Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 199


__ADS_3

adinda yang sedari awal sudah merasa dirinya tidak enak badan, kini adinda hanya bisa menahan kepalanya yang semakin berat, hingga reno selesai dalam membeda tikus itu.


"din... sudah selesai ini, tinggal di catat saja semuanya" ucap reno pada adinda


"iya kak.... adinda sudah mencatat semuanya kok, bukunya adinda taruh di sebelah kakak, tinggal kakak cek aja semuanya" jawab adinda dengan nada pelan


reno langsung ngecek tulisan adinda, dan dia menambahi beberapa kata yang belum tertulis sama adinda, sampai tulisan itu perfek dan tidak ada yang salah lagi.


"din... sudah, ayo kita kembali, ini tulisan kamu" ucap reno namun tidak ada sautan dari adinda


reno yang merasa aneh karena tiba tiba adinda tidak bersuara, dia langsung melihat ke belakang, dan dia sangat terkejut karena melihat adinda sudah tergeletak di lantai ruangan tersebut.


"adinda!!! " ucap reno


"adinda kamu kenapa? din... bangun dong din, jangan buat aku takut.... adinda bangun" ucap reno yang mencoba membangunkan adinda


"astaga... badanya semakin panas, aku harus bawa dia sekarang, dia butuh di periksa" ucap reno dan dia langsung menggendong tubuh adinda untuk di bawa ke ruang UKS.


reno melupakan hasil kerja kerasnya malam ini bersama adinda, dia meninggalkan hasil penelitian yang sudah selesai itu, karena reno sangat takut kalau sampai adinda kenapa napa.


setelah sampai di dalam UKS reno langsung memeriksa adinda sendiri, karena dia ingin memastikan kalau adinda baik baik saja, dan sakitnya cuma karena kecapekan.


setelah memastikan kalau adinda hanya kecapekan saja, reno sangat puas, dan dia selalu ada di samping adinda, dia terus menggenggam tangan adinda sampai adinda sadar dari pingasannya.


tanpa sadar reno ketiduran di samping adinda dengan tangannya sebagai bantal dan tangan satu lagi memegang erat tangan adinda.


tak selang berapa lama dari reno tidur, tiba tiba adinda terbangun dari pingsannya dan dia sangat terkejut karena reno sedang memegang tangannya dengan sangat erat.


"ahhhh di UKS lagi deh ini pasti... adinda adinda belum juga kuliah kamu sudah masuk UKS dua kali, dasar perempuan golongan lemah " gumam adinda


"lohh kak reno... kenapa pegang tangan ku sih... he he he katanya tidak suka, kalau tidak suka kenapa tangannya erat banget sih ngegenggam nya, " ucap adinda pelan


"Ya Allah kenapa engkau bisa menciptakan laki laki sesempurna dia, sedang tidur aja tampan, tidak terbayang kalau kelak aku jadi istri nya, dan tidur di samping dia selalu... ahhhhhh pasti aku akan sering tidak tidur gara gara wajah dia" ucap adinda sambil melihat wajah reno yang sedang tidur


"ahhhh kamu ngebayangin apa sih din... ada ada aja, kamu kalau ngayal liar juga yah he he he he, jadian aja belum masa sudah ngebayangin jadi istri nya" ucap adinda pada dirinya sendiri

__ADS_1


"kak reno... bangun kak.. "ucap adinda sambil menggoyangkan tibuh reno


reni yang merasa ada yang memanggil, dia langsung bangun dan melihat ke arah adinda yang sudah sadar dari pingsan nya


"dinda... akhirnya kamu sadar juga " ucap reno


"iya kak..., dinda mau ke kamar aja, dinda tidak mau di sini, disini sepi lebih enak tidur di kamar ada teman teman" ucap adinda


"yah sudah ayo kakak gendong kamu ke kamar" jawab reno


"ahhh tidak kak, tidak enak sama teman teman yang lain, mereka semua bisa bisa salah paham kalau kakak gendong aku" ucap adinda


