
alin dan maira tidak langsung tidur, walaupun tubuh mereka capek dan lelah tapi. mata mereka masih enggan untuk terpejam, jadi mereka memilih untuk ngobrol sambil merebahkan tubuh mereka, dengan harapan mungkin mereka akan tertidur sendiri .
"Ra... aku kok masih kepikiran sama reno dan anak anak yang di culik itu yah... kenapa sih mereka itu tidak bisa mikir sedikit gitu, dan kenapa mereka masih saja mau pergi bareng orang orang itu " ucap alin
"aku juga tidak habis fikir sih.... padahal mereka sudah dewasa, dan pastinya mereka punya otak yang masih berfungsi kenapa mereka bisa bertindak dengan berfikir dulu" jawab maira
"yahh semoga saja, dengan kejadian ini mereka bisa berubah lebih baik lagi. siapa tahu aja mereka besok bisa mengikuti proker kita dengan lebih baik" ucap alin
"iya semoga saja, aku juga ingin banget melihat kelompok kita bisa kompak, seperti kelompok kelompok lain" jawab maira
setelah berbicara cukup lama, akhirnya mereka tertidur juga dengan sangat lelap.
matahari pagi mulai bersinar kembali, kini semua manusia sudah terlihat sibuk dengan semua aktivitas pagi hari mereka. ada yang pergi je kebun, ke ladang dan juga jualan. suasana khas pedesaan yang masih terjaga, menjadi daya tarik sendiri untuk desa ini.
vita, maira, dan alin yang sedang berjalan kaki untuk kembali ke basecamp mereka, selalu menyempatkan untuk mengabadikan semua kegiatan di sana, dan juga mereka mengambil gambar dari jalan yang akan mereka gunakan sebagai pembanding saat proker mereka selesai.
di basecamp semua anak juga sudah melakukan aktivitas pagi mereka, ada yang memversihkan rumah, halaman, dan juga menyiram tanaman. kini mereka sudah jauh lebih kompak dari pada hari hari kemarin, karena sudah terlihat reno, adi dan dimas yang mau membantu pekerjaan rumah.
"lohhh ren, di, mas... kalian sudah baikan, kalau masih sakit istirahat saja, biar kalian bisa lebih fith" icap maira saat melihat mereka menyapu halaman
__ADS_1
"iya Ra, alhamdulillah kita sudah baik baik saja. ngomong ngomong makasih yah kalian sudah mau menolong kita, padahal kita sudah bertindak ngeselin sama kaliam" jawab reno
"tidak apa apa Ren. lupakan saja masalah kemarin, yang penting kalian sudah kembali dengan sehat. jangan pernah lakukan hal bodoh kaya kemarin, pergi boleh tapi setidaknya ada ijin mau ke mana, jadi biar kita sendiri yang ada di basecamp itu tidak khawatir" jawab vita
"iya vit, memang beda yah kalau perempuan sudah menikah, omonganya itu pasti jauh lebih bijak" ucap adi
"apaan sih di enggak, biasa saja" jawab vita
"oh iya lin, vit, ra kita mau ngucapin selamat yah buat kalian yang sudah bertunangan dan buat kamu vita selamat yah atas kehamilan kamu" ucap dimas sambil melempar senyum untuk mereka
"iya sama sama, oh iya kalau bisa jangan bilang sama semua anak yah, biarkan cukup kelompok kita saja yang tahu tentang ini semua" jaweab alin sambil membalas senyum ke semua orang
"yah sudah, sebentar lagi kita rapat yah buat bahas presentasi untuk di kantor desa besok malam" ucap maira
"oke" jawab reno, adi dan dimas secara bersama sama
setelah menyelesaikan semua tugas mereka, sebelum sarapan mereka memutuskan untuk rapat terlebih dahulu, setelah seleasai mereka sarapan bersama sama.
setelah selesai semuanya mereka kembali di bagi menjadi beberapa kolompok sesuai bidang mereka sandiri sendiri, dan juga mereka mengumpulkan uang yang akan mereka gunakan untuk pembangunan desa wisata.
__ADS_1
ada yang mencoba membuat olahan dari singkong yang belum pernah ada yang buat, jadi mereka bisa ngasih lebel kalau olahan tersebut berasal dari desa x, ada yang mencoba membuat kerajinan tangan dari bambu dan rotan untuk di jadikan tas, topi, dan juga hiasan dinding, ada juga yang membuat disain jalan yang menuju air terjun, bahkan mereka ingin membuat jalan baru agar lebih mudah di lewati sama wisatawan.
mereka semuanya tahu kalau pembangunan ininsemua tidak bisa hanya memakan waktu 1 bulan apalagi kini cuma tinggal 3 minggu saja, mereka bertekat setidaknya mereka bisa menyelesaikan 50 persen dari proker mereka, dan setelah itu mereka akan memantau dari jauh, tapi sekali kali mereka akan datang melihat perkembangan dari proker mereka.
vita, maira dan alin kebagian tugas untuk membuat karya karya seni seperti melukis di jalan, melukis di tong sampah dan juga pembuatan taman di beberapa titik yang akan di lalui para wisatawan saat jalan kaki.
semua anak sibuk dengam tugas mereka sendiri sendiri, mereka berkumpul jadi satu, tanpa ada yang ingin memisahkan diri apalagi bertindak egois.
setelah selesai contoh karya dan juga disain yang mereka buat untuk dijadikan pajangan saat mereka melakukan presentasi besok, mereka berganti mengerjakan tugasa ppt dari setiap kelompok, setiap kelompok wajib membuat ppt dengan memasukan semua yang mereka buat di dalam ppt tersebut agar semua orang bisa melihat hasil hasil karya tersebut.
mereka mengerjakan itu semua sampai malam hari, dan harus di tunda sebentar untuk mengajar beberapa anak anak yang tinggal di desa tersebut untuk belajar bersama, setelah selesai mengajar mereka kembali dengan kelompok masing masing.
akhirnya ppt sudah siap di gunakan besok saat presentasi, mereka juga menguji coba dengan menampilkan slet slet ppt untuk mengecek, apa sudah benar semua atau masih ada yang tertinggal.
setelah di rasa cukup dan mereka semua bersorak untuk memberikan semangat pada masing masing orang, agar saat hari presentasi besok mereka tidak membuat malu kelompok atau diri sendiri, karena ada yang tertinggal.
setelah selesai, mereka kembali ke kamar masing masing untuk tidur, kini reno, adi, dan dimas kembali tidur di ruang tengah, karena vita, alin dan maira tidak ingin berbaik hati lagi dengan meminjamkan kamar mereka untuk orang lain.
mereka semua tidur dengan sangat lelap, karena mereka tidak ingin membuat kesalahan di hari esok, mereka memilih langsung tidur dari pada begadang. karena memang dengan berhasil nya acara besok, itu juga mempengaruhi dengan keberhasilan proker yang akan mereka kerjakan sebagai tugas akhir kkn mereka di smdesa x.
__ADS_1
sementara para berandalan itu, masih di beri pelajaran sama pak udin dan pak seno beserta anak buahnya, semua warga desa yang tahu tentang kejadian itu bukan malah iba karena preman itu di siksa, tapi malah mereka semua senang karena sudah tidak ada lagi orang yang membuat onar di deaa mereka, bahkan orang tua mereka juga sudah tidak pedului, mereka hanya mau peduli kalau anaknya bisa berubah.