
kini mereka sudah selesai makannya, dan setelah marah-marah kini rendy tertidur di gendongan ramma, mungkin rendy marah dari tadi karena ngantuk tapi dia enggan untuk ngomong jadi dia melampiaskannya dengan marah-marah dan yang jadi sasaran adalah satria.
“vit, kamu umur berapa kalau boleh tau? Trus apa kesibukanmu selama menjadi istri tuan ramma yang terhormat ini” tanya satria kepada vita
“aku umur 20 kak, aku hanya sibuk kuliah, ngurusin rendy dan papinya saja” ucap vita
“hahhh... masih muda sekali ternyata kamu vit, kok bisa kamu terjebak cinta sih ramma gimana ceritanya itu” tanya satria yang makin penasaran
“haduhh kakak tanya Author nya aja sana, males aku ceritanya, lagian kasian sih author harus nulis dari awal lagi, pasti dia lelah. Atau kakak baca aja dari bab 1 pasti nanti akan tau sendiri. He he he he he” jawab vita yang di balas dengan anggukan sama satria
*******
Kini vita dan rendy sudah sampai di rumah, karena rendy masih nyenyak tidur jadi vita langsung menaruh di kamarnya, sedangkan ramma dan satria masih harus kembali ke kantor, karena rencananya hari ini ramma ingin memperkenalkan satria ke semua pegawai kantor sehingga besok satria bisa masuk kerja di kantor ramma.
Setelah sampai ke kantor ramma langsung meminta Mila untu mengumpulkan semua karyawan baik, karyawan lama, baru dan juga yang magang, Karena ada informasi yang sangat penting. Dan tak lama akhirnya semua karyawan berkumpul di loby kantor untuk menerima semua pengumuman dari ramma.
“Baik. Selamat siang menjelang sore untuk kalian semua. Langsung saja saya akan perkenalkan kepada kalian semua manager baru kita yaitu bapak Satria Arka Rahardian, beliau sebenarnya memiliki perusahaan sendiri di USA tapi memang sengaja saya tarik ke sini untuk membantu mengelola perusahan ini” ucap ramma yang sedang memperkenalkan satria
“oke saya harap kalian bisa berkerja sama dengan saya dan membawa perusahaan ini menuju kesuksesan. Kalian bisa panggil saya satria, dan kalau membutuhkan apa-apa langsung saja datang ke rungan saya, kalau ada yang mau di tanyakan mengenai saya silahkan” ucap satria dengan memasang wajah serius tapi masih terkesan rama.
“pak satria.. apa bapak sudah memiliki kekasih” ucap salah seorang anak magang
“siapa nama kamu?” ucap satria sambil menunjuk ke anak magang itu
“nama saya nita pak” jawab nita
“oke baik nita, saya harap kamu bisa lebih profesional untuk berkerja di kantor ini yah, untuk saat ini saya akan membuat pengecualian dan saya akan jawab pertanyaan kamu, saya sudah menikah tapi saya juga sudah bercerai” ucap satria dengan wajah tanpa senyum saat menjawab
__ADS_1
“oke masih ada pertanyaan untuk pak satria, kalau tidak, saya akan menutup ini dan kalian bisa kembali ke ruangan kalian semua dan lanjutkan pekerjaan yang harus kalian kerjakan, jangan terlalu banyak bergosip atau keluyuran tidak jelas. Khususnya buat yang lagi magang, mengerti semuanya” ucap ramma dengan wajah yang sangat tegas bahkan banyak yang tidak berani menatap wajah ramma saat dia berbicara
“Tidak tuan” jawab semua karyawan secara serentak
“oke kalian bisa bubar sekarang” ucap ramma
Ramma kini langsung mengantar satria ke ruangannya yang berada satu lantai dengan ruangan ramma, dan ruangan satria juga sangat besar walaupun yang paling besar adalah ruangan milik ramma, di dalam ruangan ramma di sediakan juga ruang kamar untuk istirahat dan juga dilengkapi dengan beberapa vasilitas pendukung seperti TV, kulkas dan lain-lain.
