG YANG KAMU DAPATKAN DARI KERJA HAHHH MAN CEPET SINI IN” ucap bu Yeni sambil terus memukul vita dan mendorong Vita hingga Vita jatuh ke tanah


“Ini gaji terakhir Vita bu, Vita di pecat dari tempat kerja Vita bu” jawab Vita sambil memberikan uang yang dia pegang


“APA DI PECAT.... KAMU BODOH ATAU BAGAIMANA SIH KAK VITA, SAMPAI BISA DI PECAT. KALAU KAMU DI PECAT, NANTI SIAPA YANG AKN NGASIH UANG SAMA AKU, TRUS KALAU AKU MAU BELI BAJU BAGAIMANA” ucap adik Vita yang bernama Reni

__ADS_1


Ibu Yeni tambah marah lagi saat mengetahui kalau Vita di pecat dari rumah makan tempat dia bekerja, jadi dia langsung menarik rambut Vita dan terus menjambaknya sampai Vita benar-benar teriak kesakitan tapi mereka tidak juga melepaskan Vita.


“Ampun buu....ampunnn, ampuni vita bu....sakit bu..sakit... lepasin vita bu Vita mohon sakitttt” ucap Vita sambil


menangis karena dia sudah tidak bisa membendung rasa sakit di kepalanya


Ramma yang melihat kejadian itu, sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dia tidak sanggup melihat perlakuan kasar yang di terima Vita dari ibu dan adik angkatnya, apalagi melihat Vita hanya bisa berteriak minta ampun dan minta maaf tanpa Vita berani membalas perbuatan dari ibunya itu.


“STOPP” teriak Ramma


“Kalau kalian masih melakukan itu saya tidak segan-segan lapor ke polisi, atas tindakan penganiyayaan” ucap Ramma lagi


“HEHHHH siapa kamu, jangan ikut campur sama urusan keluarga kami, lebih baik kamu pergi sekarang, jangan sok jadi pahlawan kesiangan” ucap bu Yeni


“Saya berhak ikut campur disini, karena saya calon suami Vita. Jadi sudah menjadi kewajiban saya untuk melindungi calon istri saya” ucap lantang Ramma yang membuat orang yang mendengarnya ikut terkejut


“Saya akan memawa Vita pergi dari rumah ini sekarang juga, anda tenang saja, saya akan melunasi semua hutang anda, dan saya juga akan memberika anda uang dengan nominal yang tidak pernah anda bayangkan” ucap Ramma lagi


“Ohhh baiklahh kalau begitu, kamu bisa membawa anak sialan ini pergi sekarang juga” ucap bu Yeni


Vita dan Ramma pergi ke kamar milik Vita yang berada di belakang sendiri dan hanya di tutupin sama kain sebagai pintu dan itu sudah terlihat sangat usang, setelah masuk ke kamar yang ada di fikiran Ramma itu bukanlah kamar melainkan gudang yang sangat kumuh dengan kardus yang bertumpuk, dan kasur lipat di lantai, sangat jauh sekali dari kata layak untuk di tinggali.


“Kenapa tuan? Anda sepertinya sangat terkejut melihat kamar saya, apa anda malu sekarang memilih saya sebagai seorang istri” ucap Vita dengan senyum tipis di bibirnya


“Saya hanya heran kenapa kamu betah tinggal di sini? Padahal tempat ini tidak layak untuk ditinggali” jawab Ramma


“Saya tau tuan, tapi ini kamar yang orang tua saya kasih untuk saya, jadi saya harus nyaman tinggal disini lagian saya bahagia disini karena saya masih merasa punya keluarga di sini yahhh walaupun mereka tidak menganggap saya keluarga mereka he he he he” ucap Vita sambil mencoba untuk tersenyum


“Saya heran sama kamu, kamu itu benar-benar bodoh atau sudah gila, di dalam situasi seperti ini kamu masih bisa tersenyum” ucap ketus Ramma


“Tuan...tuan apa anda ingin melihat saya terus menangis, saya tertawa di bilang gila, saya menangis pun tidak boleh, trus saya harus bagaimana, dasar tuan aneh” ucap ledek Vita

__ADS_1


“KAMU BILANG APA TADI” ucap Ramma sambil melotot ke arah Vita yang lagi membereskan baju


“Saya bilang kalau tuan itu baik, pengertian, dan sangat bijaksana” ucap Vita sambil menjulurkan lidahnya ke arah Ramma dan saat Ramma melihat Vita langsung tersenyum kembali


“Sudah ayo... kita pergi tuan” ucap Vita pada Ramma


“Pergi kemana Vita? apa kamu sudah tidak sabar ingin menyandang status nyonya Dirgantara ” goda Ramma ke Vita


BLUSSS seketika wajah Vita berubah merah karena menahan malunya


“TUANNNNN.....” dengan nada kesal dan mulut yang manyun


“Sudah...sudah, saya Cuma bercanda, ayo kita pergi dari sini, dan ingat kamu tidak usah datang kesini lagi, MENGERTI” ucap Ramma sambil menarik tangan Vita, dan Vita hanya diam saat tangannya di gandeng sama Ramma.


*********


“Assalamualaikum” ucap Ramma


“Waalaicum calam” ucap Rendy saat tau kalau papinya datang


“Papi.... mami Vita dimana yah, kok tidak ada di lumah, apa Lendy buat salah sama mami, sampai mami pelgi ninggalin Lendy, piiii cali mami Vita piii. Lendy mau mami Vita ada di sini” ucap Rendy dan air matanya sudah menetes


“Mami disini kok sayang, mami juga tidak marah sama Rendy” ucap Vita yang langsung datang menghampiri Rendy dan Ramma


“Mamiiii.... Lendy pikil mami malah sama Lendy, mangkanya mami pelgi dali lumah” ucap Rendy sambil masih terus menangis


“Mami mana bisa marah sama Rendy coba, sudah jangan nangis lagi. Tadi mami pergi untuk mengambil baju-baju mami, mami mau menikah sama papi jadi mami akan terus tinggal di sini sama Rendy, dan mami akan selalu temanin Rendy setiap saat” ucap Vita


“YEYYYYY LENDI SUDAH PUNYA MAMI, LENDY SAYANG SAMA MAMI VITA” teriak rendy sambil mencium pipi Vita


“Jadi sekarang Rendy sudah tidak sayang sama papi? Papi jadih sedih kalau begini” ucap ramma sambil memasang wajah sedih

__ADS_1


“Lendi juga sayang sama papi, dan Lendy juga sayang sama mami, Lendy sayang kalian” ucap Rendy sambil memeluk dan mencium mami dan papinya


Untuk saat ini Vita tidur di kamar Rendy sampai dia benar-benar sah menjadi istri Ramma baru dia akan tidur di kamar Ramma, yahh walaupun hanya Cuma tidur, yang penting Vita bisa merasakan kalau dia adalah seorang istri dan Vita juga akan mencoba mencintai suaminya, walaupun suaminya tidak mencintainya yang penting Vita mencoba untuk menjadi istri yang baik buat Ramma.


__ADS_2