Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 198


__ADS_3

"kamu ketakutan beneran din? " tanya reno


"iya kenapa? mau ketawa yah ketawa aja, kakak malah bohongin aku, aku jadi makin takut sekarang" ucap adinda yang berjalan di belakang reno


"yah habis, kamu tinggal ngaku kalau takut aja susah banget, masa harus di takut takuti baru ngaku" jawab reno


"yah memang aku takut gelap emang kenapa hahh... mangkanya itu aku ingin kerja di rumah sakit karena kan tidak mungkin di rumah sakit itu mati lampu, jadi pasti akan banyak ruangan yang lampunya nyala" ucap adinda


"iya iya maaf... yah sudah kita cari lagi, kamu tenang aja, aku akan jagain kamu (sampai kapan pun aku akan jagain kamu adinda, bukan hanya karena kamu anak dari bunda vita, tapi aku sudah merasa nyaman bisa dekat sama kamu, apa lagi hanya kamu yang bisa membuat aku tersenyum terus) jawab reno dan di teruskan di dalam hati


mereka masuk ke setiap ruangan dari lantai 1 sampai lantai 5, mereka sudah menemukan beberapa barang yang di butuhkan untuk di teliti, dan setelah itu mereka hanya tinggal mencari tikus putih yang ada di lab penelitian.


karena mereka harus membedah tikus putih untuk di jadikan bahan penelitian, adinda sangat bersyukur bisa satu kelompok dengan reno, karena reno adalah seorang dokter ahli dalam bedah membedah, dan dia juga sudah mendapatkan sertifikat sebagai dokter terbaik di Asia.


"kak ini tikusnya di mana? " tanya adinda


"yah kita cari din... pasti ada di sini, dan setelah itu kamu yang membedah yah, nanti aku yang kasih kamu pengarahan, bagian mana aja yang harus di bedah" ucap reno


"hahhh tidak tidak... dari pada kakak kerja dua kali dengan seperti itu, lebih baik kakak yang bedah tikusanya, kan enak jadi kakak tidak usah kasih pengarahan karena kakak sudah tahu sendiri, nanti aku yang kasih kakak semangat dan juga aku yang akan pegang senter agar kakak tidak salah membelek" jawab adinda.

__ADS_1


"enggak.... enak aja, itu berarti aku yang kerja sendiri, kan kamu yang lagi ospek, masa iya aku yang mengerjakan semua" ucap reno


"kak... tapi aku lagi sakit, badan ku agak tidak fith, jadi kepalaku agak berat dan ini aja aku lagi nguat nguatin diri sendiri" jawap adinda


"jangan alasan dinda... pokoknya kamu yang harus ngerjakan sesuai dengan instruksi aku" ucap reno


"aku tidak alasan kak... nie coba kakak pegang, badan aku panas kak, dan kepala aku pusing sekali" jawab adinda dengan langsung mengarahkan untuk memegang kepalanya


"astaga dinda... badan kamu panas sekali, tapi kenapa kamu masih terlihat biasa saja, kenapa kamu tidak ijin aja untuk tidur di kamar kamu" ucap reno sambil memegang tubuh adinda


"aku tadi memakasa kan diri kak, soalnya aku takut nanti kena marah kalau tidak mengikuti acaranya, yah sudah lebih baik sekarang kakak yah yang gantikan aku membeda tikus nya, aku takut kalau tidak bisa maksimal karena aku lagi sakit" jawab adinda


"iya kak kita cari sekarang" jawab adinda


mereka mencari di setiap sudut ruangan itu untuk mencari tikus yang akan mereka bedah dan di jadikan sebagai bahan untuk penelitian.


setelah beberapa saat mereka mencari, akhirnya mereka menemukan kotak kaca yang berisikan beberapa tikus yang masih hidup, dan reno langsung bersiap siap untuk membeda tikus itu.


(ternyata sakit ku bisa di buat alasan untuk menyuruh kak reno melakukan semuanya ini, terima kasih yahh kak, walau aku tidak tahu kakak ikhlas atau tidak membantu aku, tapi aku akan tetap berterima kasih sama kakak, jujur aku masih belum berani untuk membedah mahluk hidup seperti itu) suara hati adinda

__ADS_1


(seumur umur baru kali ini aku mau di suruh menggantikan mahasiswa baru untuk membeda tikus, kalau mahasiswa itu bukan kamu din aku pasti tidak akan mau, lagian kalau kamu sakit ngapain sih masih nekat untuk ikut acara malam ini, dasar adinda... kok ada yah orang yang tidak sayang pada diri sendiri seperti kamu din) suara hati reno sambil melihat ke adinda yang matanya semakin sayu karena harus menahan sakit yang dia rasakan.


"kakak kenapa lihatin aku seperti itu, kakak terpesona yah sama kecantikan aku" ucap adinda yang sadar reno melihat ke arah dia bukan ke arah tikus yang sudah pingsan


"hemmm... siapa yang terpesona dengan kamu, kamu itu orang baru yang selalu muncul di kehidupan ku, yah aku merasa aneh aja" jawab reno


"iya itu bukan aneh kak... siapa tahu kita jodoh mangkanya kita selalu di pertemukan secara tidak sengaja seperti ini, di tambah kita memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama , itu apa coba kalau bukan jodoh. atau kakak sudah jatuh cinta diam diam yah sama aku " ucap adinda dengan mendekatkan wajahnya ke wajah reno, yang membuat wajah reno semakin merah dan malu


"siapa yang jatuh cinta sama kamu, semua itu hanya kebetulan saja, mana mungkin aku jatuh cinta sama mahasiswa ku sendiri, aku itu dosen dan kamu mahasiswa jadi mana mungkin dosen memiliki hubungan khusus sama mahasiswa nya" jawab reno dengan gugup dan dia langsung membuang mukanya dan kembali fokus untuk membedah tikus itu


"yah memang sih... kakak dosen aku tapi tidak menutup kemungkinan kalau kakak itu juga calon suami ku he he he he dan aku akan buat kakak jatuh cinta sama aku, dan aku tidak akan menyerah" ucap adinda sambil terus menatap reno yang sedang membedah tikus


(dinda... cukup jangan lihatin aku seperti itu, aku mana bisa fokus kalau kamu terus menatap aku dengan tatapan seperti itu, dinda... hentikan itu) suara hati reno yang merasa dirinya kurang fokud karena ulah adinda


"ehemmm kamu dari pada lihatin aku seperti itu, lebih baik kamu lihatin cara aku membedah tikus ini, biar kamu bisa suatu saat nanti, dan satu lagi senternya itu kamu arahkan ke tikus ini jangan di buat sendiri, menurut kamu aku bisa membedah tanpa adanya cahaya apa" ucap reno yang mencoba mengalihkan perhatian adinda agar adinda tidak melihat ke arahnya lagi


"iya iya.... jahat banget sih jadi orang, nie sudah aku kasih senter.... yah sudah cepet di bedah, nanti keburu tikusnya sadar dari pingsan nya dan nanti dia bisa lari" jawab adinda


mereka langsung membedah tikus itu, adinda hanya memperhatikan reno bermain pisau bedah dan sesekali dia bertanya tentang teknik yang di gunakan reno.

__ADS_1


__ADS_2