
kini mereka bertiga turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama dengan keluarga, karena mereka juga sudah lapar.
"kalian kemana sih... kok lama banget" ucap ratih saat melihat mereka bertiga turun
"adinda nek... yang ngebuat aku dan indah ganti baju dua kali" jawab rendy sambil melirik ke arah adinda
"ihhh aku yang di salahkan... yah... okelah, aku akan terima itu semua, yah walaupun kalian yang sudah mulai duluan" jawab adinda dengan senyum puas
"dinda... kamu kenapa kok bahagia banget, mami lihat kamu senyum senyum terus" tanya vita pada adinda
"iya din... kenapa sih... apa kamu lama di atas gara gara kamu ngerjain kak rendy lagi" ucap arjuna yang penasaran
"hemmm ha ha ha ha... kalau kalian ada tadi pasti lebih seru.... ha ha ha ha" jawab adinda dengan tawa yang membuat rendy dan indah pipinya merah
"ihhh apa sih din... cerita dong... suka banget buat orang penasaran " ucap ariel
"sudah... sudah... kalian di sini mau makan atau ngerumpi" saut rendy dengan tatapan tajam ke arah adinda
"ihhh marah.... " ucap adinda, arjuna dan ariel secara bersamaan
"sudah sudah.... dari pada nanti mereka benar benar jadi udang rebus di sini nanti... lebih baik kita nanti kumpul di basecamp kita, aku akan cerita semuanya di sana" jawab adinda dengan menahan senyumnya
"hahhh basecamp? kalian punya basecamp sendiri... " tanya ramma
"iya pi... kita punya basecamp sendiri untuk ngerumpi dan menyusun rencana rencana kita, salah satunya untuk ngerjain kak rendy he he he he" jawab adinda
"ngerjain kak rendy... kenapa kalian ingin ngerjain kak rendy? " tanya ramma lagi
__ADS_1
"yahh habis kak rendy... orangnya kaku.. tidak bisa di ajak bercanda apalagi ngerumpi" jawab adinda dengan tangannya hifive ke arjuna dan ariel
"wwahh rend... kayaknya kamu harus lebih hati hati... karena adinda memiki geng buat ngerjain kamu" ucap ratih
"sudah sudah... sekarang kalian makan dulu... keburu dungin ini makanannya, " ucap vita yang mencoba menenangkan situasi
setelah itu mereka semua sarapan dengan tenang, dan rapih. namun tidak dengan adinda yang dasarnya tidak bisa tenang anaknya, jadi dia selalu memiliki cara untuk membuat kegaduhan saat makan bersama.
seperti mengambil lauk dari piring rendy, ariel ataupun Arjuna, dan setelah itu cuma di gigit sedikit lalu di kembalikan ke piring mereka lagi dengan tanpa rasa bersalah, dengan alasan rasanya sama saja seperti yang ada di piringnya sendiri.
terkadang juga adinda mengambil minuman orang lain, padahal di depan dia sudah di siapkan minuman sendiri, yang sama persis.
tapi dengan tingkah adinda yang seperti itu, berhasil membuat semua keluarga yang awalnya menegur adinda tapi kini sudah menganggap itu sebagai hal yang biasa, jika adinda tidak begitu maka semua keluarga akan bertanya tanya kenapa adinda jadi diam.
setelah makan mereka semua kembali ke kamar mereka masing masaing untuk melanjutkan istirahat, dan kembali ke aktivitas mereka masing masing.
adinda kumpul bersama arjuna dan ariel di kamar milik arjuna, karena di situ adalah tempat basecamp yang di maksud adinda tadi.
********
adinda, arjuna dan ariel bersiap siap untuk berangkat ke kampus untuk mengikuti ospek selama 3 hari berturut turut, selama ospek mereka tidak di ijinkan untuk pulang ke rumah karena mereka akan menginap di dalam kampus, jadi mereka membawa beberapa keperluan mereka selama di kampus.
mereka juga tidak di ijinkan untuk membawa kendaraan pribadi selama masa ispek, jadi mereka akan di antar sama vita dan ramma untuk berangkat ke kampusanya.
"kalian sudah membawa baju baju hangatkan, karena siapa tahu malam udaranya jadi dingin, mami tidak mau kalau kalian semua sakit yah... " ucap vita sambil ngecek semua barang bawaan adinda, arjuna, dan ariel
"sudah mi... " sudah tan... " ucap mereka bertiga secara bersamaan
__ADS_1
"yah sudah ayo kita berangkat" ucap ramma
mereka memasukan semua barang ke dalam mobil dan setelah itu mereka berangkat menuju kampus, setelah beberapa menit mobil ramma sudah sampai di depan kampus.
ramma langsung memarkirkan mobilnya, dan mengantar mereka masuk sampai di depan fakultas mereka masing masing, ramma mengantar arjuna dan ariel ke fakultas IT, sementara vita mengantar adinda ke fakultas kedokteran.
********
(adinda mana yah... kok belum datang) suara hati reno, sambil berdiri di depan Fakultas kedokteran bersa senior yang lainnya
(itu.... itu... bunda vita kan... bunda... iya benar itu bunda vita, apa bunda mencari aku di sini) suara hati reno saat melihat vita berjalan menuju fakultas kedokteran, namun saat reno ingin mendekat ke vita tiba tiba muncul adinda.
"mami.... mami antar adinda sampai sini saja yah.. adinda akan masuk sendiri, buat menaruh barang bawaan adinda" ucap adinda pada vita
"beneran sayang... mami mau ketemu senior kamu dulu, mami ingin bilang buat jagain putri mami yang cantik ini" jawab vita sambil memegang pipi adinda dengan kedua tangannya
"ihhh tidak usah mi.... adinda akan baik baik saja kok, lagian itu sudah pasti mereka akan jagain adinda di sini. yah sudah adinda pamit masuk dulu yah mi" ucap adinda sambil mencium tangan vita
"iya sayang... hati hati yah... ummmaacch" jawab vita sambil mencium kedua pipi dan juga kening adinda
setelah itu adinda berlari masuk ke dalam fakultas untuk bertemu dan berkumpul dengan kelompok nya. setelah itu vita pergi kembali ke parkiran mobil.
adinda berpapasan dengan reno, namun dia hanya bisa menyapa reno dengan seadanya karena dia tidak mau kalau semua orang tahu bahwa dia dan rewni sudah sering ketewmu di luar kampus, dan reno juga hanya melihat adinda saja, tanpa memberikan reapon apa apa.
(kak reno kenapa yah... kok ngelihatin aku begitu banget... jadi takut aku, sudahlah... biarin aja, lebih baik aku fokus dengan acara ini) suara hati adinda
(apa yang aku lihat tidak salah, jadi adinda itu putri dari bunda vita, bunda yang selama ini aku rindukan... pantesan saja aku seperti tidak asing dengan mata dan senyuman dia) suara hati reno
__ADS_1
(apa bunda vita masih ingat sama aku yah, aku akan mencoba menemui dia suatu saat nanti, tenang aja bun... reno akan menjaga adinda dengan sepenuh hati)
(adinda... ternyata aku tidak salah suka sama kamu, karena sikap dan kebaikan kamu sama persis seperti bunda vita, au dulu pernah berdoa kalau aku ingin memiliki istri yang sebaik bunda vita, tapi ternyata Allah mempertemukan aku dengan kamu, putri dari bunda vita sendiri) suara hati reno, kini dia semakin ingin mendekati adinda dan membuat adinda jatuh cinta sama dia