Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 69


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu semenjak kepergian ayu, ramma dan satria sudah melakukan aktifitas mereka di kantor seperti biasanya. Sedangkan vita, alin dan bram mereka masih enggan untuk keluar rumah, bahkan vita dan alin mereka tidak mau melakukan chating di group ciwi-ciwi mereka. Karena setiap mereka membuka group itu mereka langsung keingetan sama ayu, bahkan panggilan terakhir di dalam group it adalah panggilan video call ayu.


Mereka tidak lagi melanjutkan magang mereka, dan mereka juga enggan untuk berada di lingkungan kampus, karena bayang-bayang ayu selalu muncul saat mereka menginjakkan kaki di pintu utama kampus itu.


Suara ayu yang berteriak, bahkan tingkah ayu yang tidak bisa diam saat di kampus, selalu terputar dengan sendirinya tanpa mereka pinta dan hasilnya pasti air mata mereka akan selalu menetes. Bahkan bram juga tidak pernah datang ke kampus jadi semuanya di urus sama seketaris dia, tapi bram setiap tiga hari sekali selalu menyempatkan untuk mendatangi makam ayu


*******


“haiiii... kamu tidak bosan kan kalau aku selalu datang ke sini” ucap bram pada makam ayu


“aku bawkan kamu bunga lili sekarang, aku janji sama kamu yu, aku akan datang dengan membawa bunga yang berbeda agar kamu tidak bosan dengan aroma bunganya”


“bagaimana kabar kamu sekarang, aku yakin kamu pasti sudah bahagia kan sekarang”


“maaf yu, aku belum bisa melupakan kamu dan mungkin tidak akan pernah bisa”


“kamu sudah menempati tempat yang spesial di hati ini, dan akan aku pastikan kalau kamu tidak akan pernah keluar dari hatiku yu”


“yu, hari ini kegiatanku masih sama seperti kemarin, aku masih sering memikirkan kamu, menangisi kepergian kamu bahkan aku belum bisa memaafkan diriku sendiri. Kenapa aku bodoh banget yu, sampai menjaga kamu saja aku tidak bisa”


Setelah bercerita di makam ayu, bram langsung berdoa untuk ayu. Karena hanya hal ini saja yang di butuhkan ayu, walaupun dengan air mata yang terus mengalir, bram selalu mencoba untuk kuat dan tegar saat berada di makam ayu.


“aku pulang dulu yah yu, aku akan sempatkan untuk terus mengunjungi kamu di sini, aku tidak akan pernah biarkan kamu sendiri lagi yu. Aku cinta kamu yu” ucap bram dan langsung kembali pulang


*******


“vita..... mau sampai kapan kamu seperti ini sayang, mana vita putri mama yang selalu bahagia dan tersenyum seperti dulu. Mama tau kamu sangat kehilangan ayu tapi kamu masih punya kehidupan sendiri sayang, mama juga yakin kalau ayu tidak akan pernah bahagia kalau melihat sahabat-sahabatnya selalu menangisi kepergiannya” ucap mama ratih sambil memegang tangan vita


“vita masih belum percaya ma, kalau ayu sudah pergi untuk selama-lamanya. Kenangan ayu terlalu banyak ma buat vita, karena hanya ayu yang bisa membuat vita dan alin kembali tersenyum” ucap vita dengan air mata yang kembali menetes


“menangislah sayang, keluarkan semua isi hatimu, menangislah sesuka kamu hari ini, jangan pernah di tahan lagi mama tau kamu sangat sedih dan ingin sekali menangis. Tapi setelah itu kamu harus bisa bangkit lagi sayang, kasihan rendy dia selalu sedih saat melihat kamu seperti ini” ucap ratih sambil memeluk vita


Kini vita sudah menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisannya terdengar sangat pilu dan menyayat hati. Vita benar-benar ngeluarin semua isi hatinya, dan ratih memeluk tubuh vita dengan sangat erat, setelah capek menangis vita mulai melepaskan pelukannya dan ratih langsung mengusap wajah vita yang sangat basah karena air matanya.


