
Setelah beberapa menit akhirnya ramma dan vita sampai di rumah mereka, mereka sudah tidak sabar untuk ngasih tau semuanya kalau sebentar lagi akan ada anggota baru dalam rumah. Vita langsung keluar dari mobil saat ramma membukakan pintu mobil untuk vita.
“terimakasih sayang” ucap vita
“iya, mulai hari ini aku akan kasih ekstra perhatian untuk kamu. Jadi kamu boleh minta apapun ke aku dan aku akan kabulkan semuanya buat kamu” ucap ramma
“janji yah... jadi kalau aku ngidamnya ngeropotin kamu, kamu tetap maukan ngabulin” ucap vita sambil menggandeng tangan ramma
“iya, janji... apapun yang kamu dan calon anak kita minta. Aku akan kasih semuanya” ucap ramma sambil mencium punggung tangan vita
Vita semakin bahagia setelah mendengar omongan ramma yang seperti itu. Bahkan vita merasa kalau dirinya kini adalah perempuan yang paling bahagia, karena memiliki suami yang baik, pengertian dan juga sangat mencintai dia, bahkan dia juga memiliki seorang putra yang sangat tampan, baik dan juga sangat lucu, ditambah lagi dia memiliki mama dan papa mertua yang menganggap dia sebagai putrinya sendiri.
“Assalamualaikun” ucap ramma dan vita saat msuk ke rumah
“waalaikum salam” jawab ratih dan willy
“bagaimana hasilnya, mama tidak salahkan nyuruh kalian ke dokter dini. Coba-coba mana hasil ceknya dan USG nya” ucap ratih yang sudah tidak sabar dan menarik tangan vita agar duduk di soffa
“mam sabar dong, vitanya jangan di tarik-tarik, kasian nanti calon cucu mama yang ada di perut vita” ucap ramma sambil tersenyum
“hahhh berarti mama mau punya cucu lagi dong” ucap ratih sambil matanya berkaca-kaca
“iya mam, vita hamil 6 minggu. Ada adiknya rendy di perut vita mam” ucap vita sambil senyum bahagia dan mengelus lembut perutnya
“Ya Allah, Alhamdulillah.... engkau sudah mendengar semua omongan hamba... sudah berapa minggu tadi vita” ucap ratih sambil mencium kening vita
__ADS_1
“6 minggu mam, itu berarti sebelum vita berangkat ke jepang vita sudah hamil” jawab vita
“ini rendy pasti seneng banget mendengar kabar kalau dia akan menjadi kakak” ucap ratih lagi sambil melihat jam
“ini sudah waktunya jemput rendy mam, vita mau jemput rendy yah” ucap vita pada semua orang yang ada di ruangan itu
“tidak-tidak, jangan... biar aku saja yang jemput yah... kamu harus banyak-banyak istirahat agar kandungan kamu sehat, ingat kata dokter dini tadi” jawab ramma yang sudah bersiap-siap mau menjemput rendy
“yah sudah aku tunggu di rumah saja yah... nanti langsung suruh rendy masuk ke kamar ku yah, aku ingin banget peluk rendy soalnya” ucap vita sambil mencium punggung tangan ramma
“kok hanya ingin peluk rendy, peluk akunya kapan dong... kamu mah pilih kasih aku kan juga ingin di peluk sama kamu” ucap ramma sambil memeluk tubuh vita dari belkang
“hemmm tidak tau, kayaknya adiknya rendy ingin sekali memeluk kakaknya. Yah sudah sana jemput anak ku, jangan sampai telat yahh” ucap vita sambil melepaskan pelukan ramma
Ramma langsung berangkat menjemput rendy di sekolahnya, sedangkan vita memilih tidur di kamar, mungkin bawaan dari kehamilannya sehingga vita mudah lelah dan dia ingin sekali bermalas-malasan bawaannya mau tidur saja.
