
mendengar omongan dari ke tiga saudaranya itu membuat adinda langsung membulatkan matanya dan berdiri sambil menaruh tangannya di pinggang.
"ihhhh kok gitu... awas kalian yah" ucap adinda
"awas apa... kita tidak takut weellkkk " jawab arjuna
adinda hanya diam dan bersikap tidak pedulu dengan semua saudaranya yang sekarang sedang menertawakan dia dengan sangat pusas, bahkan rendy yang biasanya sama orang hampir tidak pernah tertawa kini dia bisa tertawa dengan sangat keras.
"ketawain aja terus... udah ahh aku mau pulang aja" ucap adinda sambil menekuk mukanya
"ihhhh ngambek... ha ha ha ha" ucap Ariel sambil terus tertawa
"biarin aku ngambek... kenapa emang, masalah buat kalian... sudah ahh aku mau pulang, kalian mau ikut atau tidak nanti malam terserah... aku tidak peduli " ucap adinda sambil melangkah kan kaki keluar ruangan rendy
sebelum adinda benar benar keluar, rendy langsung ngejar adinda dan langsung memeluk adinda dari belakang, sehingga cukup membuat adinda terkejut.
"jangan marah dong sayang... masa begitu aja marah, kita itu cuma ngegoda kamu aja" ucap rendy sambil terus memeluk adinda
"iya dinda... gitu aja pakai di masukan hati, kita cuma bercanda aja kok... karena ini ni... suka banget kalau ngelihat wajah kamu lagi merah dan manyun seperti ini" ucap arjuna sambil mencubit pipi adinda
"ihhhh sakit arjuna.... tau ahh.. aku sebel sama kalian" ucap adinda sambil meronta ronta agar pelukan rendy lepas
setelah berhasil lepas adinda langsung lari kabur dan keluar dari ruangan rendy, rendy, arjuna, dan ariel langsung mengejar adinda.
jadi kini mereka main kejar kejaran di dalam kantor, tawa mereka lepas saat itu sampai mereka tidak sadar kalau sekarang mereka masih berada di dalam kantor.
adinda setelah tertangkap dia langaung di bopong sama ketiga saudara laki lakinya itu, dan di bawa kembali ke dalam ruangan rendy.
"kakak.... lepasin.... ihhh jatuh nanti aku" ucap adinda
"tenang aja, yang penting kamu tidak banyak bergerak. kita tidak akan lepasin kamu" ucap rendy
adinda di bawa mereka ke dalam ruangan rendy kembali dengan cara di bopong bertiga, tawa mereka tidak berhenti sampai perut mereka terasa sakit.
*******
__ADS_1
"itu kenapa pak rendy, pak arjuna dan pak ariel memperlakukan perempuan itu seperti tadi" ucap salah seorang pegawai
"iya... katanya perempuan itu pacar dari pak rendy, tapi kenapa pak arjuna dan pak ariel juga bisa sedekat itu"
"tapi melihat perempuan itu seperti tadi, jadi ngebuat aku iri banget sama dia. dia bisa di perlakukan seperti tadi sama boss boss tampan"
"sudah... jangan bergosip aja, nanti kalau ketahuan bisa bahaya"
mereka langsung kembali ke posisi masing masing, agar mereka tidak di marahin sama atasan mereka di kantor.
*****
"ihhh kalian itu yah... bisa bisanya gendong aku seperti tadi, itu pasti semua karyawan pada bertanya tanya kenapa kalian memperlakukan aku seperti itu" ucap adinda
"yahhh biarin... biar mereka menebak sendiri siapa kamu, lagian kakak dan yang lainnua juga tidak ngomong ke mereka tentang siapa kamu" jawab rendy
"tadi kan kamu yang minta di gendong, saat di gendong kamunya yang marah marah, dasar perempuan selalu benar" ucap arjuna
"sudah kalian kembali ke ruangan masing masing, buruan beres beres saetelah itu kita pulang, untuk nanti malam kita butuh stamina yang ekstra buat nyetir sampai pagi" ucap rendy
"oke kak siap... " jawab ariel dan Arjuna
"kak... aku mau jalan jalan keluar dulu yah... aku mau berkeliling tempat kerja kakak" ucap adinda
"iya... jangan keluar dari kantor, biar kakak tidak susah mencari kamu" jawab rendy
"siap boss" jawab adinda,
adinda langsung jalan jalan berkeliling kantor, dia melihat lihat karyawan yang sedang fokus kerja, dan mereka terlihat lihai dan sangat berpengalaman.
