
matahari pagi dudah bersinar debgan sangat cerah, adinda baru saja terbangun dari tidurnya.
"hahh sudah jam 9, aduhh kenapa mami, tidak membangunkan aku sih..." ucap adinda
"yah sudah deh... aku mandi dulu," icao adinda sambik berusaha berjalan dengan menggunakan tongkat ke kamar mandi
karena kakinya madih terasa sakit, adinda tidak mau berlama lama diam di kamar mandi, setelah itu dia berganti baju dan berusaha berjalan lagi mengambil ponselnya yang sedari tadi bergetar.
setelah mendapatkan ponselnya, dia langsung membuka pesan yang ternyata dari grup kampus nya, karena hari ini ada rapat pembagian kelompok untuk acara ospek.
"hahhh... kenapa harus hari ini sih... bagaimana aku datang kesana yah... kaki ku masih sakit sekali" ucap adinda
"ahhh sudahlah, biar aku minta antar supir saja deh "
adinda langsung tergesa gesa untuk turun dari kamarnya yang berada di lantai dua, dia ingin menemui vita untuk meminta ijin buat pergi kr kampus.
"mami.... mami...." teriak adinda sambil mencari vita
"ada apa dinda... mami di ruang tamu nak" jawab vita
"mi... adinda ijin mau ke kampud, karena ternyata hari ini ada pertemuan buat semua calon mahasiswa baru, adinda barangkat sekarang yah" ucap adinda sambil tergesa gesa
"tapi kamu madih sakit sayang, kenapa tidak ijin aja sih... pasti mereka mengerti kalau kamu lagi sakit" ucap vita
"tidak bisa mi... ini penting, adinda berangkat bersama supir kok mi, mami tenang aja yah... " ucap adinda
"iya tapi kamu makan dulu, kamu dari tadi belum makan. nanti mami akan ikut nganterin kamu" ucap vita
"tidak mi... sudah telat, nanti adinda makan di kampus saja" ucap adinda
"beneran kamu makan yah... yah sudah ayo kamu berangkat bersama mami... mami akan pastikan kamu sampai dengan selamat " ucap vita yang langsung pergi mengambil tasanya di kamar
setelah itu mereka berangkat bersama saupir untuk ke kampusa adinda, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan kampus adinda.
__ADS_1
"berhenti pak, sampai di sini saja, biar adinda masuk sendiri" ucap adinda
"kenapa tidak berhenti di depan fakultas kamu saih dinda... biar kamu tidak jauh jauh jalan kakinya" jawab vita
"tidak apa apa mi... di sini saja, lagian dekat kok. yah sudah mami pulang saja yah nanti kalau adinda sudah selesai adinda akan telpon mami, minta di jemput" ucap adinda
"beneran yah... langsung telpon mami, kalau tidak kakak, atau papi" ucap vita
"iya mami sayang... hati hati yah pulangnya, pak jangan ngebut yah" ucap adinda dan langsung mencium tangan dan juga pipi vita
adinda berjalan dengan tertatih tatih, sambil membawa tongkatnya, dia harus menahan rasa sakit di kakinya sampai ke fakultas kedokteran.
"hufff akhirnya sampai juga, " ucao adinda
adinda langdung ngecek ponselnya untuk mengetahui di mana letak kelaas yang di jadikan tempat pertemuan nya itu. setelah melihat ponselnya ternyata tempatnya ada di lantai 4 gedung aula kedokteran.
"hahh di lantai 4, bagaimana aku naik tangga nya yah... apa boleh aku naik lift, kaki ku sakit banget" ucap adinda
"yah sudah deh... coba dulu saja, aku naik tangga... kalau tidak kuat aku akan naik lift"
"aahhhwwww" teriak adinda saat akan terjatuh
tapi untung saja ada orang yang langsaung menangkap tubuh adinda, sehingga adinda tidak sampai terjatuh ke lantai.
"hati hati" ucap orang itu
"kamu lagi.... terima kasih sudah membantu aku" ucap adinda sambil berusaaha berdiri tegak
"kenapa sama kaki kamu, bukannya kemarin kamu masih tidak kenapa napa" tanya senior adinda
"tidak apa apa, cuma jatuh saja. yah susah saya naik ke atas dulu, karena sudah telat" jawab adinda
"kenapa tidak menggunakan lift, bukanya acara itu ada di lantai 4. kaki kamu lagi sakit, saya juga mau ke sana" ucap senior
__ADS_1
"maaf kak... bukannya sebelum jadi mahasiswa di sini, kita di larang untuk menggunakan lift untuk naik ke atas" ucap adinda sambil menunduk
"tidak apa apa, percaya aja sama saya... tidak akan ada yang berani marahin kamu, ayo cepetan saya sudah di tunggu di atas" ucap senior adinda
"iya kak... terima kasih " jawab adinda
mereka berdua berjalan menuju lift, adinda masih merasa tidak nyaman karena hanya dia yang di ajak naik lift bersama senior itu.
di dalam lift juga mereka tidak saling berbicara, adinda lebih pilih diam sambil memegang tongkat untuk penopang dia berdiri.
setelah sampai, wajah dari senior lain sudah berubah sama adinda, adinda hanya bisa tertunduk, tidak berani menatap mata setiap orang.
"kamu calon mahasiswa baru kan, kenapa kamu keluar dari lift ini, bukannya sesuau dengan peraturan yang ada, kalian di larang menggunakan lift sebelum melaksanakan ospek" ucap salah satu senior
"sudah... kalian jangan berisik, apa kalian tidak lihat kaki dia lagi dakit, mana bisa dia naik sendiri ke lantai 4 dengan kaki yang seperti itu " ucap laki laki itu
"maaf kak... " ucap adinda
"kami masuk saja ke kelas sekarang, buat kalian semua jangan pernah ada yang berani marahin dia karena kejadian ini. karena saya yang ajak dia tadi" ucap laki laki itu
"iya kak... maaf kami tidak tahu" ucap seluruh senior
adinda berjalan memasuki ruangan kelas itu, untuk menerima pengarahan dari para senior . dan mereka akan di bagi menjadi beberala kelompok untuk bisa
saling berkerja sama menyelesaikan tugas atau misi yang akan di berikan.
"baik selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya kemal, saya semester 3, disini saya mewakili teman teman selaku penanggung jawab kelompok. jadi nanti saya dan beberapa senior di sini akan ikut bergabung bersama kelompok kelompok kalian." pembukaan dari salah seorang senior
"baik... untuk menyingkat waktu, untuk kak reno selaku ketua dari acara ini di persilahkan untuk memberikan sambutan"
tak lama senior yang bernama reno akhirnya maju ke depan, dan aseketika suasana aula menjadi berisik karena semua anak perempuan bersorak karena melihat reno yang tampan dan juga keren.
(apa... jadi kakak itu bernama reno, dan dia ternyata ketua di sini. pantesan semua senior takut sama dia) suara hati adinda
__ADS_1
"iya perkenalkan nama saya Reno, saya adalah salah seorang dosen di fakultas kedokteran ini. jadi kalau kalian mau mencari saya, bukan di dalam kelas namun di ruang dosen. saya di tunjuk untuk menjadi ketua dari ospek fakultas, jadi kalau kalian ada yang perlu di tanyakan bisa di tanyakan langsung sama saya" ucap reno
acara pertemuan itu berjalan seperti yang sudah di rencanakan, adinda selalu mengikuti pengarahan dan adinda selalu mencatat semua yang di sampaikan. agar dia bisa faham dan mengerti harus bersikap bagaimana dan ngapain saja.