“Papi!!!!” teriak rendy saat melihat ramma
“hai sayang, ayo kita langsung pulang, mami ingin banget ketemu rendy, dan mami juga memiliki hadiah yang selama ini rendy mau” ucap ramma sambil menggandeng tangan rendy
“hadiah apa papi, buat aku penasalan aja sih” ucap rendy sambil masuk ke dalam mobil
“kan namanya hadiah, jadi pasti bikin penasaran dong” ucap ramma sambil melempar senyum ke arah rendy
“yah sudah papi ayo cepetan pulang, lendy mau ketemu mami sekalang” ucap rendy sambil berdiri di atas tempat duduknya
__ADS_1
“rendy jangan naik-naik, nanti jatuh kamu, trus papi yang di marahin mami” ucap ramma sambil mendudukkan rendy dan memasangkan sabuk pengaman agar rendy tidak bisa naik-naik lagi
“rendi, kamu masih inget tidak sama tante maira” ucap ramma ke rendy
“tante maila, siapa itu papi... lendy kayaknya ingat tapi lendy lupa” ucap rendy sambil mencoba mengingat siapa itu maira
“ingat tapi lupa itu bagaimana sih ren, jangan buat papi bingung sayang. Kamu dulu sering banget loh bermain sama tante maira tapi lebih tepatnya sering berantem sih” ucap ramma sambil sesekali melirik ke arah rendy
“tidak tau papi, lendy sepertinya ingat tapi lendy lupa. Ahh sudahlah, lendy pusing papi” ucap rendy sambil memajukan bibir bawahnya
“yah sudah nanti kalau tante maira pulang ke indonesia pasti rendy inget sama dia” ucap ramma sambil mengelus kepala rendy
“tapi lendy tidak peduli sih papi.... lendy sudah cukup belantem sama papi dan om satlia setiap hali, lendy tidak mau belantem sama olang lain lagi. Pusing tau papi” ucap rendy sambil memasang wajah yang tidak peduli
“he he he he lagian kenapa rendy suka sekalih sih ngajakin olang belantem, tidak baik tau rendy” ucap ramma
“lendy tidak pelnah ajak belantem kok papi, papi dan om satlia saja yang tidak mau mengalah sama anak kecil, lendy kan anak baik, lendy tidak pernah nakal sama olang lain tapi... lendy suka jail sama banyak olang” jawab rendy yang tidak mau kalah
“oke-oke terserah rendy saja yahh... papi tidak mau berdebat sama rendy lagi” ucap ramma sambil senyum kecut ke arah rendy
“lendy juga tidak mau beldebat sama papi, lendy kan Cuma ngomong saja, tidak beldebat. Ahhh sudahlah, papi tidak asik tidak kaya mami, kalau mami selalu ajak lendy belmain dan belnyanyi, tidak kaya mami” ucap rendy sambil melet ke arah ramma
“rendy kamu bersyukurlah karena kamu jadi anak papi, kalau kamu bukan anak papi dan tingkah kamu kaya gini, sudah papi kilokan kamu dari dulu di tukang loak” ucap ramma sambil memasang wajah gemas ke arah rendy, tapi rendy malah menggoda ramma dengan wajah jeleknya
(Ya Allah, semoga anak ke duaku nanti sifatnya bisa meniruh vita sebagai maminya, jangan seperti rendy yang memiliki sifat ngeselin seperti......., masa rendy itu menurun dari sifatku dulu yah.... apa aku dulu sama seperti rendy yang ngeselin juga) suara hati ramma
__ADS_1
Rendy dan Ramma akhirnya diam di dalam mobil, ramma fokus pada jalan sedangkan rendy fokus bermain ponsel ramma. Rendy menyanyi nyanyi sendiri dengan mengikuti lunan lagu yang dia putar, setelah capek bermain ponsel. Rendy langsung tertidur dengan kepala yang miring ke kiri.
Ramma yang melihat putranya tertidur pulas seperti itu, langsung membenarkan posisi tempat duduk rendy dengan sedikit di dorong ke belakang agar tidur rendy bisa jauh lebih nyaman.