
Vita telah sampai di hutan yang dimaksudkan penelpon itu, tadak banyak fikir vita langsung masuk ke dalam hutan tersebut untuk mencari rendy, dan vita juga selalu meneriaki nama rendy.
“Rendy!!!! Kamu di mana nak, ini mami sayang” teriak vita
“rendy..apa kamu dengar mami sayang” teriak vita lagi sambil terus berjalan ke depan
Drett..drett...dret... (ponsel vita bergetar)
Vita : hallo siapa ini
X : akhirnya kamu datang juga
Vita : sekarang saya harus kemana, dimana anak saya
X : sekarang kamu dengar baik-baik telinga kamu yah perempuan buta, akan ada suara tepuk tangan yang akan menjadi tanda kamu harus berjalan kemana, kalau 10 menit kamu tidak datang, dengan sangat terpaksa kamu harus bilang selamat tinggal pada anak mu sekarang juga
Vita : tolong jangan sakitin rendy, baik saya akan ikutin semua mau kamu
X : (mami lendy takut mi, dia tante jahat mi, lendy takut) kamu sudah dengar suara putra kesayangan kamu ini kan, sekarang semua keputusan ada di kamu. Selamat berjuang yah perempuan buta.
******
“permisi mbak, apa pak ramma ada di dalam” ucap pak asep ke pada mila seketaris ramma
“bapak ini siapa yah, apa sudah ada janji sama pak ramma” jawab mila
“saya asep mbak, supirnya nyonya vita istri pak ramma, ini keadaan genting mbak, saya harus segera sampaikan ke pak ramma” ucap pak asep dengan ngos-ngosan
Ramma yang mendengar keributan di luar ruangannya memutuskan langsung ke luar kerena samar-samar mendengar nama vita di sebut.
“pak asep, bapak kenapa ke sini trus dimna istri saya” tanya ramma
“tuan, sekarang tuan ikut saya sekarang, ini ada hal yang sangat penting tuan. Saya tidak bisa jelaskan di sini, saya akan jelaskan nanti di mobil” ucap pak asep yang semakin panik
Akhirnya ramma mengikuti keinginan pap asep, dan mereka langsung berlari ke dalam parkiran, dan pak sep juga meminta pak doni supir ramma untuk menghubungi
polisi dan mengajaknya ke hutan xxxx.
“pak asep sekarang jelaskan sama saya ini sebenarny ada apa” tanya ramma yang semakin panik
“aden di culik tuan, dan tadi penculiknya meminta nyonya untuk datang ke hutan xxxx sendirian, kalau tidak aden akan di bunuh tuan” jelas paka asep
“apa sekarang berarti vita sudah ada di hutan itu” tanya ramma
“iya tuan, tadi nyonya meminta saya untuk menjemput tuan dan menyusul ke hutan itu, biar penculik itu mengira kalau nyonya benar-benar datang sendiri” jawab pak asep
“ya ampun vita, kenapa kamu tidak menghubungi aku dulu sih, kenapa kamu selalu menyampingkan keselamatan diri kamu sendiri sih, ya Allah lindungi istri dan anak hamba ya Allah” ucap ramma dengan penuh kecemasan
__ADS_1
*******
“hebat kamu yah perempuan buta, bisa kamu sampai di sini” ucap X pada vita
“siapa kamu, kenapa kamu ingin menghabisi rendy” ucap vita
“ha ha ha bukan hanya rendy saja vita, tapi kamu juga akan saya habisi, ha ha ha ha” ucap X dengan tertawa bangga
“punya sakah apa kita sama kamu, kenapa kamu mau membunuh kita, sekarang dimana rendy” ucap vita
“tenang dong dia masih hidup kok, jadi jangan khawatir” ucap X
“cepat mana rendy, kenapa saya tidak bisa mendengar suara dia” ucap vita yang sudah marah
“bawa anak itu kesini” teriak X pada anak buahnya
“mami!!!!” teriak rendy yang langsung memeluk vita
“rendy kamu tidak apa-apakan sayang, apa mereka melukai kamu nak” tanya vita ke rendy
“tidak mi, lendy takut sama tante jahat itu mi, dia malahin lendy dari tadi” ucap rendy ke vita
“cukup!!! Jangan banyak omong kamu perempuan buta, heiii kalian semua, lempar mereka ke jurang ini” teriak X kepada anak buahnya
“tolong jangan, tolong jangan, jangan sakitin kami” ucp vita yang langsung menggendong tubuh rendy
“iya mami” jawab rendy
“jangan mendekat kalian, jangan mendekat, pergi kalian semua” teriak vita sambil melempar tongkatnya ke arah orang suruhan X
“Sekarang!!!” teriak X
“awwwuuu....ahhhh” teriak vita dan rendy yang langsung terperosok ke dalam jurang, dan vita tetap memeluk tubuh rendy dengan sangat erat, vita juga mencoba menutupi kepada rendy agar tidak terbentur benda keras di sekitar mereka.
Vita harus menahan rasa sakit yang terus menggores tubuhnya, dan kepala vita juga sudah terbentur banyak sekali ranting yang ada di jurang tersebut. tapi vita masih berusaha mempertahankan kesadarannya agar rendy tidak terluka parah lalu terlepas dari pelukannya, dan akhirnya tubuh vita dan rendy sampai ke dasar jurang, dengan luka yang sangat banyak di kepala dan juga tangan dan kaki vita, sedangkan rendy pingsan tapi tidak ada luka yang parah, Cuma kaki dan tangan rendy yang sedikit tergores.
