Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 77


__ADS_3

Ramma dan vita akhirnya menuruti kemauan ratih untuk pergi periksa ke dokter di rumah sakit, mereka sengaja tidak di kasih tau ratih kalau dokter yang mereka akan temui itu adalah dokter kandungan.


Setelah 30 menit mereka berkendara akhirnya mereka sampai ke rumah sakit yang di maksud ratih, dan mereka langsung masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan menemui resepsionis untuk menanyakan ruangan dokter yang akan mereka temui.


Setelah bertanya dan sudah di kasih tau ruangannya mereka langsung pergi ke sana, tapi vita mulai merasa aneh karena semua pasien yang menunggu di depan ruangan itu adalah ibu-ibu hamil, yang mungkin ingin memeriksakan kandungannya.


“sayang, ini kita tidak salah lantai kan, kenapa ini malah banyak banget ibu-ibu hamil di sini” ucap vita sambil sedikit berbisik ke telinga ramma


“enggak kok, suster di bawah tadi bilangnya di lantai ini dan arahnya juga benar. Kamu lihat deh papan nama itu kan sudah jelas tertulis kalau ini ruangannya dokter Dini yang katanya teman mama itu” jawab ramma sambil menunjuk ke arah ruangan dokter


“tapi itu ada tulisannya dokter kandungan sayang, emang ada masalah apa yah di perutku, kenapa mama nyuruh kita ke dokter kandungan. Memangsih aku akhir-akhir ini makan agak banyak, trus suka milih-milih makanan” ucap vita sambil sedikit berfikir


“sudah-sudah jangan banyak berfikir, ayo kita masuk saja dokter sudah menunggu kita di dalam” jawab ramma sambil menarik tangan vita


“ehhh sayang, jangan main masuk saja, kita harus mengantri dulu loh.. jangan gitu kan kasian sama yang sudah menunggu lama di sini, budidayakan mengantri” ucap vita sambil menahan tangan ramma


“tapi kita sudah membuat janji sebelumnya sayang, jadi kita bisa langsung masuk tanpa mnmunggu antrian. Lagian kita tepat waktu kok, ini malah kita kecepetan satu menit dari janji yang sudah di buat mama” jawab ramma sambil meyakinkan vita untuk segera masuk

__ADS_1


“tapi sayang aku masih tidak enak dengan semua orang disini, lebih baik kita tanyakan dulu sama suster yang bertugas di depan ruangan dokter tersebut bagaimana, biar tidak ada yang salah faham dengan kita” ucap vita sambil berjalan menggandeng tangan ramma menuju meja suster yang berjaga


“sayang kamu kok diam saja sih, ayo dong tanyakan sama susternya” ucap vita sambil melirik ke arah ramma


“lohh kok aku sih sayang, bukannya kamu yang tadi ingin tanya sama susternya, yah kamu tanya sendiri lah” jawab ramma sambil menengok ke arah vita.


Vita yang mendengar jawaban dari ramma itu, sontak dia langsung menoleh ke arah ramma dan memberikan tatapan sinis dan mengancam, yang membuat ramma langsung takut dan dia lebih memilih mengalah dari pada malah menjadi panjang.


“iya iya aku yamg tanya, sus saya ramma dan ini istri saya vita. Kami sudah ada janji sama dokter dini hari ini, apa kita sudah bisa menemui dokter dini sekarang” ucap ramma sambil senyum ke arah vita


“ohh iya baik tuan, dokter dini sudah menunggu anda berdua, mari silahkan masuk” ucap suster tersebut


“baik nyonya vita, kalau boleh saya tau, tangga berapa anda terakhir datang bulan?” ucap dokter dini ke vita


“hahh emang kenapa yah dok, saya sudah lupa dok kapan terakhir saya datang bulan, tapi kalau se ingat saya bulan kemarin saya belum datang bulan dok” ucap vita sambil sedikit berfikir dan mencerna omongan dokter dini


“ohh kalau begitu, mari saya periksa dulu yah, kita USG sekarang” ucap dokter dini

__ADS_1


“tunggu dok, apa saya hamil yah dok, karena memang saya merasakan ada beberapa perubahan dalam tubuh saya, saya juga suring merasa pusing dan mual kalau mencium beberapa bau makanan” ucap vita sambil sedikit terkejut


“maka dari itu, nyonya tidur dulu di sini, biar kita lihat bareng-bareng apa nyonya benar-benar hamil atau ada penyakit lain” ucap dokter dini


Vita langsung berbaring ke tempat tidur yang ada di ruangan dokter dini, dan dokter dini langsung mengoleskan sedikit gel ke perut vita, lalu menaruh alat USG di perut vita. Setelah gambarnya muncul di layar monitor, dokter dini dan ramma langsung tersenyum senang karena mereka bisa melihat jabang bayi yang sedang tumbuh di dalam perut vita.


Tapi vita hanya melihat heran di layar monitor itu, dia belum faham sama sekali karena ini adalah kehamilan pertama dia. Vita juga memandang ramma yang sudah meneteskan air matanya sambil terus tersenyum, tapi vita hanya diam sambil menyaksikan layar monitor itu dan sesekali melirik ke arah ramma yang sedang menciumi tangan vita.


“selamat yah tuan, nyonya. Bayinya kalian sehat dan tumbuh sebagaimana mestinya, ini usia bayinya sudah menginjak umur 6 minggu, tapi masih sangat rawan yah. Tolong di jaga baik-baik, nyonya sendiri jangan terlalu capek yah, kurangi kegiatan yang berat-berat yahh” ucap dokter dini


Mendengar itu semua vita tidak bisa berkata apa-apa lagi, kini dia hanya bisa meneteskan air matanya, sambil memandang lekad suaminya itu. Dan setelah selesai pemeriksaan vita dan ramma langsung saling peluk karena mereka sudah tidak bisa membayangkan lagi betapa bahagianya mereka hari itu.


“aku hamil sayang... di sini ada adiknya rendy” ucap vita sambil mengelus lembut perutnya dan air mata yang terus menetes


“iya.. terima kasih yah, aku seneng banget sekarang. Hai.... anak papi, kamu sehat-sehat yah di dalam sana jangan nakal” ucap ramma sambil mencium perut vita dan kening vita


Mereka langsung berterima kasih sama dokter dini, setelah mendapat resep beberapa vitamin untuk kandungan vita, mereka langsung menebus obat-obat itu di apotik dan langsung memutuskn untuk pulang. Mereka suda tidak sabar ingin ngasih kejuta untuk orang orang yang ada di rumah, terutama rendy, karena dia yang ingin sekali memeliki adik.

__ADS_1


Vita dan ramma tidak habis-habisnya mengucap syukur karena mereka sudah di beri kepercayaan untuk bisa merawat titipan terindah yang di berikan Allah untuk mereka. Vita juga selalu mengelus-ngelus perut dia yang masih terlihat rata, karena memang usia kandungannya masih sangat muda jadi tidak belum kelihatan.


Ramma baru sadar kalau sifat aneh vita selama beberapa hari ini di sebabkan karena dia sedang berbadan dua, sedangkan ke inginan vita yang aneh-aneh itu bisa jadi vita sedang ngidam. Jadi ramma janji sama vita, kalau dia akan menuruti ke inginan calon anak mereka yang ada di dalam perut vita.


__ADS_2