Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 8


__ADS_3

“Tuan Ramma, kenapa anda bisa ada di sini” tanya Vita yang sedang bingung kenapa tuan Ramma bisa menemuinya di tempat seperti ini, kini posisi Vita berdiri tepat di depan Ramma


“Kamu yang kenapa bisa ada disini, apa kamu tidak tau ini sedang hujan hahh... kalau jadi orang itu jangan bodoh, kalau ada masalah itu cari teman yang bisa di ajak curhat, bukannya malah main hujan-hujanan tidak jelas seperti ini” jawab Ramma dengan nada agak marah


Vita yang mendengar itu dia hanya lebih memilih diam tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dan hanya mendengarkan semua omongan Ramma, walaupun hatinya sangat sakit sekarang mendengar ucapan Ramma


“Kenapa kamu tidak menjawab ?, apa kamu sudah mulai tuli sekarang ?, sampai kamu tidak mendengar apa yang saya bicarakan” tanya Ramma lagi


“Tau apa anda tuan tentang saya? Sampai anda berbicara seperti itu kepada saya, anda siapa saya memang? Yahh kalau memang saya bodoh trus kenapa ? apa kebodohan saya ini mengganggu tuan, merugikan tuan TIDAK KAN (kini vita sudah tidak dapat membendung air matanya lagi). Dan untuk teman, siapa yang mau berteman dengan saya? Saya hanya gadis miskin yang tidak punya apa-apa selain masalah hidup, tuan tidak mengerti itu semua, tuan tidak faham, jadi saya mohon tuan tinggalkan saya sendiri di sini (dengan tangis yang makin menjadi), saya mohon tuan tinggalkan saya sekarang, sekali lagi saya mohon sama tuan, TINGGALKAN SAYA SEKARANG” Vita yang memohon dengan isak tangis dan kini Vita terduduk di bawah Ramma karena dia merasa sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi.


Dengan refleks Ramma langsung membuang payung yang sedari tadi dia pegang, dan dia tanpa fikir panjang langsung memeluk tubuh Vita yang sudah mulai bergetar karena kedinginan dan tangisan yang makin menjadi


“Menagislah Vita, menangislah sekarang, keluarkan semua beban yang ada di hidup kamu dengan tanggisan kamu agar kamu merasah legah, pukul lah saya jika kamu ingin memukul, saya tidak akan meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini” ucap Ramma yang berusaha menenangkan hati Vita


Vita yang mendengar itu dia langsung memeluk balik tubuh Ramma dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Ramma dan sesekali dia memukul punggung Ramma untuk melegahkan hatinya, Ramma kini hanya diam dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Vita. Tak lama Vita pingsan karena rasa dingin yang ada di tubuhnya, dan beban hidup yang tidak bisa di tanggung lagi, melihat Vita yang pingsan membuat Ramma bingung, karena dia tidak mungkin membawa Vita kerumahnya sekarang karena pasti di sana ada Rendy yang pasti akan ikut panik melihat Vita pulang dengan keadaan pingsan, akhirnya Ramma memutuskan untuk membawa Vita ke apartemen miliknya.


Sesampainya di apartemen Ramma langsung menyuruh pelayan untuk membeli baju perempuan di butik lantai satu yang ada di apartemen itu. Lalu Ramma meminta pelayan itu sekalian untuk menggantikan baju Vita yang sudah basah kuyup dengan baju yang di bawa pelayan tersebut, Ramma sendiri juga langsung mengganti bajunya dan mengompres kening Vita dengan air hangat, dan mengoleskan minyak angin ke hidung Vita.


"Aku dimana? "pertanyaan pertama saat Vita terbangun dari pingsannya


"Kamu ada di apartemen ku sekarang" jawab Ramma

__ADS_1


Vita sambil terus memegang kepalanya yang terasa sabgat berat, dan di tambah lagi dia sangat kaget saat bajunya sudah berganti dengan baju yang tidak di kenal sama Vita.


"BAJU KU" Vita melihat ke arah Ramma, dengan pandangan menyelidik


"Baju kamu ada di staf apartemen untuk di cuci, dan yang mengganti baju kamu ini staf itu, bukan saya.. jadi kamu tenang aja" ucap Ramma


dengan perasaan yang lega, Vita kembali menjatuhkan tubuhnya untuk berbaring di tempat tidur, karena memang kepada dia masih sangat berat sekarang, Ramma yang melihat itu langsung berinisiatif untuk membelikan obat buat Vita.


