Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 205


__ADS_3

ramma, vita dan yang lainnya sudah siap siap di depan pintu rumah untuk menyambut kedatangan mereka semua kembali ke indonesia.


saat pintu di buka, semua orang berteriak kejutan dengan bersama sama, sambil membawa tulisan selamat datang kembali.


maira, alin, bram dan satria yang kaget karena tiba tiba ada perayaan dadakan, dan mereka kini melihat karpet merah yang memanjang dan hiasan rumah yang berwarna warni terpasang dengan sangat indah.


mereka semua berpelukan sangat erat untuk melepas kerinduan yang mendalam, dan air mata mulai menetes perlahan bersamaan dengan ucapan rindu yang mereka lontarkan.


kini mereka semua berjalan ke arah ruang keluarga untuk makan bersama dan bertemu sapa, ngobrol bersama dan canda tawa seperti awal mereka bertemu dulu.


mereka mengingat kembali awal pertama mereka bertemu, vita yang tidak pernah akur dengan satria dan mereka selalu berantem di depan ramma. maira yang pertama kali bertemu dengan vita harus terima kalau dia harus tertimpa buku buku pelajaran yang sangat berat.


rendy yang srlalu usil dengan semua orang, dan dia selalu ngerjain om dan tante nya. kini semua momen tersebut menjadi kenangan yang sangat indah dan tersimpan rapat di fikiran mereka masing masing.


dan tak terkecuali, mereka juga mengingat kenangan tentang Ayu yang selalu ada di hati mereka, mereka juga berkeinginan untuk ziarah kembali ke makam Ayu dengan semua anak anak mereka.


setelah acara pertemuan itu, mereka semua di persilahkan untuk istirahat di kamar yang sudah di siap kan dan juga sudah di rapikan


********


adinda dan teman teman satu kelompoknya melanjutkan kembali acara ospek yang terakhir, kini mereka sedang makan siang bersama di aula, sambil mendengarkan beberapa senior bercerita tentang kejahatan senior yang bertugas menjadi preman.


karena senior preman tersebut bertugas sebagai penggukum, dan juga tukang marah marah tidak jelas pada beberapa mahasiswa baru. dan yang pasti mereka semua sangat takut kalau di dekat senior preman, karena mereka pasti akan kena marah walaupun mereka tidak salah.


jadi senior senior yang di depan seperti memberikan provokasi pada semua mahasiswa baru untuk membenci dan ngata ngatain senior premab itu, Hingga semua mahasiswa baru ikut ngata ngatain senior preman itu .

__ADS_1


tapi adinda yang pernah melihat acara ospek di kampus milik ramma, dia tidak ikut termakan dengan provokasi itu, bahkan adinda juga bilang ke teman temannya agar jangan ikut ngata ngatain, dengan alasan itu tidak baik.


"jihan, icha, kiki, kalian jangan ikut bersuara, ngata ngatain orang di belakangnya itu tidak baik, biarkan saja mereka semua, karena ini pasti akan ada kejutan yang tidak di duga duga" ucap adinda


"hahh kejutan apa din maksud kamu? " tanya jihan pada adinda


"kalian lihat aja yah... ini pasti nanti preman preman itu datang dan marah marah, karena semua mahasiswa baru ngata ngatain dia, percaya aja sama aku" jawab adinda


"tapikan senior senior itu juga ngata ngatain, dan nanti kita pasti di bela in saama mereka" ucap icha


"itu tidak mungkin, mereka nanti akan kabur membiarkan kita sendiri di sini buat menghadapi preman preman itu, ini itu sudah terkonsep dan sudah sering di gunakan di kampus kampus lain, dan aku perna melihat itu semua " jawab adinda


"ohhh yah... wah resek banget kalau begitu mereka, mereka yang memulai mereka tidak mau tanggung jawab " ucap kiki


"yah sudah lebih baik kita makan aja, jangan dengar kan mereka, kalau preman preman itu marahin kita, kita masih punya argumen untuk membela diri karena kita tidak salah dan tidak ikut campur dengan ini semua " jawab adinda


mereka ber empat memutuskan untuk meneruskan makan mereka tanpa ikut bersuara, yang lainnya pada ikut bersuara layaknya sedang demo tapi adinda dan teman tannya masih asik dengan makan mereka.


Bruakkk.... suara pintu yang di tendang dengan sangat kerasa


semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung terkejut dan berhenti bersuara semua, setelah melihat semua senior preman itu berdiri di hadapan mereka semua.


dan benar yang di bilang adinda, senior yang menjadi provokasi langsung pergi meninggalkan aula, dan langsung menutup pintunya dari luar.


kini mahasiswa baru hanya bisa diam dan menunduk mendengarkan omelan demi omelan dari preman preman tersebut, dan seketika keberanian mereka yang tadi hilang semua

__ADS_1


"ini kenapa semuanya jadi diam yah... kemana keberanian itu tadi" ucap adinda dengan nada pelan


"hai kamu! kenapa kamu malah tolah toleh, cepat menunduk sekarang" ucap senior preman sambil menunjuk dan ngebentak adinda


"saya kak" ucao adinda sambil menunjuk dirinya sendiri


"iya kamu!! siapa lagi, menunduk kamu sekarang, dan tunjukan rasa penyesalan kamu terhadap apa yang kamu dan teman teman kamu lakukan" ucap senior preman dengan nada membentak


"tapi kak... kenapa saya harus menyesal yah... saya tidak merasa bersalah loh, dan saya paling tidak suka kalau di tindas seperti ini" jawab adinda dengan nada santai


"kamu berani sama kita, kamu nantangin kita hahh... berdiri kamu sekarang"


"maaf loh kak, emang dari kata kata saya tadi ada kata kata nantangin gitu? setahu saya tidak ada deh" jawab adinda dengan wajah yang masih santai


"kamu ngejawab terus itu sama aja nantangin kita, kalau kamu tidak mau nantangin kita, lebih baik kamu diam menunduk seperti teman teman kamu yang lain"


"lohhh kakak ini aneh banget sih, tadi kakak teriak kenapa semua anak menunduk dan tidak ada yang menjawab pertanyaan kalian tadi, sekarang saya menjawab pertanyaan kakak kenapa kakak malah marah marah sama saya, dan bilang saya nantangin kakak" jawab adinda dengan menunjukan tampang songong


"oke... sekarang saya tanya kamu, kenapa kamu tadi ngata ngatain saya, dan seakan akan kamu dan teman teman kamu tadi sok belaga jadi jagoan dengan ngata ngatain kita"


"lohh... emang kakak ada bukti kalau saya ikut ngata ngatain kakak, tidak ada kan? jadi jangan asal main tuduh aja dong, itu nanti jatuh nya jadi fitnah, trus kakak juga ngapain marah marah nya cuma sama kita, bukannya tadi ada bebebrapa senior lain yang menjadi provokasi yah... kenapa tidak marahin juga." ucap adinda dengan santai


"apa kamu punya bukti kalau ada beberapa senior yang menjadi provokasi di sini, tidak kan? " ucap senior preman


"saya tidak punya bukti, tapi saya memiliki banyak saksi, dan saksi itu ada di depan kakak... semua anak anak ini bisa bersakdi kalau mereka sebenarnya di provokasi" ucap adinda

__ADS_1


semua anak yang merasa dirinya sudah di bela sama adinda, kini mereka semua mulai berani untuk mengangkat kembali kepala mereka dan satu persatu dari mereka mulai berani membela diri mereka sendiri.


__ADS_2