Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 65


__ADS_3

Drettt....drett...drett....(ponsel bram bergetar)


Bram : iya kenapa ram


Ramma : kamu ngapain sekarang, apa kamu sudah ketemu sama ayu


Bram : aku lagi bersama bu aiko sekarang untuk melihat flowrist yang akan kita bawa nanti, ayu tadi ijin keluar sebentar, mungkin dia lagi keliling kantor ini


Ramma : lebih baik kamu cari dia sekarang, lupakan itu dulu. Aku tidak mau kalau sampai ayu kenapa-napa


Bram : tenang aja ram, ayu tidak akan kenapa-napa kok. Lagian dia tidak berani pergi sendirian


Ramma : tadi ayu telpon vita dan alin, trus dia tadi cerita sambil nangis-nangis, dan katanya dia kecewa sama kamu bram. Lalu ayu teriak seperti orang kesakitan dan tiba-tiba ponsel dia mati jadi kita tidak bisa melacak keberadaan ayu, lebih baik kamu cari dia sekarang kalau sudah ketemu bawa dia pulang sekarang juga


Bram : apa!! Oke baik aku cari dia sekarang juga


(telpon di matikan sama bram)


“maaf nona aiko saya harus pergi mencari asisten saya tadi” ucap bram dengan bahasa jepang


“kenapa pak, apa ada yang penting sehingga bapak mau mencari dia, bukannya sebagai asisten yang baik dia selalu ada di dekat bapak, bukan malah pergi dan menyusahkan anda sebagai boss nya” ucap aiko pada bram


“maaf nona, saya ada urusan pribadi dengan dia. Jadi saya tidak bisa menunggu lagi, saya harus temukan dia sekarang” ucap bram dan dia langsung


berlari keluar kantor untuk mencari ayu


Bram sudah berkeliling kesana- sini tapi sayang ayu belum juga di temukan, bahkan dia sudah bertanya dengan beberapa karyawan yang ada di kantor dan rata – rata jawaban mereka sama semua yaitu mereka melihat ayu keluar dari kantor dan setelah itu tidak tau lagi dia kemana.


Bram terlihat semakin khawatir karena dia juga tidak bisa menemukan ayu di luar kantor, dia juga tau kalau ayu sangat buta arah di jepang, jadi dia kalau jalan ke sembarang arah pasti dia akan nyasar.


Di tambah lagi ayu sempat teriak kesakitan, itu yang membuat bram makin takut kalau ayu sampai di celakai orang.


“yu, kamu dimana sekarang, jangan buat aku takut seperti ini yu” ucap bram sambil duduk di salah satu taman kecil di depan kantor


“yu, kamu marah sama ucapan aku tadi, yu aku itu tidak bermaksud apa-apa bilang seperti tadi”

__ADS_1


“ayu..... AYU....” teriak bram yang sudah tidak tau lagi mau mencari ayu kemana


Lalu tiba-tiba bram melihat orang lain yang lewat di depan dia dengan


menggunakan baju yang ayu pakai tadi, lengkap dengan aksesoris yang ayu gunakan tadi. Tanpa fikir panjang bram langsung mengejar orang itu untuk menanyakan tentang ayu.


“permisi nona, apa nona dapat baju dan semua aksesoris ini dari perempuan ini” ucap bram sambil menunjukan foto ayu di ponselnya


“iya tuan, nona itu mengajak saya untuk bertukar baju, karena dia ingin menyelidiki seorang penghianat jadi dia tidak mau ketahuan, mangkanya dia menggunakan baju saya dan saya menggunkan baju dia” ucap perempuan itu


“anda bertemu dia dimana, kalau boleh tau” tanya bram pada perempuan itu


“saya bertemu nona itu di lestoran depan itu tuan, kanapa anda tidak mencarinya di sana saja” ucap perempuan itu sambil menunjuk restouran yang dia maksud


“baik terima kasih” ucap bram, dan dia lngsung berlari menuju restoran itu tapi dia sudah telat karena ayu sudah pergi duluan dengan menggunakan taksi


Bram bertanya ke setiap pelayan yang ada di sana sambil menunjukan foto ayu ke semua orang, ada yang menjawab pernah melihat dan ada juga yang menjawab tidak melihat, karena terlalu banyak pengunjung jadi mereka tidak memperhatikan orang satu-satu.


