
semua anak kini sudah mulai kembali lagi rasa percaya dirinya, dan kini mereka juga sudah berani menyebutkan nama nama senior yang menjadi provokator di dalam masalah ini.
para senior yang menjadi preman juga sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, jadi mereka akhirnya membuka kebenaran kalau hal ini sudah berada di dalam skrip yang sudah mereka rencanakan.
para senior akhirnya berkumpul dan meminta maaf atas kejadia tadi, mereka mengakui bahwa hanya angkatan ini saja yang berani membanta senior dan menghancurkan skrip yang sudah berjalan bertahun tahun di fakultas itu.
para mahasiswa di bubarkan karena hari ini benar benar tidak ada kegiatan lagi, mereka di ijinkan untuk melihat lihat tiap sudut dari fakultas dan kampus, mereka juga di ijinkan untuk melihat lihat stand UKM, dan mereka bebas untuk mengikuti UKM yang mana.
adinda beserta ketiga temannya berjalan bersama untuk melihat UKM yang sekiranya cocok untuk mereka masuki dan ikut di dalam nya.
"din kamu mau ikut UKM apa kalau boleh tahu? " tanya jihan pada adinda
"aku masih belum tahu han, kalau kalian apa, nanti aku kalau cocok ikut aja deh, soalnya belum ada gambaran" jawab adinda
"aku juga belum tahu sih, kita cari cari aja dulu, siapa tahu cocok" jawab icha
"bagaimana kalau kita lihat ke stand UKM bahasa, kalau bagus kita masuk aja, kan lumayan bahasa inggris kita jadi lancar, lagian di sana juga masih banyak pilihan bahasa" ucap kiki
"iya bener juga tuh... kita lihat aja yuk ke sana, kita lihat lihat" jawab jihan
"oke... aku ikut aja deh, ayo kesana" jawab adinda
mereka ber empat berjalan mencari UKM bahasa, dan ternyata sudah banyak mahasiswa yang berkumpul di depan stand UKM tersebut.
"itu kenapa semuanya kumpul di sana yah, apa sebagus itu UKM nya, sampai semua anak jadi berkumpul dan sangat antusias seperti itu" ucap kiki
__ADS_1
"iya aneh banget, pakai teriak teriak segala lagi, jadi kepo.... ada apa dih di sana" ucap adinda
"yah sudah ayo ke sana aja kalau begitu, jangan cuma jadi penonton saja, kita dekati UKM nya" ucap jihan
mereka semua mendekat ke arah stand itu, dan ingin melihat apa yang terjadi di sana. adinda samar samar mendengar beberapa anak memanggil nama seseorang tapi adinda tidak mengenal nama itu.
"haduhh din... mereka tampan sekali sih, siapa yah mereka, kenapa aku tidak pernah melihat dia sebelumnya" ucap jihan
"iya... pantesan UKM ini rame... banyak banget cewek cewek yang mau daftar di sini, ternya dia alasannya" ucap kiki
"kalian masih mau daftar, kalau aku sih enggak, aku tidak mau daftar di sini, lebih baik aku mencari UKM Kimia aja, kayaknya aku lebih tertarik dengan UKM itu" jawab adinda
"apa din kimia? kamu yakin, pelajaran kita besok itu pasti sudah banyak dan kamu masih mau menambah beban berat itu dengan masuk UKM kimia, jangan gila kamu din, apa kamu ingin mengalami pembotakan di usia dini" ucap icha yang tidak percaya
"sembarangan aja kamu kalau ngomong, kimia itu tidak sebegitu menakutkan kok, lagian dari jaman SMA aku sudah suka dengan pelajaran kimia dan kimia ku dulu selalu paling bagus di antara teman teman, yah jadi apa salahnya aku terusin di sini, lagian kedokteran dan kimia itu saling berkaitan kan, itung itung sambil menyelam minum air" jawab adinda dengan santai
"yah sudah... sana gih daftar nanti kalau full nyesel lagi... " jawab adinda
"iya... bener juga, ayo kita daftar sekarang aja" jawab kiki
adinda mengantar teman temannya untuk daftar di stand itu, mereka menunggu untuk mendapatkan kertas pendaftaran, karena di depan masih banyak anak anak yang mengisi identitas jadi masih harus mengantri.
setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mereka kebagian juga untuk mendapatkan kertas pendaftaran itu, dan mereka di kasih satu persatu.
"hai... perkenalkan nama gue galih, ini teman teman gue, ini reza, dan ini danang, kita akan menjadi mentor kalian nanti" ucap galih dan galih langsung membagikan formulir untuk mereka semua termasuk adinda
__ADS_1
"ini untuk kamu cantik, kebetulan sekali formulir ini habis di kamu, " ucap galih sambil menggoda adinda
"maaf kak... saya tidak tertarik dengan UKM ini, saya di sini cuma mau mengantar teman saya aja untuk daftar, jadi saya tidak butuh formulir ini" jawab adinda
"kamu bisa coba masuk aja dulu cantik, pasti nanti kamu akan suka, jadi jangan di sia siakan formulir ini, banyak loh anak yang ingin daftar tapi belum bisa mendapatkan formulir nya" ucap galih
"yah... kalau begitu, kakak kasihkan sama yang lebih membutuhkan saja, lagian saya juga sudah bisa bahasa inggris, jepang, china, korea, jerman , dan prancis, saya mau belajar bahasa apa lagi" jawab adinda
(kaget kan kalian semua, bagaimana aku tidak bisa hafal bahasa bahasa itu, nenek pernah tinggal di prancis lama, om dan tante ada yang tinggal di china dan korea, inggris pelajaran dari kecil, jepang juga di ajarkan di sekolah dulu. mau cari bahasa apa lagi coba) suara hati adinda
"ohhh iya... kalau begitu kamu bisa lebih menguasahi bahasa lain di UKM ini, kamu coba masuk dulu aja, kalau tidak suka kamu bisa keluar kok" ucap galih yang terus memaksa adinda
"iya din... terima aja tidak apa apa, kalau tidak suka kamu bisa keluar kan bebas, yah cuma kamu akan kehilangan uang pendaftaran aja" ucap jihan
"iya deh aku coba" jawab adinda
adinda langsung menerima formulir tersebut dan dia mengalah karena bujukan dari teman temannya itu.
"kak.... madih ada tidak formulir nya, saya sangat ingin daftar di sini" ucap salah seorang perempuan yang tiba tiba datang
"haduhhh maaf yah... formulir nya sudah habis, dan peserta juga sudah penuh, kamu cari aja UKM lain yang cocok dengan tampang kamu yang seperti ini, kayaknya di sini tidak cocok deh" ucap galih sambil menatap perempuan itu dari atas sampai bawah
"tapi kak saya ingin sekali ada di UKM bahasa yang terkenal ini, biar saya bisa ikut terkenal jika masuk di sini" ucap perempuan yang berpenampilan sangat tertutup, berkuncir dan berkaca mata.
"tidak.... " ucap galih yang belum selesai namun langsung di potong sama adinda
__ADS_1
"ada kok... tinggal satu, ini buat kamu, ku tinggal isi aja nama kamu di situ, dan kamu tidak usah membayar, karena tadi aku sudah membayar buat formulir ini. " ucap adinda dan memberikan formulir nya ke perempuan itu
"teman teman aku duluan yah, kalian lanjutkan saja tidak apa apa" ucap adinda sambil berlalu pergi meninggalkan stand itu, karena dia tidak suka dengan orang yang selalu menilai orang lain dari penampilan luarnya saja.