“tinggal loe cari sendiri seketaris buat ngebantuin loe, atau mau gw yang carikan?” ucap ramma kepada satria
“hemm anda tidak perlu repot tuan, saya bisa cari sendiri. Saya tidak mau kejadian seperti dulu terulang kembali” ucap satria sambil mengingat masa lalunya
Flahsback On
“sat ni, gw kenalin namanya joni dia yang akan menjadi asisten pribadi loe, loe lihat kan badanya kekar cocok banget untuk jadi asisten loe” ucap ramma
(tunggu kejutan yang tidak pernah loe duga sebelumnya yah sat) suara hati ramma
“oke joni kamu boleh kerja sekarang, kamu bisa membaa mobil kan, sekarang antarkan saya ke rumah makan ini” ucap satria yang langsung beranjak pergi bersama joni asisten barunya
Didalam mobil, satria duduk di jog belakang dan dia sedang asik dengan ponselnya karena banyak sekali e-mail masuk.
Sedangkan joni sedang curi-curi pandang ke arah satria yang memang terlihat masih muda, tampan dan juga kaya. Satria yang sadar dengan pandangan aneh dari joni membuatnya risih dan salah tingkah.
“kamu ngapain lihatin saya seperti itu jon?” ucap satria dengan penuh ke waspadaan
“tidak tuan, saya hanya suka lihat wajah tuan yang lagi serius seperti itu, apalagi tuan juga sangat tampan membuat hati saya berdegup kencang tuan” ucap joni dengan malu-malu.
__ADS_1
Deggg.... kini satria sudah tidak bisa fokus sama kerjaan, fikiran dia pergi melanglang buana untuk mencari makna perkataan joni asistennya itu.
“maksud kamu apa jon? Saya tidak punya waktu untuk bercanda dengan kamu yah” ucap satria yang sedang cemas
“saya tidak bercanda tuan, kata tuan ramma tadi, tuan sedang mencari seorang asisten pribadi yang seperti saya agar bisa di jadikan pacar juga sama tuan. Dan tuan tadikan bilang kalau suka sama saya, jujur saya juga suka sama tuan saya jatuh cinta pandangan pertama sama tuan” ucap joni dengan tersipu malu
(Brengs*k sih ramma, dia ngerjain gw habis-habisan, menurut dia gw laki-laki apaan... Mamp*s gw apa yang bisa gw lakukan sekarang... tolonggg siapapun tolong gw kabur dari sini) ucap satria dalam hati
“jon kamu jangan main-main saya masih normal yah, saya masih doyan perempuan.” Ucap satria dengan pandangannya sudah was-was
“tapi tadi kata tuan ramma, tuan juga sama seperti saya, pecinta sesama jenis. Apa tuan bisa mencoba dulu bersama saya dan saya pastikan tuan akan nyaman saat bermain dengan saya” ucap joni sudah dengan tatapan nafsu
(oke oke tenang dulu kamu sat, jangan cemas... santai. Walaupun takut tapi tidak mungkin kan kamu langsung lompat dari mobil trus lari ngibrit yang ada loe bakalan langsung mati) ucap satria dalam hati
“jon sekarang saya minta berheti sekarang, tolong belikan minuman di toko depan,” ucap satria dengan mencoba santai
“iya tuan, apa sih yng enggak buat tuan satria” ucap joni saat berhenti
Saat joni melangkah keluar dari mobil, satria langsung mengambil alih kendali mobil itu dan langsung tancap gas meninggalkan joni di depan toko minuman itu. Kini fikiran satria sudah tidak karuan lagi, dia sudah tidak berselerah untuk bertemu klien lagi dan dia memutuskan untuk kembali ke kantor dan membalas ramma.
Flashback Off
“ha ha ha ha loe masih ingat saja kejadian dulu, padahal itu kejadian sudah sangat lama. Gw inget tu, gara-gara loe takut bertemu sama dia lagi akhirnya loe memutuskan untuk nerusin kuliah loe di USA ha ha ha ha ha” ucap ramma dengan tertawa puas saat mengingat masa lalunya
“brengs*k loe ram, pergi loe sekarang dari ruangan gw” ucap satria dengan nada yang sangat kesal sama ramma dan ramma pun tidak bisa berhenti tertawa
Kejadian itu memang tidak bisa di lupakan dan akan terus berada di ingatan satria sampai kapan pun, tapi dengan kejadian-kejadian seperti itu pertemanan mereka menjadi semakin dekat dan terkadang juga satria sering mengaku-ngaku jadi pacarnya ramma saat ramma sedang kencan dengan seorang wanita yang akhirnya mereka jomblo karena ulah mereka sendiri.
__ADS_1