
suara kokok ayam mulai terdengar sayup sayup, sehingga mampu membangunkan semuanya dari mimpi indahnya.
vita bangun terlebih dahulu, setelah itu di alin juga kebangun, dan maira juga ikut bangun sambil mengucek mata dia.
"jam berapa ini mbak, kok berisik banget sih" ucap maira sambil merubah posisinya menjadi duduk
"jam 5 Ra, ayo kita sholat subuh dulu, setelah itu kita bantuin teman teman untuk bersih bersih atau masak" ucap vita sambil membuka jendela yang ada di kamar dia
"iya, kita rapihkan dulu kamarnya, setelah itu kita wudhu dan sholat berjamaah yah, vit kamu jadi imam yah, biasanya kita sholat kan jamaah masa iya di sini kita sendiri sendiri" ucap alin sambil merapikan selimut bersama maira
"iya iya, aku jadi imam, tapi nanti gantian yah, dan harus mau, jangan banyak alasan untuk menolak" jawab vita
"yah sudah ayo kita ambil wudhu, sekarang" jawab maira
mereka semua ambil wudhu dan memunaikan sholat subuh berjamaah di dalam kamar, dan setelah itu vita membantu menyapu halaman depan rumah buar tidak kotor.
"vit kamu jangan capek capek, ingat perut kamu jadi jangan terlalu lelah" ucap alin yang langsung membantu vita untuk menyapu halaman yang lumayan luas itu
"iya lin, aku tahu kok. mangkanya aku santai aja nyapunya biar dia baik baik saja di dalam sini" jawab vita sambil mengelus perutnya
"teman teman, kita nanti jam 8 harus sudah siap siap untuk berangkat ke kantor desa yah, buat acara penerimaan di sana. jadi sekarang kalian bisa mulai mengantri mandi dulu biar bisa tepat waktu" ucap reno yang memberikan pengumuman
__ADS_1
"hahh berarti kita tidak sarapan dulu dong, ren" saut maira yang baru selesai mandi
"iya untuk sementara kita sarapannya setelah selesai acara di kantor desa, jadi mohon kalian semua jangan manja yah di sini, kita belajar mandiri di sini, jadi untuk makan yah se sempat kita saja. dan untuk yang sudah dapat jadwal ke pasar dan masak mohon bisa sadar diri sendiri yah, setelah sholat subuh jangan tidur lagi kalau bisa langsung ke pasar biar tidak molor untuk sarapan nya" ucap reno
"ingat yah ren, peraturan ini juga berlaku untuk kamu dan juga semua anak laki laki yah, jangan cuma bisa membuat peraturan saja tanpa bisa mematuhi semuanya. karena coba kamu lihat sendiri yang dari tadi kerja itu cuma anak perempuan saja sedangkan anak laki laki jam segini saja masih ada yang tidur" ucap maira dengan tegas
semua anak perempuan juga setuju dengan apa yang di ucapkan maira, karena dari tadi anak perempuan yang ingin menyapu lantai juga tidak bisa karena masih banyak anak anak yang tidur di ruang engah. bahkan reno sendiri juga baru bangun tidur dan langsung ngasih pengumuman seperti itu.
"mbak vita, kamu jangan lupa makan dulu yah mbak, dan jangan lupa kamu minum susunya. biar aku yang membuat susunya, mbak vita mandi dulu saja biar nanti langsung bisa minum. kamu juga lin, mandi saja dulu, aku buatkan susu sereal buat mengganjal perut kita" ucap maira
"makasih yah Ra, " ucap vita dan alin, dan setelah itu mereka berangkat mandi di rumah warga agar tidak mengantri terlalu lama, sedangkan maira sedang memasak air panas dan sengaja dia masukan ke dalam termos biar suhu panasnya tidak berkurang, sehingga dia tidak memasak air lagi kalau mau buat susu
vita dan alin setelah mandi mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk bersiap siap, di dalam kamar sudah ada 3 gelas susu untuk vita alin dan maira.
"wahhh makasih yah Ra" ucap vita sambil mengambil gelas susunya
"Maira.... makin sayang deh.... makasih yah" ucap alin sambil mengambil gelas susunya
"iya sama sama, lagiankan kalian berdua adalah saudara aku jadi sudah sewajarnya kalau kita saling bantu membantu " jawab maira sambil meminum susu sereal yang sudah dia buat
setelah minum susu mereka semua bersiap siap dan menggunakan jas almamater untuk acara di kantir desa. maira, vita dan alin tampil sangat cantik dengan memakai make up tipis dan natural, sehingga cantik mereka bisa terpancar secara alami.
__ADS_1
mereka semua berjalan bersama sama untuk je kantor desa, karena memang tidak terlalu jauh dari rumah yang mereka tinggali. mereka huga ingin menyapa para warga yang mereka jumpai di jalan, agar mereka bisa lebih akrab dengan warga desa sana.
setelah 20 menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai juga di balai desa, mereka semua di sambut dengan para pengurus desa dan juga beberapa perwakilan warga yang sengaja di undang untuk mengikuti acara tersebut.
mereka saling bersalaman dan juga saling memperkenalkan diri di acara tersebut. mereka juga mendengarkan sambutan dari kepala desa dan jajaranya, terakhir ada juga sambutan dari reno yang selaku ketua dari kelompok kkn ini.
*******
ramma, satria dan bram setelah bangun tidur mereka langsung bersiap siap untuk mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan oleh istri dan tunangannya, mereka ingin memantau dari kejauhan.
"ram, ini beneran mereka tidak akan curiga dengan kita, kalau ketahuan bagaimana" ucap satria
"iya gue yakin tidak akan ketahuan, pokoknya kalian berpakean biasa saja, jangan terlalu mencolok dan nanti saat memantau jangan terlalu dekat juga" jawab ramma sambil sarapan roti yang dia bawa dari kota
"mereka sedang apa yah, apa mereka sudah sarapan semua yah. gue jadi kangen sama maira, mereka juga tidak hubungi kita loh saat mereka sudah sampai. Ram... loe sudah kasihkan wifi itu ke maira kan?" ucap bram pada ramma
"iya ram.... loe tidak lupa ngasih wifi itu ke alin kan, soalnya kemarin loe yang bantuin mereka packing di kamar maira, jangan bilang loe lupa ngasih" ucap satria
"enggak kok, aku sudah kasihkan wifi itu ke vita semua, mungkin vita masih lupa kalau dia bawa wifi itu di kopernya, pasti nanti mereka akan hubungi kita tenang saja, mungkin kemarin vita terlalu capek jadi dia belum menggunakan wifi yang gue kasih." jawab ramma sambil terus menghabiskan roti yang dia makan
"yahh syukurlah kalau sudah di vita semua, gue fikir loe lupa ngasi iti ke mereka. di kampung sini benar benar tidak ada sinyal sama sekali, untung rumah ini ada jaringan wifi nya jadi kita tidak perlu repot" jawab satria sambil memakan roti nya
__ADS_1
"okelah, setelah itu kita langsung pergi yah, jangan lupa bawa masker dan topi agar mereka tidak ngenalin kita nanti" jawab bram
setelah selesai makan, sesuai dengan apa yang bram bilang, mereka akan pergi untuk melihat para kekasih hati mereka sedang melakukan apa di desa itu.