"hufft apa enaknya sih kerja di balik komputer seperti itu, setiap hari harus ngetik dari pagi hingga malam, entah tulisanapa saja yang sudah mereka hasilkan dari jari jari mereka."
"lohhh itu mbak indah lagi di pentry, samperin ah... "
"hai mbak" ucap adinda
__ADS_1
"adinda.... hai... loh kok di sini, emang di ijinkan pak rendy untuk jalan jalan" jawab indah
"yah di ijinin dong mbak.... mbak indah ruangannya ada di mana? " tanya adinda
"itu ada di situ... aku lagi ambil minum di sini, sekalian mau cari udara segar" jawab indah
"ohhh begitu.... "
"kamu mau kopi tidak din, ini sekalian aku buatin yah... " ucap indah
"boleh mbak, kalau tidak merepotkan "
indah langsung membuatkan kopi untuk dia dan juga adinda,
(bagaimana kalau aku ajak mbak indah sekalian yah... biar aku bisa cari tahu tentang siapa dia sebenarnya) suara hati adinda
"mbak... besok ada jadwal pergi tidak? " tabya adinda
"ehhhmmm besok, aku kosong deh kayaknya, yahh cuma di kosan aja tidak kemana mana" jawab indah
"emmm kalau begitu, mbak ikut aku aja pergi ke pantai. besok kan rencana nya aku, kak rendy, arjuna, ariel, mami, papi, dan nenek mau pergi ke pantai. mbak indah ikut aja" ucap adinda
"ahhh tidak usah din, makasih... mbak kan bukan siapa siapa, tidak etis masa bawahan ikut liburan bersama keluarga bosa nya" jawab indah
"ihh tidak apa apa lagi, lagian mbak kan kerja jadi asisten pribadi kak rendy. sudah sewajarnya mbak ikut kemana pun kak rendy pergi, mbak tidak usah khawatir, kan aku yang ajak mbak" ucap adinda yang ingin meyakinkan indah agar mau ikut
"tapi... din... " ucap indah yang belum selesai
"tidak ada tapi tapian mbak, pokoknya mbak indah harus ikut, kak rendy juga tidak akan keberatan kalau mbak ikut, kan besok mbak bisa ngurusin semua keperluannya kak rendy, kak rendy itu orangnya ribet mau ini dan itu, mbak tahu sendirikan" ucap adinda yang terus memaksa
"iya ndah... kamu ikut aja, adinda kalau sudah ngajak itu tidak ingin di tolak, benar kata adinda, kamu tidak usah khawatir sama omongan orang atau apalah, kamu itu seketaris dan juga asisten pribadi saya, jadi wajar kalau kamu ikut" ucap rendy yang tiba tiba datang, dan ternyata dia mendengar obrolan mereka
"kakak... tuh mbak... kak rendy sudah setuju, jadi tidak ada alasan buat mbak indah nolak" ucap adinda
"iya... kalau pak rendy dan adinda memaksa, saya akan ikut" jawab indah
__ADS_1
"yeyyy.... asik... akhirnya aku ada teman cewek, makasih yah mbak dudah mau ikut" ucap adinda sambil memeluk indah karena senang
(adinda kenapa bisa akrab sama indah yah, padahal baru pertama kali mereka bertemu, tapi memang adinda mudah bergaul dengan orang orang yang baik dan nyambung saat di ajak bicara. ) suara hati rendy