Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 252


__ADS_3

acara pernikahan adinda dan reno kini semakin dekat saja, dan adinda juga sudah mempersiapkan surat ijin satu minggu di kampusnya dengan alasan ada urusan keluarga yang sangat penting.


yang mengetahui acara pernikahan adinda dan reno hanya keluarga dekat dan juga sahabat adinda di kampus saja, selain mereka tidak ada yang tahu lagi, karena mereka benar benar menutup nutupi agar tidak banyak yang tahu, untuk menyembunyikan status adinda di dalam kampus.


"din... kapan kamu mau ijin nya" tanya jihan pada adinda


"besok han... besok aku akan kasih surat ijin ini sama akademik, jadi biar mereka langsung mengisi semua absen ku dengan ijin biar tidak di tulis membolos" jawab adinda


"wahhh calon istri dari dokter reno... hidup kamu beruntung banget din... memiliki calon suami yang ganteng dan juga tajir seperti dokter reno. yah walaupun dia sedingin es tapi kayaknya dia akan berubah 180 derajat saat di dekat kamu" ucap icah


"aku benar benar tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi semua orang saat dosen idola mereka akan menikah dengan mahasiswa baru yang ada di kampus ini" ucap kiki


"yahh jangan di kasih tahu lah... cukup kalian aja yang tahu, dan kalian juga jangan post foto bersama aku dan kak reno, apa lagi foto di pernikahan ku nanti, bisa bisa semua orang akan curiga dengan itu" ucap adinda


"iya din... beres, kita tidak akan berbuat sebodoh itu " jawab jihan sambil memberikan jempol nya tanda setuju


"berarti kamu habis nikah akan tinggal serumah bareng dokter reno dong din? " tanya kiki


"iya deh kayaknya... gak mungkin dong, kalau aku masih tinggal di asrama sementara suami ku tinggal di rumah sendirian" jawab adinda


"yah berarti kita bakalan pisah dong din, kita jarang dong ketemuanya kalau begitul " ucap icha sambil memasang wajah sedihnya


"jangan sedih dong... nanti pasti aku akan minta ijin sama kak reno buat nginep di asrama, kalau semisal kak reno lagi ada lembur di rumah sakit, pasti aku akan nginep di sini, karena aku suka takut kalau sendirian di dalam rumah" jawab adinda


"janji yah kamu din... tempat tidur ini akan selalu menjadi milik kamu din... karena tidak akan ada yang bisa menggantikan tempat tidur ini, dan barang barang kamu juga tinggal aja di sini biar kita bisa tetap pinjam baju baju kamu he he he he he" ucap jihan

__ADS_1


"hemmm kalian... bisa aja, iya iya... aku akan tinggal baju baju aku di sini, kalian bebas mau pinjam yang mana pun terserah kalian," jawab adinda


"dinda.... kita makin sayang deh sama kamu kalau begini.... love you dinda... " ucap jihan, icha dan kiki pada adinda


"yah sudah.... ayo kita kuliah sekarang... nanti kita telat bagaimana" ucap adinda


dan mereka semua berangkat ke fakultas untuk mengikuti mata kuliah dari dokter pras. berhubung minggu depan dokter pras tidak bisa hadir jadi mata kukiah sekarang jauh lebih panjang karena di jadikan satu dengan mata kukiah minggu depan.


semua anak mulai tidak bisa duduk dengan fokus karena mata kuliah yang semakin lama semakin membosankan. karena semangat mereka sudah habis di jam jam awal, saat memasuki jam tambahan, mahasiswa sudah mulai bosan dan jenuh dengan pelajaran yang terus menerus di ajarkan sama dokter pras



" din... lihat deh dokter pras makin ganteng yah... tidak apa apa deh dokter reno milik kamu, yang penting dokter pras milik aku" ucap jihan sambil menunjukan foto dokter pras yang dia ambil secara diam diam


"hus... jangan berisik nanti dokter pras marah loh... kalau kamu sampai di suruh maju ke depan... awas kamu nanti " jawab adinda


"kalian itu kenapa sih... berisik banget, kalau mau ikut membantu saya menjelasakan di depan yah silahkan... siapa tahu kalian akan mencetuskan ide ide baru" ucap dokter pras yang sedari tadi mengawasi mejah mereka


"hahhh iya dok maaf... saya tidak pagi lagi deh dokk... " ucap jihan yang takut kalau di suruh maju ke depan


"sukurin kamu... mangkanya jangan berisik, udah diam aja kamu" ucap adinda sambil menahan tawanya


mereka semua mengikuti perkuliahan dengan tenang dan aktif, jika di tanya mereka bisa menjawab dan jika ada kuis mereka juga dengan semangat berebut untuk menjawab ke depan.


setelah beberapa jam, akhirnya mata kuliah tersebut selesai, dan dokter pras juga sudah mengakhiri dan keluar dari dalam kelas, semua anak juga langsung ikut keluar.

__ADS_1


"hufffttt.... akhirnya selesai juga... ini otak ku sudah meronta ronta ingin keluar kelas, rasanya sudah tidak kuat lagi..." ucap icha


"ayo ayo kita makan dulu... cacing cacing ku di perut sudah marah marah ingin di isi. kita ke kantin dulu yah... setelah itu aku ingin kembali ke asrama " ucap adinda


"iya benar kamu din... kita makan sekarang" ucap kiki


"yahhh enak kamu din... kalau aku masih harus ada kelas bahasa, jadi kami tidak bisa istirahat berang kamu" ucap jihan


"hahhhh iya yah... kelas bahasa... hannn apa kita tidak bisa bolos dulu hannn" teriak kiki


"yah mana bisa jita bolos.... bisa bisaa kita di marahin sama senior gila itu, yang sedari awal tanya temtang adinda mulu, sampai bosen aku jawab nya" jawab jihan


"hahhh tanya tentang aku.... kalian tidak ngadih info lengkap kan ke dia" tanya adinda


"tenang aja din.... kita tidak pernah jawab yang macam macam, kamu tenang aja, dan jawaban kita selalu sama" jawab icha


"wahh terima kasih yah.... " jawab adinda


mereka pergi ke kantin bersama sama untuk makan siang, karena kali ini dokter pras membuat semua mahasiswa tidak tahan saat berada di dalam kelasnya, tapi mahasiswa hanya bisa diam dan mengikuti pelajaran dengan baik, karena mereka tidak cukup berani untuk protes.


setelah makan siang, jihan, icha, dan kiki labgdung pergi ke fakultas bahasa untuk mengikuti UKM bahasa yang sedari awal mereka sudah daftar, sementara adinda langsung bisa ke asrama untuk istirahat.


mereka berpisah di kantin, adinda velok ke kiri sementara teman temannya belok ke kanan, saat adinda jalan... banyak sekali teman temannya ngomong di belakang dia mengenai dia adalah putri keluarga dirgantara.


adinda hanya bisa diam, karena dia sengaja membiarkan hal itu, selama masih dalam hal yang wajar dan selama mereka tidak bertanya langsung maka adinda tidak akan pernah memberikan klarifikasi pada semua orang.

__ADS_1


menurut adinda itu sangat tidak penting dengan mengumbar tentang kekayaan yang di miliki orang tuannya, karena tidak ada yang bisa di banggakan dari diri adinda sendiri, selama ini dia masih minta uang jajan dari papi, mami dan kakaknya saja, adinda belum bisa menghasilkan uang sendiri. yah walaupun dia sering mendapatkan uang dari hadiah lomba lomba yang dia ikuti.


__ADS_2