"Saya tinggal sebentar yahh" jawab Ramma


"Tuan mau kemana? "tanya Vita


"Ettsss tidak usah tuan, saya tidak apa-apa, saya bukan perempuan lemah, lagian saya juga tidak demamkan. kepala saya sakit itu dikarenakan sebab lain yuan, bukan karena hujan-hujan" jawab Vita sambil menahan ramma untuk keluar membelikan dia obat, karena jujur Vita tidak mau merepotkan orang lain.


"Kalau begitu kamu cerita sama saya, kenapa kamu sampai hujan-hujanna seperti tadi, dan kenapa kamu menangis sampai seperti tadi" ucap Ramma yang meminta Vita untuk jujur sama keadaannya


"Saya tidak apa apa tuan, itu masalah saya sendiri jadi tuan tidak perlu menghawatirkan saya" ucap Vita sambil menundukan kepala


"Kalau kamu tidak mau cerita, saya tidak akan di sini lagi, saya akan kembali pulang dan meminta Rendy untuk tidak menemui kamu lagi" ancam Ramma


Vita yang mendengar itu langsung mendongakan kepalanya menghadap ke Ramma, karena jujur dia sudah sangat menyayangi Randy dengan bersama Rendy Vita bisa melupakan semua masalahnya yang selama ini menjadi beban hidupnya.

__ADS_1


"Jangan tuan.... saya mohon... saya sudah sayang sekalai sama rendy tuan" ucap Vita dengan wajah yang sangat memelas


"Kalau begitu kamu bisa cerita sama aku, agar bebab di hidup kamu bisa berkurang" ucap Ramma yang membuat air mata Vita kembali terjatuh, ini baru pertama kalinya Vita menangis di depan orang lain


"Saya di pecat tuan dari tempat saya bekerja, dan uang gaji saya di potong 50 persen, saya bingung tuan, bagaimana cara saya untuk membayar uang kuliah karena waktu saya tinggal 3 hari lagi, kalau saya tidak membayar maka saya akan di kasih surat cuti tuan. dan saya juga tidak berani pulang karena saya takut orang tua saya marah apalagi setelah mendengar kalau saya di pecat. sedangkan hutang orang tua saya harus segera di bayar, kalau saya tidak bisa membayarkan hutang itu maka diri saya yang akan menjadi jaminan dan itu berarti saya harus menikah dengan lintah darat itu, maka dari itu saya tidak berani pulang, saya takut tuan dan saya juga manusia biasa yang ingin menangis dan meluapkan semua emosi saya, mangkanya saya memilih hujan-hujan agar tidak ada yang tahu kalau saya sedang menangis" jawab Vita dengan air mata yang terus mengalir


"Kamu mau menikah sama saya? saya akan bayar semua hutang orang tua kamu, dan saya juga akan bayar tunggakan kamu di kampus" ucapan ramma yang membuat Vita terkejut


"Apa tuan... apa saya tidak salah dengar" ucap Vita


"Iya, kamu tidak salah dengar. saya mau menikah sama kamu karena rendy sangat menyayangi kamu, Rendy mau kamu jadi mami sambungnya. setelah menikah kamu tinggal sama saya, dan kamu mengurus semua keperluan Rendy, mulai bangun tidur sampai dia tidur. sebagai gantinya saya akan cukupi kebutuhan kamu" ucap Ramma


Vita mendengar itu hanya bisa diam, dan berfikir keras, jawaban apa yang akan dia berikan pada Ramma.


"Saya tidak akan meinta kamu lagi, kalau kamu menolak. saya tidak akan memaksa kamu untuk mau menjadi mami Rendy" ucap Ramma lagi


"Iya tuan saya mau menikah sama tuan, untuk menjadi mami sambung Rendy. saya juga sudah mulai terbiasa dengan sebutan barunya kepada saya" ucap Vita dengan ragu


"Baik kalau kalau mau, saya akan segera urus semuanya. dan saya akan langsung melunasi semua hutang-hutang kamu, lalu kamu langsung tinggal bersama saya dan Rendy" ucap Ramma


(Mungkin ini adalah jalan terbaik yang di berikan tuhan untuk masa depan ku, walaupun kami menikah tanpa ada rasa cinta, saya janji sama tuan kalau saya akan berusaha menjadi istri yang baik dan mami yang baik buat Rendy) suara hati Vita

__ADS_1


__ADS_2