“rendy!!! Bangun sayang” ucap vita sambil menggoyang-goyangkan tubuh rendy
“rendy mami mohon sayang bangu, jangan buat takut mami nak” ucap vita lagi
Dan rendy mulai membuka matanya, dan langsung memeluk vita, karena dia masih sangat takut dengan kejadian tadi, aapa lagi saat di dorong ke jurang, dan dia mendangar suarah rintihan maminya tapi masih bisa mempertahankan tubuh rendy dalam pelukannya.
*******
Ramma : pak udin, segera kasih semua bukti itu ke kantor polisi. Jangan biarkan mereka semua bisa hidup dengan bebas (ucap ramma dalam sambungan telpon dengan pak udin)
Pak udin : iya saya akan lakukan semuanya pak,
__ADS_1
Ramma : jangan biarkan mereka semua kabur, tutup semua jalur darat, laut, dan udara. Jaga ketat semuanya, kalau ada cela sedikitpun untuk mereka kabur jangan harap hidup pak udin dan keluarga pak udin bisa bahagia (dengan nada mengancam)
Pak udin : iya pak, saya akan
mengerahkan semua anak buah saya untuk menyelesaikan kasus ini, saya sudah berkerja sama dengan polisi dan TNI untuk menutup semua jalur
Ramma : bagus, dan seret mereka semua ke kantor polisi dan pastikan kalau mereka semua akan di hukum seumur hidup di dalam penjara
Berkat bantuan ratih dan willy, ramma bisa dengan mudah mencari siapa pelaku, mulai vita terserempet motor, jatuhnya dahan pohon dan yang terakhir ini penculikan rendy yang mengarah pada pelaku itu.
Flashback On
Willy dan ratih langsung curiga kalau kejadian yang menimpa vita itu adalah hal yang di sengaja, dan mereka akan melakukan pencarian bukti tentang semua kejadian itu. Willy langsung menghubungi anak buah kepercayaannya untuk melakukan pencarian bukti di lokasih terjadinya perkara.
Tuttt...tutt....tut....(nada sambung telpon)
Willy : hallo seno, saya ada kerjaan penting buat kamu, sekarang kamu datang ke rumah sakit xxxx temui saya sekarang
Seno : baik tuan saya akan segera kesana sekarang
Willy : bagus, saya tunggu kamu di ruang VIP nomer 26 sekarang juga (willy langsung mematikan sambungan telpon tersebut)
“bagaimana pa, apa seno bisa kesini” tanya ratih pada suaminya willy
“bisa kok ma, kita tunggu dia datang” jawab willy
“ma, pa, apa kalian memanggil pak seno untuk menyelidiki kasus ini?” tanya ramma yang mendengar itu semua
“iya ram, mama tidak akan membiarkan semua ini terjadi lagi, apa lagi sampai membuat menantu mama seperti itu. Mama dan papa tidak akan biarkan pelakunya bebas berkeliaran di sana” ucap ratih
“papa juga akan memastikan kalau pelakunya akan di hukum dengan sangat berat, dan semua keluarga pelaku akan mendapat imbas dari kejadian ini, sampai mereka berlutut dan mencium kaki vita untuk minta maaf” ucap willy dengan nada yang penuh dendam
“ramma setuju dengan kalian, ramma juga akan memanggil pak udin orang kepercayaan ramma untuk ikut bersama pak seno dalam menjalankan tugas ini” ucap ramma yang langsung di setujui sama ratih dan willy.
Ramma langsung menghubungi pak udin dan menyuruhnya untuk segera datang ke rumah sakit, karena ada tugas yang sangat penting. Tanpa banyak bicara pak udin langsung berangkat dan menemui ramma, dan saat masuk ke dalam rumah sakit itu pak udin bertemu dengan pak seno yang merupakan orang kepercayaan dari tuan willy.
“pak seno!!” ucap pak udin
“pak udin!!!” jawab pak seno dan mereka langsung berjabat tangan
“pak seno di sini juga, apa bapak mau menemui tuan ramma?” tanya pak udin
“tidak!!, saya saya ke sini karena di panggil tuan willy. Saya di suruh untuk menemuinya di ruang VIP nomer 26” jawab pak seno
“sama pak, saya juga di suruh untuk keruangan itu. Berarti tugas kita kali ini bukan tugas yang main-main, kalau sampai pak willy dan pak ramma memanggil kita ber dua” saut pak udin
“bisa jadi pak, yah sudah kita masuk saja sebelum mereka marah karena kita lama datangnya” seru pak seno
__ADS_1
Pak seno dan pak udin langsung melangkah masuk ke dalam ruangan VIP yang di maksud, dan mereka langsung mendapati pak willi, ramma dan bu ratih duduk berdampingan menunggu kedatangan mereka ber dua, dan siap untuk menjelaskan tugas yang akan mereka kerjakan. Setelah mendengar semua tugas yang di serahkan ke mereka berdua, pak seno dan pak udin langsung menyetujui semuanya, mereka langsung merencanakan apa yang mereka lakukan terlebih dahulu dan pembagian tugas yang di bagi rata dan pastinya mereka dan anak buah mereka saling tolong menolong untuk suksesnya misi itu, karena ini bersangkutan dengan hidup mereka ber dua sehingga mereka tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.