“yu, kamu itu sebenarnya di mana sih... kamu jangan buat aku takut seperti ini dong yu” ucap satria dengan wajah yang sudah kacau karena tidak juga menemukan ayu.


“kamu siapa, apa kamu juga dari indonesia” tanya bram ke pelayan itu


“iya saya dari indonesia tuan, saya kuliah dan kerja di sini tuan, tadi saya bertemu dengan nona muda yang cantik, dia minta tolong saya untuk mentraslate ucapan seseorang ke bahasa indonesia karena dia tidak mengerti bahasa jepang” ucap pelayan tadi


“apa yang kamu maksudkan dia” ucap bram sambil menunjukan foto ayu


“iya tuan, dia orangnya. Apa hubungan tuan dengan nona itu kenapa tuan mencari nona itu, saya lihat-lihat nona itu terlihat baik dan sangat santun” ucap pelayan


“saya boss dia, dia namanya ayu, dia juga bekerja menjadi asisten saya” ucap bram


“ohh berarti nona itu ingin mengungkap para penghianat di kantor anda, soalnya tadi dia langsung pergi mengikuti orang-orang yang dia curigai sebagai penghianat. Bahkan saya memberikan alat penyadap agar dia bisa


mendengarkan semua yang orang-orang itu omongkan” jawab pelayan itu


“trus dia pergi ke arah mana, dan apa kamu tau plat dari taxsi yang dia menggunakan tadi. Cepat kasih tau saya, karena ini benar-benar berbahaya kalau dia sendirian” ucap bram dengan wajah yang penuh dengan kecemasan

__ADS_1


“saya tidak tau itu semua, tapi di dalam alat penyadap saya yang nona itu bawa ada GPS yang bisa tuan lacak, saya boleh pinjam ponsel tuan sekarang” ucap pegawai itu dan bram langsung memberikan ponselnya


Setelah di otak atik akhirnya titik dimana ayu berada sudah ketemu, tapi titik itu masih terus berjalan yang artinya ayu masih mengikuti orang-orang itu, Bram langsung menghubungi ramma dan satria agar bisa menyusul ayu.


Setelah mendapat info dari bram, Satria, alin, vita dan ramma langsung berangkat ke tempat yang di tunjukan, untuk membantu bram mencari ayu.


*********


Ruang AYU


“apa... jadi semua ini sudah ada di rencana mereka, mulai dari tempat, toko bunga sampai para flowrist itu. Kalau begini ceritanya, sama aja dong kita tidak melakukan apa-apa, jahat banget sih mereka. Aku harus ngasih tau ini semua sama pak ramma, kalau tidak proyek ini akan gagal dan pasti pak ramma akan mengalami kerugian yang besar, tapi bagaimana coba aku menghubungi mereka, sedangkan ponselku tidak bisa menyala. Iya benar”


“pak, Boleh saya pinjam telpon bapak, saya mau menghubungi teman saya, ini sangat penting dan hanya bapak yang bisa membantu saya saat ini. Saya mohon pak” ucap ayu pada supir taxsi


“ baiklah non, silahkan”


“terimakasih pak”


“ayo dong vita, angkat telponnya... ini penting banget, ihh dasar sih vita yah kenapa tidak mengangkat sih..... vita tolong dong angkat”


Vita : hallo ini siapa yah


Ayu : vita... vit ini aku ayu


Vita : sukurlah kamu hubungi aku sekarang, kamu dimana sekarang yu... kita khawatir sama kamu


Ayu : vit tidak ada waktu lagi, kamu dengarkan aku sekarang yah. Semuanya adalah penghianat, orang-orang yang kita temui di sini semuanya penghianat, mulai dari 12 orang yang di curigai pak ramma, pemilik gedung yang kamu temui tadi, penjual bunga yang di temui pak satria dan alin, dan boss flowrist sih aiko itu mereka sudah berkerja sama untuk menghancurkan perusahaan.


Jadi saran aku sekarang kalian kerjakan semuanya sendiri tanpa sepengetahuan orang-orang kantor, jangan peduliin aku di sini, lakukan saja pekerjaan kalian. Aku akan mencari tahu siapa otak dari ini semua.


Vita : tapi yu, kamu...


Ayu : vita jangan peduliin aku, kalian lakukan saja pekerjaan kalian di sana. Aku sayang kalian, vita tolong bilang sama mami papi aku yah, tolong sampaikan kalau aku sayang banget mereka.


(panggilan telpon terputus)

__ADS_1


__ADS_2