Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 187


__ADS_3

adinda tidak fokus dengan makanannya, dia srlalu memandang ke arah kaca luar, karena dia sangat penasaran dengan boss yang di maksud.


setelah beberapa detik, akhirnya orang itu keluar dari dalam mobil dan adinda sangat terkejut saat melihat bos yang di maksudkan.



(tunggu... kok seperti nya aku kenal dengan orang itu, kenapa wajahnya sangat familiar yah... aku pernah ketemu di mana yah... ) suara hati adinda


"din.... kamu lihatin apa sih, kok serius banget" tanya arjuna


"tidak jun... aku kok sepertinya pernah melihat orang itu yah... tapi di mananya aku tidak tahu" jawab adinda


arjuna, ariel dan rendy langsung melihat ke arah orang yang di maksud adinda, bahkan semua anggota keluarga juga langsung meboleh ke arah orang tersebut.




"itu bukannya dokter yang sudah nolongin kamu di kampus, waktu kamu pingsan gara gara kelaparan " ucap rendy secara tidak sengaja


adinda yang tahu kalau kakak nya keceplosan langsung melempar buah jeruk ke arah rendy, dan seketika rendy langsung sadar dengan omongannya tadi.


"apa.... adinda pingsan, kapan itu... kenapa tidak ada yang kasih tahu mami" tanya vita yang terkejut


"ahhh itu.... ehhmmm" ucap adinda sambil melirik tajam ke arah rendy


rendy sendiri juga hanya bisa menunduk dan garuk garuk kepala, karena dia sangat ceroboh ngomong seperti tadi.


"adinda... bilang sama mami... kapan kamu pingsan di kampus, dan kenapa kamu bisa kelaparan, jawab dinda... jangan ahh ehhmm ahh hemm aja" ucap vita yang tegas


"iya mi... maaf, adinda ngaku... adinda memang pernah pingsan di kampus, itu kemarin mi waktu adinda ikut acara pembekalan ospek di kampus, adinda tidak makan sampai siang karena letak kelas berada di lantai 4 dan kaki adinda tidak bisa di buat naik turun tangga terlalu lama, jadi adinda pilih untuk menahan lapar adinda" penjelasan adinda sambil menunduk


"kenapa kamu harus bohong sama mami... kalian bertiga pasti sudah tahu sejak awal kan, kenapa kalian tidak ada yang ngasih tahu mami... apa mami tidak berhak tahu tentang kondiasi anak anak mami sendiri" ucap vita


"maaf mi... adinda yang larang mereka untuk ngasih tahu ke semuanya, karena adinda takut mami dan yang lainnya jadi khawatir dengan kondisi adinda, karena memang waktu itu adinda tidak kenapa napa hanya mutni karena lapar saja jadi adinda pingsan " jawab adinda dengan mata yang berkaca kaca

__ADS_1


vita hanya diam, dia tidak merespon apa apa, adinda semakin merasa bersalah karena sudah berbohong. adinda merasa dia tidak pernah di marahin seperti tadi, tapi kini vita benar benar marah karena kelakuan adinda


"maafin adinda mi.... " ucap adinda sambil menangis dan langsung lari meninggalkan tempat makan itu


"dinda" teriak rendy saat adinda berlari


adinda berlari meninggalkan tempat makan itu, dia keluar dengan air mata yang terus menetes, sampai sampai adinda tidak melihat orang yang sedang berjalan di depan dia, adinda langsung menabrak orang itu.


Brakk.....


"maaf maaf... saya tidak sengaja... permisi " ucap adinda dan langsung berlari, adinda tidak melihat orang itu karena dia sibuk menghapus air mata nya.


"adinda.... kenapa dia menangis seperti itu, sampai sampai dia tidak melihat kalau dia sudah nabrak aku" ucap reno sambil melihat adinda yang sedang berlari menjauh


"dinda.... tunggu... " ucap rendy yang mencoba mengejar adinda namun tidak terkejar karena keburu adinda pergi naik taksi


reno yang melihat adinda pergi dengan menangis, membuat dia bertanya tanya tentang sebenarnya apa yang terjadi pada adinda. jadi dia memutuskan untuk segera menyusul adinda dengan menggunakan mobilnya.


