
setelah beberapa menit berjalan keliling fakultas, arjuna dan ariel akhirnya bisa menemukan ruang UKS tanpa nyasar kemana mana. mereka langsung masuk ke dalam ruangan itu untuk mencari dimana adinda.
"Adinda" ucap arjuna dan ariel dengan sedikit berteriak
"juna, ariel, kalian kemana aja sih... lama banget sampainya, fakultas kalian sama fakultas ku kan tidak jauh, kenapa bisa lama banget sih" protes adinda
"kita sampai dari tadi din, kita lama itu gara gara fakultas kamu sudah kaya kuburan tahu tidak, bahkan kayaknya masih terangan kuburan di bandingkan dengan fakultas kamu ini," ucap arjuna
"iya... kenapa sih, kalian anak anak kedokteran tidak bisa bayar listrik atau apa dih, sampai tidak ada lampu yang nyala satupun" ucap ariel
"sembarangan aja kalau ngomong, ini itu kita ada acara ospek malam, dan sengaja lampu memang di matikan biar lebih seru aja, bukan karena kita tidak bisa bayar lampu" jawab adinda
"ohhh gitu, pantesan aja gelap banget" jawab arjuna
"din kamu kok bisa pingsan sih... kamu sudah makan kan tadi, kamu harus ingat kamu ada sakit lambung jadi kalau tidak makan itu bisa bahaya" tanya ariel
"iya din... badan kamu panas banget lagi, atau kamu sudah kangen sama tante vita dan om ramma yah, atau kamu kangen sama kak rendy " tanya arjuna
"saudah kok aku tadi sudah makan, dan ini mungkin aku kecapekan aja, jadi pingsan, soalnya kan dari pagi hinga sekarang kegiatan banyak sekali dan aku harus ikut semua" jawab adinda
"din... kalau kamu tidak kuat, lebih baik kamu jangan memaksakan diri, tubuh kamu itu rentan sakit, dan kamu tidak bisa kecapekan. " ucap arjuna
"iya din... cintai diri kamu sendiri, jangan terlalu egois sama diri sendiri, kamu bisa menahan sakit itu tapi tubuh kamu tidak bisa di bohongin, kalau sakit yah sakit aja, itu berarti tubuh kamu minta untuk di istirahat kan" ucap Ariel
"iya iya maaf... tidak lagi lagi deh, beneran... sekarang bantuin aku ke kamar yah... kepala ku sakit banget, aku minta tolong gendong aku yah" ucap adinda dengan memelas
__ADS_1
"yah sudah aku akan gendong kamu din, apa sih yang enggak buat kamu" jawab arjuna
"din ini siapa? " tanya ariel sambil menunjuk reno
"ohh iya kenalin ini kak reno, dia senior dan juga dosen aku di kampus ini, dia yang sudah nolongin aku" jawab adinda
"kak ren, kenalin ini saudara saya, yang ini arjuna dan yang ini ariel" ucap adinda sambil memperkenalkan
"ohh iya dok terima kasih sudah menjaga saudara saya ini, kalau tidak salah, dokter juga kan yang menolong adinda waktu pingsan gara gara kelaparan itu" ucap arjuna
"iya... kebetulan saya ada di dekat adinda, mangkanya saya bisa menolong adinda" jawab reno
"wahhh hebat yah... kebetulan bisa dua kali, jangan jangan kalian berdua ada sesuatu nie" ucao ariel
"apaan sih riel, jangan mulai deh. sudah sudah bawa aku ke kamar sekarang, sebelum aku lapor kak rendy agar kalian di hukum sama kak rendy " ucap adinda
ariel mengikuti dari belakang bersama reno, arjuna dan ariel ke kamar adinda sedangkan reno, bilang ke taman temannya kalau adinda ijin tidak bisa ikut acara sampai selesai karena dia sakit dan sempat pingsan.
"terima kasih yah kalian sudah mau nganterin aku sampai ke kamar, kalau tidak ada kalian aku bingung banget mau minta tolong sama siapa lagi" ucap adinda
"iya din santai aja, yah sudah kamu istirahat aja duku, jangan banyak ngomong langsung tidur biar besok kamu bisa lebih baik lagi" ucap arjuna
"yah sudah din... kita balik ke fakultas lagi yah, sudah malam juga, ingat kalau besok kamu masih sakit jangan memaksakan diri untuk ikut kegiatan, kalau kamu tidak mau nurut, besok kamu akan di jemput sama mami vita dan papi ramma" ucap ariel
"iya bawel.... yhmah sudah kalian balik aja ke fakultas kalian, kalian juga jaga diri yah, jangan sakit kaya aku" ucap adinda
__ADS_1
"iya kita pamit sekarang yah" ucap arjuna,
arjuna dan ariel langsung mencium kening adinda sebelum mereka pergi meninggalkan kamar adinda. adinda juga lebih pilih langsung tidur, walaupun masih tidaknada orang di dalam kamarnya, namun dia tetap ingin tidur duluan.
semua anak baru masuk kamar tepat pukul dua belas malam, setelah acara itu selesai mereka semua langsung tidur karena besok pagi masih ada kegiatan untuk olah raga di pagi hari
*****
matahari sudah bersinar, para senior sudah membangunkan pmsemua mahasiswa baru untuk mengikuti olah raga pagi bersama sama
adinda yang masih belum sembuh benar dia hanya mengikuti kumpul di lapangan saja, tanpa mengikuti kegiatan olah raga itu. tapi sesekali dia juga ikut bergerak mengikuti gerakan yang di ajarkan sama senior yang ada di barisan paling depan.
"kamu kok ikut olah raga din, apa kamu sudah baikan" ucap reno yang tiba tiba ada di samping adinda
"kak reno, ngagetin aja, iya kak biar aku bisa bersemangat lagi dengan mengikuti olah raga pagi, lagian sianar matahari pagi juga sangat sehat kan kak, siapa tahu dengan seperti ini aku bisa sembuh lebih cepat" jawab adinda
"iya tapi kalau tidak kuat jangan d ok paksakan, nanti kalau kamu sakit lagi kan tidak baik, bisa bisa orang tua kamu nuntut fakultas ini karena sudah membuat kamu sakit" ucap reno
"iya kak.... aku ngerti kok, yah sudah aku mau ke kamar dulu yah, aku mau mandi dulu, mumpung yang lainnya masih olah raga" ucap adinda
"mau aku anter ke kamar" tawaran reno
"tidak kak, terima kasih sudah jangan repot repot, aku bisa sendiri kok, lagian kamar ku juga ada di lantai 3 tidak terlalu tinggi, aku bisa jalan sendiri" jawab adinda
adinda langsung pergi ke kamar dia untuk mandi pagi, karena sebentar lagi ada acara sarapan bersama, dan kalau dia tidak duluan mandi, nanti dia akan telat untuk mengambil makanan. adinda tidak mau terlambat makan. karena dia takut kalau sakit lambung dia kambuh dan itu akan membuat semua orang semakin khawatir, dan akan menganggap adinda perempuan yang penyakitan.
__ADS_1
setelah selesai mandi, dia langsung mencoba merebahkan diri di kasurnya sambil menunggu teman temannya selesai olah raga di lantai bawah.
reno yang masih khawatir dengan keadaan adinda, dia diam diam mengikuti adinda sampai di kamar dia, dan saat dia melihat adinda baik baik saja dan sedang tidur di kasurnya, dia semakin lega karena keadaan adinda jauh lebih baik dari kemarin malam.