“sudah yah sayang, jangan pernah sedih lagi. Karena sesungguhnya ayu tidak benar-benar pergi, karena ayu selalu tinggal di sini, dia akan selalu menemani kita kemanapun kit apergi” ucap ratih sambil memegang dada vita

__ADS_1


“iya ma, terimakasih yahh sudah mau menghibur vita. Vita mau mandi dulu yah ma, setelah itu vita akan temani mama masak buat makan siang” ucap vita dengan senyum yang mulai terukir kembali di bibir nya


Drettt...drett...dret... (ponsel vita bergetar)


Vita : assalamualaikum


Alin : waalaikum salam, apa kabar kamu


Vita : sudah lebih baik, bagaimana sama kamu sendiri lin, kayaknya sudah lama banget kita tidak ketemu ni


Alin : apa mama ratih ada di rumah vit, aku mau main ke rumah yah


Vita : iya main aja ke sini, mama belum balik ke paris, kita mau masak buat makan siang


Alin : oke aku berangkat yah


Vita : oke kita tunggu


(telpon berakhir)


“sat,apa bram sudah mau menghubungi kamu, dia belum hubungin aku sama sekali” ucap ramma ke satria


“belum ram, aku sendiri belum berani hubungi bram, tapi kalau alin sudah mulai bisa normal lagi” ucap satria


“bagaimana kalau kita nanti jemput bram ke rumahnya, kita tidak bisa membiarkan dia sedih terus kaya gini” ucap ramma


“aku setuju, sekalian aja kita bawa dia untuk makan siang atau kita jemput anak kamu dulu siapa tau rendy bisa membuat suasana hati bram jadi lebih baik” saran satria


“ide bagus, tapi bentar....aku bilang dulu sama vita biar nanti dia tidak menjemput rendy” ucap ramma sambil ngeluarin ponselnya


Tutt... tutt... tut... (nada sambung ponsel ramma)


Vita : iya sayang ada apa


Ramma : sayang, nanti biar aku saja yah yang jemput rendy

__ADS_1


Vita : ohh gitu, yah sudah. Alin juga mau datang ke rumah buat masak bareng sama mama


Ramma : ohh yah sudah, aku akan ajak satria dan bram buat makan ma;am di rumah aja yah


Vita : ohhh yah sudah, aku akan bilang sama mereka sekarang. Kita nanti akan masak banyak hari ini


Ramma : yah sudah, aku lanjut kerja dulu yah sayang


Vita : iya, assalamualaikum


Ramma : waalaikum salam


(panggilan telpon berakhir)


Setelah menyelesaikan semua kerjaan mereka, ramma dan satria langsung pergi menjemput Rendy, dan setelah itu mereka pergi ke rumah bram. Karena mereka tidak mau temannya itu terpuruk lama dalam kesedihannya, dan siapa tau rendy bisa membujuk bram agar mau main lagi.


“ram.. bagaimana kalau kita carikan pengganti buat sih bram, biar dia bisa sedikit mau bangkit dari kesedihannya” ucap satria di dalam mobil ramma


“tapi masalahnya, bram itu paling susah kalau di kenalkan sama perempuan lain. Apalagi hatinya kini di bawa pergi sama ayu” ucap ramma


“atau bagaimana kalau kamu ajak balik adik kamu ke indonesia” saran satria


“hahhh... sih Maira maksud kamu” jawab ramma


“iyalah Maira, emang kamu punya adik berapa?” ucap satria


“aku tidak yakin kalau sih Maira mau balik ke indonesia, dia terlalu nyaman hidup di sana. Bahkan aku nikah aja dia hanya ngasih selamat lewat video call” jawab ramma


“hahhh berarti vita belum tau kalau kamu punya adik kandung” ucap satria yang rada terkejut


“belum, sih maira yang melarang. Dia bilang suatu saat nanti, dia sendiri yang akan kenalan sama sih vita. Dia ingin kenalan sama vita sendiri biar dia bisa menilai vita itu orangnya bagaimana” jawab ramma


“kamu coba aja dulu ram, siapa tau dia mau balik ke indo. Cara terakhir hanya sama sih Maira, bahkan dari maira SMP dia selalu lebih dekat sama sih bram kan dari pada sama kamu yang notabennya kakak kandung dia sendiri” ucap satria


“oke-oke coba nanti kita video call dia bareng-bareng, dan kamu harus berusaha juga ngebujuk maira biar dia mau balik pulang ke sini” ucap ramma, dan di setujui sama satria

__ADS_1


Ikhlas adalah satu kata yang mudah untuk di ucapkan tapi sangat susah untuk di laksanakan. tapi sesungguhnya tidak ada kata susah kalau kita mau belajar, dengan ikhlas hati akan jadi lebih tenang dan kita bisa kembali menata jalan masa depan kita, karena banyak kesuksesan yang masih menunggu kita di ujung jalan.


__ADS_2