
semuanya sudah berkumpul di meja makan, setelah sarapan pagi mereka kembali ke aktivitas mereka masing masing, ramma dan satria ke kantor, bram ke kampus, vita dan maira ngantar rendy ke sekolah bersama adinda, ratih dan willy pergi ke acara pesta pernikahan anak temannya.
"enak banget sih, bisa tinggal bersama pasangan masing masing, sedangkan aku dan alin harus terpisah jarak" ucap satria saat melihat kebahagiaan saudaranya bersama pasangan mading masing
"mangkanya dong kak... buruan nikahin alin, toh mbak vita juga sudah melahirkan menikah saja di bulan ini, untuk masalah persiapan bukannya sudah selesai, cuma tinggal undang undang saja" jawab maira sambil menahan tawanya
"kalau ngomong enteng banget kamu yah ra... ini masalah gedung dan WO aku dan alin belum ada yang pas" ucap satria
"ngapain repot repot sih, cari gedung dan WO. untuk acara pernikahan kalian, bisa pakai aula di hotel nya kak ramma dan WO nya kalian bisa percayakan semua sama aku, maira dan mama, semuanya pasti bakalan beres" jawab vita sambil ngelirik ke arah maira
"iya... pokoknya kalian serahkan sama kita, sekarang tugas kakak bilang sama alin dan mamanya untuk mempercepat pesta pernikahan kalian, karena semuanya juga sudah selesai. kalian menikah di bulan ini juga sudah bisa" ucap maira
"iya okelah.... aku percaya kan semua pada adik adik ku tercinta ini, nanti sepulang kerja, aku akan main ke rumah alin untuk membicarakan semua ini" jawab bram sambil merangkul pundak maira dan vita
"yah sudah sana, kalian berangkat. aku sama mbak vita mau nganterin rendy ke sekolahnya, dan sekalian kita mau jalan jalan ke mall" ucap maira
"iya aku minta ijin yah sayang, aku ingin beli beberapa baju buat sih kecil. aku juga sudah lama tidak jalan jalan sama maira " ucap vita pada ramma
"iya... hati hati yah, kalau capek kalian bisa istirahat sambil makan dulu, jangan di paksakan jalan, ohh iya jangan lupa bawa storller Adinda yah, biar kamu tidak gendong dia terus" jawab ramma sambil mencium pipi Adinda
"iya sayang.... makasih yah, ihh masa adinda aja yang di cium, mami nya adinda juga mau di cium papi" ucap vita sambil menarik tangan ramma
__ADS_1
"ohhh iya, maaf yah mamai.... sini sini papi cium" jawab ramma
"hhuuwweekkkk..... kurang ajar kalian semua, bisa bisanya kalian romantis romantis san di depan gue, dahh ahh gue muak, dari pada gue muntah di sini lebih baik gue duluan ke kantor BAYY" ucap satria yang merasa panas
"yah sudah... sana kamu berangkat, kasian tuh kak satria, aku juga mau ngantar rendy ke sekolah juga yah" ucap vita
mereka semua berangkat di tempat tujuan masing masing. vita, maira, adinda dan rendy berada di satu mobil, rendy tidak pernah bosan untuk memandang wajah adinda dan dia selalu menggoda adiknya itu.
"mami.... besok kalau sudah besar, jangan ijinin adinda sekolah atau tinggal di luar negeri yah mi, rendy tidak mau jauh dari adinda, rendy mau lindungin adik rendy" ucap rendy pada vita
"iya... besok kalau sudah besar, memang tugas rendy untuk menjaga adinda, jangan di ajak berantem terus adiknya yah..., trus kalau masalah sekolah di luar negeri, rendy bilang sendiri yah sama adinda kalau rendy melarang dia untuk pergi. kalau mami dan papi, hanya bisa menuruti kemauan kalian anak anak mami dan papi selagi itu adalah hal yang baik" jawab vita
"rendy kalau besar nanti, rendy mau jadi apa? " tanya maira pada rendy
"Aamiin... tante dan mami hanya bisa ngasih doa yang terbaik buat rendy yah" ucap maira sambil ngusap kepala rebdy
"itu berarti, rendy harus rajin belajar dan tidak boleh bolos sekolah. karena untuk menjadi orang yang sukses itu, harus memiliki ilmu pengetahuan yang banyak, jangan bosen untuk terus belajar yah sayang" jawab vita
setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mobil mereka sampai di sekolah rendy, mereka semua turun dan masuk ke dalam sekolah rendy, untuk mengantarkan rendy sampai depan kelasnya.
setelah mengantar rendy, mereka melanjutkan perjalanan ke mall milik ramma, walaupun mall belum buka saat mereka sampai sana, tapi mereka rela menunggu di parkiran sampai mall itu buka, mungkin mereka akan menunggu selama kurang lebih 30 menit di dalan mobil.
__ADS_1
"mbak adinda kok tidur terus sih... sini sini adinda aku yang gendong, biar dia bangun... masa di ajak jalan jalan ke mall dia tidur terus" ucap vita sambil mencova untuk menggendong adinda
"yahh namanya anak kecil, ra, kerjaan dia yah cuma nangis dan tidur. ehh jangan di bangunin, nanti kalau dia kebangun trus nangis, kamu yah yang tanggung jawab " jawab vita
"iya mbak gampang, nanti tinggal aku kasih dia ice pasti langsung diem he he he he" ucap maira
"ehhhts enak aja kasih es... yah kalau kamu lagi nangis bawaannya minta di belikan ice," jawab maira
"yah sudah ayo kita keluar yuk, kita langsung ke pintu masuk saja, sebentar lagi juga buka mall nya, pak tolong ambil storller adinda yah" ucap vita sambil keluar dari mobil
adinda masih berada di gendongan maira, dan maira selalu mencoba membuat adinda bangun, tapi sayangnya adinda tidak mau bangun, dia masih anteng dan asik berada di alam mimpinya.
"sudahlah maira, mau kamu ganggu kaya bagaimanapun adinda tidak akan bangun, dia akan bangun kalau dia lapar, haus dan ingin buang air saja. selain itu dia akan tidur dengan sangat pulas, bisa di bilang adinda itu sama seperti papi dan kakaknya, sama sama susah kalau di bangunin " ucap vita sambil tertawa kecil
"memang yah... buah jatuh tak jauh dari pohon nya, kenapa kedua anak bang ramma nurunin sifatnya bang ramma sih, yah semoga saja adinda tidak sejail rendy kalau besar nanti, atau malah dia akan lebih parah sifat jailnya ketimbang rendy ha ha ha ha" jawab maira
"yah tidak tahu lah.... mau nurun atau tidak itu juga terserah dia, soalnyakan rendy kakaknya dan ramma papinya, jadi kemungkinan besar dia nurunin sifat mereka " jawab vita
"mbak ternyata sudah buka, ayo buruan masuk, biar kita bisa belanja dan pilih pilih barang semau kita, mumpung masih sepi, jadi belum ada saingan" ucap maira
"yah sudah ayo, tali kamu tarus adinda di storller aja, biar kita bisa lebih leluasa pilih pilih bajunya" ucap vita
__ADS_1
"okelah... adinda, kamu tidur di storller aja yah... habisnya kamu tidak mau bangun sih... " ucap vita pada adinda yang dia gendong
mereka berjalan jalan di dalam mall untuk berbelanja semua kebutuhan mereka, bahkan kini mereka juga belanja barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, hanya karena barang itu lagi diskon jadi mereka kalap untuk membeli banyak barang yang mereka lihat.