******


vita juga terkejut dengan respon yang di berikan adinda, karena dia tidak menyangka kalau adinda sampai pergi dengan seperti itu.


"sayang... sayang kamu tenang aja dulu, adinda hanya sedih, dia nanti akan pulang lagi kok... kamu tenang aja yah... " ucap ramma yang mencoba menenangkan vita


"rendy... di mana adinda... apa kamu berhasil ngejar dia" tanya vita pada rendy


"tidak mi... adinda pergi naik taksi, ini rendy mau ngejar adinda lagi" jawab rendy


"ya Allah adinda... kamu mau pergi kemana nak... maafkan mami... mami tadi tidak benar benar marah sama dinda


"mami.... mami tenang aja yah... rendy akan cari adinda sampai ketemu" ucap rendy yang mencoba menenangkan vita


"saya ikut pak" ucap indah


"aku ikut kak" ucap arjuna

__ADS_1


"aku juga ikut kak" ucap Ariel


"yah sudah... indah kamu sama sama saya, arjuna kamu bawa mobil kamu yah dan ariel kamu sama arjuna, kita berpencar sekarang " ucap rendy


"iya kak" jawab arjuna dan Ariel


"kalian hati hati yah... bawa adinda kembali, jangan biarkan adinda kenapa napa" ucap vita sambil menangis


"kalian berangkatlah sekarang, sebelum taksi itu pergi jauh" ucap ramma


"iya pi... kami pamit dulu" jawab rendy


mereka semua pergi dengan mobil masing masing, rendy bersama indah dan arjuna bersama ariel. mereka berdua berpencar agar lebih cepat mencari taksi yang di naiki adinda.


vita, ramma dan ratih kembali ke kamarnya. ramma dan ratih mencoba menenangkan vita yang masih terus menangis karena dia sangat menyesal sudah marah marah sama adinda.


*******


"adinda kamu mau ke mana sih, kenapa kamu nangis kaya tadi... " ucap reno pada dirinya sendiri sambil terus mengikuti taksi yang di naiki adinda


"ahhhh sial.... pakai lampu merah segala, itu pasti sudah jauh taksinya.... buruan dong..... "


"tuh kan... mana taksi tadi yah... kehilangan jejek deh ini... coba deh gue ikutin jalan ini aja deh siapa tahu ketemu taksi itu lagi"


reno terus mengikuti jalan yang ada di depannya itu, hingga kini dia berada lumayan jauh dari hotel. tapi reno tidak menyerah untuk terus mencari adinda sampai ketemu.


"itu bukannya taksi yang di naiki adinda tadi.... iya tidak salah lagi, itu taksinya. plat nomernya juga sama" ucap reno sambil mencoba mendekat dan memberhentikan taksi yang ada di depan dia.


setelah beberapa menit akhirnya reno berhasil memotong jalan taksi itu, dan reno langsung keluar dari mobilnya untuk mencari adinda di dalam taksi.


"adinda.... adinda... pak buka pak sekarang" ucap reno sambil mengetuk kaca taksi tersebut, supir langsung membuka kaca mobilnya


"ada apa ini masa, kenapa kamu memotong jalan mobil saya" ucap supir taksi


"maaf pak, penumpang yang anda bawa tadi ke mana, kenapa tidak ada... dia teman saya, dan dia sedang ada masalah jadi saya takut dia kenapa napa" ucap reno pada supir taksi tersebut

__ADS_1


"mbak tadi saudah tutun di jalan sana pak... katanya dia ingin jalan kaki saja. tadi mbak itu juga sedang menangis, tapi saya tidak berani untuk tanya apa apa" jawab supir taksi


"iya baik pak terima kasih... saya akan susul dia di sana, saya juga minta maaf karena audah ngejutin bapak tadi" jawab reno dan dia langsung melajukan mobilnya ke tempat supir itu menurunkan adinda.


__ADS_2