"tapi kamu masih sakit dinda, kamu butuh istirahat yang cukup, panas kamu juga belum turun, saya yakin kepala kamu juga masih berat dan sakit kan" ucap reno


"iya sih kak... tapi adinda tidak mau di gendong kakak, adinda tidak mau kalau semua anak jadi salah sangka sama adinda kak" jawab adinda


"trus emang kamu sudah kuat buat jalan sendiri" tanya reno


"ohh gini aja deh kak, adinda pinjam ponsel kakak, ponsel adinda ada di kamar, adinda mau panggil saudara adinda yang ada di fakultas IT untuk kesini buat gendong adinda" jawab adinda


adinda langsung menekan nomer milik arjuna buat membantu dia untuk kembali ke kamar.


tutt... tutt... tut... nada sambung ponsel


arjuna : halo siapa ini


adinda : ini aku jun, adinda


arjuna : hahh adinda, kamu pakai nomer siapa ini, kemana ponsel kamu


adinda : aku pakai ponsel senior ku, jun aku minta tolong, kamu ke fakultas kedokteran yah sekarang, aku lagi di UKS soalnya tadi aku sempat pingsan, dan ini badan ku madih sakit, tolong bantu aku ke kamar yah


arjuna : hahhh pingsan... oke oke... tunggu, aku sama ariel langsung ke fakultas kamu sekarang


adinda : iya jun terima kasih yah

__ADS_1


sambungan telpon terputus


"sudah kak... terima kasih yahh, saudara ku akan ke sini sebentar lagi " jaqab adinda sambil memberikan ponsel kepada reno


*****


"riel.... ariel" ucap arjuna sambil teriak memanggil ariel


"ada apa sih jun... teriak teriak... kuping gue masih berfungsi dengan baik lagi, jadi loe gak perlu teriak sekencang itu" jawab ariel


"riel... adinda pingsan di fakultas nya, kita kesana sekarang, kita lihat keadaan dia sekarang " ucap arjuna


"hahh pingsan... oke oke ayo buruan tunggu apa lagi, kita ke fakultas adinda sekarang " jawab ariel yang terlihat ikut panik


"oke oke" jawab arjuba


mereka berdua minta ijin sama senior mereka di fakultas IT bahwa mereka ingin melihat kondisi saudara mereka yang sedang sakit di fakultas kedokteran.


setelah mendapatkan ijin, mereka langsung berlari sekencang mungkin agar bisa cepat sampai di ruang UKS tempat adinda di rawat.


setelah sampai di depan fakultas kedokteran, mereka melihat bingung karena fakultas tersebut gelap tidak ada lampu yang di nyalakan, jadi mereka harus menggunakan senter dari ponsel mereka masing masing untuk mencari dimana ruang UKS tersebut.


"ini kenapa fakultas sudah kaya kuburan sih... gelap banget dan sepi lagi" ucap arjuna


"tau... ini bagaimana kita mencari ruang UKS kalau gelap begini, tau tau kita masuk ruang mayat mati kita jun" jaweab ariel


"hahh emang di sini ada ruang mayat yah? buat apa ruang mayat di kampus coba" tanya arjuna


"yah mana gue tahu... siapa tahu aja ada, buat mereka prektek, di sini kan ada bagian dokter forensik, dan itu biasanya prakteknya otopsi mayat, yah berarti ada di sini ruang mayat" ucap ariel


"yah kalau begitu, kita hati hati aja riel, jangan sampai kita salah masuk ruangan, kalau tidak salahkan UKS ada di sebelah sana kan, kita dulu pernah jemput adinda di ruang UKS itu " ucap arjuna


"yah sudah kita lihat aja dulu ke sana, kita cari papan yang bertuliskan UKS aja dulu" jawab ariel


mereka berdua harus verusaha mencari dimana ruang UKS fakultas kedokteran itu, dengan kondisi gedung yang gelap gulita, karena memang sengaja di matikan lampunya untuk acara odpek malam anak kedokteran.

__ADS_1


__ADS_2