
tuttt... tutt... tut... (suara sambungan telpon)
"haduhhh bang ramma kemana sih, kenapa tidak mengangkat telpon ku" ucap maira yang sedikit bingung
"ohhh iya mama saja, aku telpin mama saja"
tuttt... tutt... tut... (suara sambungan telpon)
"iya halo Ra, kenapa? " ucap ratih saat mengangkat telpon maira
"mama... bang ramma masih di rumahkan, kalau iya tolong berikan sama bang ramma dong" jawab maira
"yahh sudah bentar, abang mu masih di kamar sama vita, tau deh tuh... hobi banget diam di kamar berduaan"
******
"ram, vita mama masuk yahhh" ucap ratih sambil ngetuk pintu
"iya mam, silahkan" jawab vita dan ramma
"nih maira telpon, kamu ngomong dulu sama adik mu nie" ucap ratih sambil memberikan ponsel nya ke ramma
******
"iya Ra, kenapa, kamu sudah ketemu sama bram"
"iya bang, ternyata kak bram lagi sakit, ini maira lagi nungguin dokter yang lagi periksa kak bram"
"hahhh sakit, yah sudah kita nanti akan mampir juga deh ke rumahnya bram"
"jangan dulu bang, biarkan kak bram istirahat untuk hari ini, besok aja ke sininya. ohh iya sekalian maira mau minta ijin buat rawat kak bram yahh. mama nya kak bram lagi ke luar kota, jadi cuma ada pembantu saja di rumah, boleh yah bang"
"tapi ra, kamu nanti... "
"bang... abang percaya sama maira yah, maira tidak akan kenapa napa kok"
__ADS_1
"yahh oke, ingat jaga diri yah dek. ingat pesan abang"
"iya bang, terimakasih yah... bilangin ke mbak vita yahh maaf maira tidak bisa ikut ke panti"
"iya, vita juga tahu kok, yah sudah abang matikan yah"
"iya bang"
(sambungan telpon berakhir)
"kenapa ram, bram sakit? " tanya ratih
"iya mam, bram sakit. dan maira ingin merawat bram di rumahnya sana, jadi dia tidak ikut kita nanyi" jawab ramma
"ohhh iya mama mau tanya, kalian itu betah banget sih di dalam kamar, ngapain aja" ucap ratih yang langsung pada intinya
"iya tuh... tidak tau apa, gue sama alin sampai jamuran cuma nungguin kalian ganti baju dan siap siap" saut satria yang langsung masuk ke kamar ramma karena kamarnya tidak di tutup
"hahhh yahh kita cuma siap siap aja, iya kan sayang" jawab ramma dan vita juga mengangguk
"hahhh mam... vita bisa jelaskan itu semua, ini tidak seperti apa yang kalian fikirkan, beneran.... ini itu gara gara kak ramma yang tiba tiba minta..... " ucap vita yabg belum selesai
"iya iya mama tahu.... ramma minta yang aneh aneh kan, jadi kamu harus nurutin apa kata ramma, tidak baik kalau istri menolak keinginan suami" jawab ratih dengan tawa yang di tahan
vita yang mendengar itu semakin tidak karuan perasaannya, karena memang apa yang di bicarakan itu tidak seperti kenyataannya.
"vit tadi kita sepakat kalau besok kamar kamu akan kita pasang cctv, biar ketahuan semua apa yang kalian sering lakukan di dalam kamar" ucap alin sambil menahan tawa
"HAHH CCTV" teriak vita dan ramma secara bersamaan
"mam jangan macam macam, masa iya kalian harus tau semua apa yang vita dan ramma lakukan di dalan kamr, itu menjadi rahasia kami mam" ucap ramma yang sangat terkejut
"ha ha ha ha ha mangkanya kalau pagi itu waktunya sarapan, bukan waktunya main kuda kudaan, ramma juga kalau mau minta itu tahu waktu jangan di kira ada waktu kosong main mangsa aja ha ha ha ha" ucap ratih yang sudah tidak bisa menahan tawanya
satria dan alin juga sama. mereka dengan sangat puas sudah ngasih sedikit warning untuk ramma dan vita.
__ADS_1
sementara ramma dan vita sendiri hanya bisa diam sambil mencerna setiap kata yang di ucapkan mama ratih pada mereka. mereka sendiri memang mwrasa bersalah karena ketiduran saat waktunya bangun, karena mereka memang tadi tidak melakukan hubungan yang seperti ada di fikiran mereka semua.
"sayang apa mereka semua salah paham yah sama kita" ucap vita sambil memasang wajah sedih
"kayak nya sihh begitu, lagian kamu kenapa ketiduran sih sayang" jawab ramma
"yahhh kamu yang kenapa, sudah di bangunkan malah tidur lagi pakai peluk peluk aku segala lagi" jawab vita yang tidak mau kalah
"oke ini salah kita juga" ucap ramma
"enggak... kamu aja yang salah, pokoknya ini salah kamu, sudah ayo cepetan keluar, nanti semua orang pada mikir yang enggak enggak lagi" jawab vita sambil berjalan ke luar kamar
setelah beberapa menit perdebatan, mereka semua berangkat ke panti asuhan vita, ramma bersama vita, rendy, ratih dan willy. sedangkan satria hanya bersama alin, sementara maira sedang merawat bram yang sedang sakit.
*******
"dok bagaimana keadaan kak bram, apa sakitnya hanya sakit biasakan dok, atau perlu di bawa ke rumah sakit? " tanya maira
"mbak tenang saja mas bram hanya kelelahan dan banyak fikiran, trus dia juga kurang tidur dan kurang makan. jadi saran saya mulai terapkan pola hidup sehat, kurangin begadang, makan jangan telat dan banyakin olahraga biar badan tetap fith, ini ada resep yang harus di tebus, obat demamnya di minum 3 kali sehari, tapi kalau demamnya sudah turun tidak usah di minum, trus vitamin nya di minum sehari satu kali sampai habis" ucap dokter sambil memberikan kertas resep ke maira
"iya dok, terimakasih yah... saya antarkan dokter ke depan yah" jawab maira dengan perasaan lega
"iya mbak, sama sama. nanti kalau ada keluhan mbak bisa hubungi saya langsung " jawab dokter
maira memilih berangkat sendiri ke Apotek untuk membeli obat, dikarenakan supirnya sudah pulang, jadi maira meminta untuk di antar sama supir pribadi bram dan menggunakan mobil bram.
maira tidak mau menyuruh orang, karena dia ingin memastikan sendiri obat yang dia beli adalah obat yang benar, maira juga ingin sekalian beli buah buahan untuk bram, karena maira tau, biasanya kalau lagi sakit bram pasti susah untuk di suruh makan jadi maira memilih untuk membelikan buah agar peutnya terisi.
setelah beberapa menit maira sudah keluar dari Apotek dan membawa sekantong obat milik bram, dan setelah itu dia harus pergi ke super market untuk membeli buah buahan yang sekiranya bram suka.
"pak tolong tunggu di sini sebentar yah" ucap maira
"iya neng" jawab pak supir
maira turun dari mobil dan dia masuk ke dalam super market untuk memilih beberapa buah dan makanan ringan untuk maira nyemil sambil merawat bram.
__ADS_1