Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 82


__ADS_3

Vita dan maira sedang mencari-cari novel bersama, sambil menunggu Alin selesai mencari buku pelajaran, walaupun mereka baru pertama kali bertemu, tapi mereka sudah sangat akrab. Maira sangat seneng banget, karena dia bisa ketemu dengan kakak iparnya yang memiliki hati dan sifat yang sangat baik.


(gila sih ini mbak vita baik banget, kenapa perempuan sebaik, secantik, dan semuda ini bisa mau menikah dengan bang ramma yang sangat ngeselin itu. Memang beruntung banget sih ini bang ramma, tapi kayakanya yang tidak beruntung disini adalah mbak vita yang harus menikah dengan laki-laki yang super duper ngeselin) suara hati maira sambil senyum-senyum sendiri


“kamu kenapa Ra, kok senyum senyum sendiri” ucap vita sambil menyenggol tubuh maira


“ehhh enggak mbak, lagi kepikiran saja sama kakak ku, he he he he” jawab maira


“kamu punya kakak Ra? Dimana, di indonesia atau di luar negeri?” tanya vita


“kakak ku di indonesia mbak, dia tinggal di kota ini juga kok. Tapi yah memang, aku belum ngasih kabar dia kalau aku sudah ada di indonesia, sengaja sih buat ngasih kejutan buat dia.” Ucap Maira


“ohh gitu, trus kamu sekarang tinggal dimana emang, kalau kamu tidak pulang ke rumah kakakmu”tanya vita agi


“aku tinggal di hotel mbak untuk sementara, sampai nanti aku beres ngerjain kakak ku yang ngeselin banget itu he he he,” jawab maira


“Ra, dari pada kamu tinggal di hotel, lebih baik kamu tinggal di rumah ku deh, di rumah ku masih banyak kok kamar kosong, nanti aku kenalin kamu sama suami dan anak aku” ucap vita


(yahh sama aja aku pulang kalau begitu mbak vita, ini kamu belum tau aja kalau aku adalah adik kesayangan bang ramma. Lagian aku juga sudah kenal sama orang-orang yang tinggal di rumah itu) suara hati maira


“Haii Ra..!!! kamu kenapa ngelamun lagi sih, awas kesambet loh nanti” ucap vita sambil ngagetin maira


“vit, mbak maira. Sudah selesai belum, aku sudah selesai nie cari bukunya... ke kasir yuk” ucap alin yang tiba-tiba datang


“yah sudah kita kekasir sekarang yah Ra” ajak vita ke maira


“heem ayuk” jawab maira


Mereka langsung mengantri ke kasir untuk membayar buku-buku yang sudah mereka pilih tadi. Setelah selesai membayar, maira ngajak vita dan alin untuk makan bersama di restoran yang berada di mall tersebut.


“kita makan di mana nie yang enak, aku kan baru pertama kali main ke mall ini, jadi aku belum tau mana restoran yang makanannya enak. Aku ngikut saja deh sama kalian” ucap maira sambil jalan keluar dari toko buku


“kita ke restoran lantai 4 aja bagaimana, disanakan makanannya enak-enak banget, sudah lama kita tidak makan di sana” saran alin

__ADS_1


“yah sudah deh ayo kita naik ke atas kalau begitu” jawab maira


*******


“kita naik langsung saja yah ke lantai 4, sudah lapar banget ini. Belanjanya tunggu selesai makan saja” ucap bram


“ram, loe kan lagi bahagia banget nie, bagaimana kalau kamu belikan semua anak-anak kantor makanan untuk makan siang meraeka.” Saran satria


“iya ram, sekali-kali. Kapan lagi loe mau traktir orang sekantor, mumpung duit loe masih banyak, jadi jangan sungkan-sungkan untuk membelikan kita semua makanan, ha ha ha ha” jawab bram


“hemmm itu sih mau kalian aja, yah sudah deh, tidak apa apa ini sebagai apresiasi karena kerja keras mereka semua, berapa jumlah karyawan kita di kantor” ucap ramma


“nahhh begitu dong, sering-sering. Ha ha ha ha kalau jumlah berapanya yah gue kagak tau, coba loe tanya sama mila seketaris loe” jawab satria


“hemmmm okelah, gue hubungi mila dulu” jawab ramma sambil mengambil ponsel di kantongnya


“loe telpon sambil jalan lah, ngapain pakai berhenti” ucap bram


“iya...” jawab ramma


Mila : iya hallo pak ramma


Ramma : mil saya mau tanya sama kamu, berapa yah jumlah seluruh karyawan kantor


Mila : semuanya yah pak, beserta OB dan OG nya juga kan


Ramma : iya mil semuanya, berapa jumlahnya


Mila : sebentar pak, saya tanyakan dulu yah


Satria : iya mil


(mila mencoba bertanya tentang jumlah keseluruan karyawan yang bekerja di kantor)

__ADS_1


Milla : hallo pak ramma


Ramma : iya mil bagaimana, berapa orang


Mila : kurang lebih 1000 orang pegawai pak


Ramma : oke, terima kasih infonya, nanti kalau ada kurir mengantarkan makanan langsung kamu terima dan bagikan sama semua karyawan yah


Mila : baik pak, saya akan melaksanakannya


Ramma : ok


(telpon di akhiri sama ramma sendiri)


********


“ini kita makan di resto mana lin” tanya maira pada alin


“ituloh kak, kita makan di situ saja, makanannya enak-enak banget” jawab alin


“vit, kamu bisa makan semuanya kan, biasanya orang hamil itu suka pilih-pilih makanan” tanya maira


“tidak kok Ra, kayaknya kali ini dia lagi anteng, jadi aku bisa makan segalanya hari ini” jawab vita


(ini kan waktunya makan siang, semoga saja bang ramma dan temannya tidak makan di resto ini juga. Karena ini adalah salah satu resto langganan mereka, dan semoga saja pemilik resto juga sudah tidak ingat dengan wajahku) suara hati maira yang sedikit was was


Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam resto itu, maira vita dan alin sedang melihat ke kanan dan ke kiri mencari tempat duduk kosong yang aman dan nyaman untuk mereka duduk. Dan maira mengusulkan untuk duduk di pojok, karena tempat duduk tersebut yang di rasa sangat aman, karena di sana beberapa kursi nya terhalangi sama tembok dan juga tiang yang lumayan besar.


Vita dan alin terhalang dengan tiang tersebut, kini yang terlihat hanya maira yang sedang duduk. Setelah memanggil pelayan dan menulis semua pesanan yang akan mereka makan, maira ijin untuk ke toilet sebentar, karena dia ingin buang air kecil, dan ingin membenarkan make upnya .


Saat maira berjalan ke arah toilet, dia samar-samar mendengar suara yang sangat dia kenal. Dia mencoba mencari siapa pemilik suara tersebut, dan saat menoleh di bagian kasir, maira sangat terkejut karena ramma, satria dan bram juga ada di dalam resto tersebut.


Maira dengan sigap langsung sembunyi, dan milihat ke arah vita dan alin yang kayaknya mereka tidak sadar kalau ramma, satria dan bram juga ada di restoran ini. Maira langsung berlari ke arah toilet untuk bersembunyi, karena memang hari ini bukan hari yang tepat untuk mereka bertemu.

__ADS_1


(semoga laki-laki itu tidak menemukan keberadaan alin dan vita, bisa gagal rencana makan siangku bersama mbak vita, lagian kenapa mereka jalan ke luar kantor sih, bukannya di dalam kantor juga ada kantin. Nyebelin banget mereka) suara hati maira


__ADS_2