
mereka pergi ke fakultas kedokteran untuk menemui adinda sambil membawa sekantong makanan untuk di makan sama adinda.
"dinda.... kamu di dalam kan? " tanya icha sambil ngetuk pintunya
adinda langsung teriak untuk dari dalam, agar mereka membuka pintu lab tersebut. suasana luar memang gelap tidak terlalu terang, karena memang beberapa lampu sudah di matikan, hanya lampu utama yang madih menyala.
"din.... " ucap kiki
"hai... kalian sampai juga... mana mana makanannya" ucap adinda
"nie... kamu habiskan semua itu langsung" ucap icha
"enak saja langsung, perut ku masih normal, jadi aku tidak bisa menghabiskan semua ini, " jawab adinda
"kamu lagi ngerjakan apa sih din... kenapa di meja kamu penuh dengan beberapa cairan warna warni gini sih " ucap jihan yang penasaran
"ehhh han jangan di sentuh... nanti meledak, baru tahu rasa kamu nanti" ucap icha
"hahh emang bisaa meledak din? " tanya jihan yang masih penasaran
"iya bisa dong din, jarena itu Zat aktif, kalau kita salah mencampurkan zat zat ini bisa bisa meledak. maka dari itu, aku harus mengukur berapa jauh zat asam yang di miliki dari beberapa cairan tersebut biar tidak meledak" jaqab adinda
"ahhh sudahlah... aku tidak faham dengan itu semua, mangkanya aku tidak ambil ini semua, yah sudah kita pulang dulu yah din, dan kamu terusa semangat" ucap jihan
"iya kami pulang dulu yah " jawab beberpa orang
adinda melakukan penelitan tersebut dengan bantuan beberapa cemilan yang berhasil membuat dia tidak lapar.
tanpa adinda sadar, hari sudah pagi, dan kebetulan penelitian dia yang hampir selesai, dan tinggal di test saja, berhasil atau tidaknya, adinda mengecek ulang agar tidak ada kesalahan saat presentasi.
__ADS_1
adinda tidak tidur sampai jam 6 pagi, dan kini dia ingin pulang ke asrama untuk mandi dan ganti baju, setelah itu dia ingin kembali ke lab untuk meneruskan penelitian nya, yang kurang 2 persen lagi.
"mereka masih tidur semua... yah sudah deh, aku mandi dulu aja, setrlah itu ngebangunin mereka" ucap ad ok nda saat masuk ke dalam kamarnya
adinda langsung mandi agar tubuhnya segar dan setelah itu dia ganti baju dan membangunkan teman temannya.
"han... cha... kik... bangun, sudah pagi.. aku berangkat dulu yah... kalian bangun nanti telat loh...." ucap adinda sambil bersiap siap untuk kuliah
"ehhh din... mau kemana kamu? " tanya jihan yang baru saja bangun
"aku mau ke lab lagi, karena sedikit lagi penelitian aku semalam akan berakhir, yah sudah kamu bangun.... aku duluan yahh... Assalamualaikum " ucap adinda sambil menutup pintu
"Waalaikum salam" jawab jihan
adinda berlari untuk ke lab kembali untuk mrnyiapkan presentasi nya yang tidak boleh gagal, karena waktu masih pagi sekali jadi suasana kampus masih sepi dan sunyi, hanya ada adinda yang berjalan di koridor kampus.
"yahhhh akhirnya selesai juga, oke beres, dan semuanya benar dan berhasil. akhirnya tidak siap siap begadangku tadi malam, yah sudah deh masih ada waktu tidur 3 jam sebelum masuk kuliah, jadi tidur aja dulu di sini" ucap adinda pada dirinya sendiri
adinda tertidur di meja tempat dia melakukan penelitian, dia menjadikan tangannya sebagai bantal untuk menopang tangannya.
Ceklek.... pintu lab di buka orang
"adinda..... kenapa dia tidur di sini, apa dia begadang tadi malam, tapi bajunya beda sama kemarin, " ucap reno yang datang karena ingin melihat hasil penelitian para peserta
"hahhh ini dia yang melakukan, kenapa dia membuat penelitian seperti ini, habkan anak dari jurusan kimia butuh waktu minimal 2 bulan buat mengerjakan penelitian ini, tapi kenapa dia bisa dalam waktu satu malam" ucap reno yang tidak percaya dan dia mengecek semua kerjaan adinda dan itu benar semua dan cocok .
reno langsung memasukan hasil tulisan adinda itu ke dalam tas adinda dan dia langsung menggendong adinda untuk di baqa ke ruangannya, karena di sana ada soffa panjang yang biasa dia gunakan untuk tidur.
reno menutup pintu ruangannya dengan rapat agar tidak ada orang yang masuk dan tahu kalau ada adinda yang tertidur.
__ADS_1
"tidur lah din... karena nanti aku yang mengisi kelas kamu, jadi kamu boleh bolos sehari. dan saat waktunya presentasi aku akan membangunkan kamu" ucap reno sambil mengelus kepala adinda dan mencium keningnya
adinda tertidur dengan sangat nyeyak, sampai dia bermimpi waktu reno mencium keningnya di taman, sehingga adinda tersentak kaget dan dia langsung membuka matanya.
adinda melihat ke sekeliling arah dan dia bingung ini di mana, dan sedang di ruangan siapa.
"hahhh aku dimana ini, bukannya tadi aku tertidur di lab yah... ini kenapa aku kebangun di sin" ucap adinda yang madih bingung
"apa aku tadi tidur sambil berjalan yah sampai ke sini, tapi kenapa kok bisa, aku tidak pernah seperti itu selama ini" ucap adinda yang semakin bingung
"kamu sudah bangun din... " ucap reni yang datang dari luar karena dia ingin membelikan adinda makanan
adinda terkejut dengan suara itu, dan dia langsung menoleh ke arah sumber suara.
"kak reno... kakak ngapain ada di sini" tanya adinda
"ini ruangan ku din.... yang saya mau tanya, kenapa kamu bisa tidur di lab kimia, itu sangat berbahaya. jika tangan kamu secara tidak sengaja menyentuh zat berbahaya dan tumpah mengenao tubuh kamu bagaimana, dan di mejah kamu tadi di penuhi sama zat aktif yang sangat beresiko jika terkena kulit" jawab reno
"trus kenapa saya bisa berakhir di sini, apa kakak gendong saya sampai ke sini? " tanya adinda lagi
"sudah jangan vanya tanya kamu, ini makan dulu... saya tahu kamu belum sarapan pagi kan, ayo buruan makan" ucap reno sambil memberikan makanan yang baru saja dia beli untuk adinda
adinda hanya melihat makanan itu, karena dia tidak berabi untuk mengambil nya, di tambah baru saja dia bermimpi kalau reno mencium dia.
(kenapa mimpi ku tadi seperti nyata yah. apa tadi kak reno mencium ku lagi aaat aku tertidur. ahhh itu tidak mungkin, itu hanya mimpi , hanya mimpi... aku percaya itu cuma mimpi) suara hati adinda
"din... kamu kenapa ngelamun aja sih... ayo buruan makan, sebentar lagi kamu ada jam kuliah kan, jadi buruan makan itu" ucap reno yang membuyarkan lamunan adinda
adinda mengambil makanan itu dengan ragu, dan dia masih ingin menjaga jarak dengan reno. adinda memakan makanan itu tanpa berekspresi dan dia juga selalu menunduk.
__ADS_1