
Vita terbangun karena dia merasa kebas di area tangannya, yeng memang sedari malam Ramma tidak bergerak sama sekali, Ramma masih nyaman dengan pelukan yang Vita lakukan. Vita mencoba untuk memindahkan tubuh Ramma di kasurnya karena Vita juga sangat ingin pipis, tapi karena tubuh Ramma lebih besar dari Vita sehingga Vita sangat berusaha dengan keras untuk melepaskan tubuh Ramma yang sedang memeluknya, sayangnya usaha vita sangat sia-sia karena Ramma malah mempererat pelukan dia.
“Tuan, ini sudah pagi, apa tuan akan tidur terus. Ini sudah waktunya untuk sholat subuh.” Ucap Vita yang mencoba membangunkan Ramma
“Hemmm kiya, kamu mandi dulu saja, setelah itu baru kamu bangunkan aku lagi” jawab Ramma
“Tapi tuan, kalau seperti ini tuan akan membunuh saya, saya tidak bisa bernafas tuan” kata Vita
Ramma yang kaget dengan ucapan Vita itu langsung membuka matanya dan dia sadar kalau sekarang dia sangat memeluk erat tubuh Vita, Ramma langsung melepaskan tubuh Vita agar dia bisa bernafas lagi.
“Iya maaf. Yah sudah kamu atur nafas kamu dulu, saya mau ke kamar mandi duluan” ucap Ramma
Melihat Ramma yang langsung menuju kamar mandi membuat Vita berteriak untuk menggentikan Ramma.
“Tuan tunggu!!!” teriak Vita
“Tidak usah berteriak Vita!!” ucap Ramma
“Maaf tuan, saya mau duluan ke kamar mandi” ucap Vita sambil melangkah lebih dulu ke kamar mandi
“Etttssss, enak saja aku dulu” ucap Ramma tidak mau kalah sambil menarik tangan Vita
“Tidak tuan, ijinkan saya lebih dulu, saya mau pi...” sebelum Vita menyelesaikan omongannya Ramma langsung berlari masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi tersebut
“TUAN!!!!!!! tuan saya mohon tuan ijinkan saya dulu tuan, saya sudah tidak tahan tuan” teriak Vita sambil terus mengetuk pintu kamar mandi Tapi Ramma tidak menanggapi ucapan Vita, dia tidak menjawab sama sekali bahkan dia sekarang bernyanyi-nyanyi di dalam kamar mandi tersebut tanpa mengindahkan permintaan Vita.
Vita yang memang sedari tadi menahan ingin pipis tapi ternyata Ramma mengerjai dia habis-habisan Vita hanya bisa berdiri sambil mencoba menahan pipisnya agar tidak keluar.
__ADS_1
Ceklekkkk (pintu kamar mandi yang teruka setelah 30 menit)
“Sudah sana masuk, aku sudah puas mandinya” ucap Ramma pada Vita yang tengah diam berdiri seperti patung
“Tuan jahat” ucapan Vita yang membuat Ramma menaikan alisnya karena heran
“Kamu bilang apa? Saya jahat, saya hanya mandi kenapa kamu bilang saya jahat” ucap Ramma kembali tapi dengan posisi Vita yang terus berdiri diam mematung
“Kan saya dari tadi sudah teriak-teriak sama tuan, kalau saya tidak tahan kenapa tuan malah menyanyi-nyanyi tidak jelas di dalam sana, dan kenapa tuan lama sekali mandinya”ucap Vita dengan muka yang sudah memerah
“Yah sudah kamu masuk sekarang, kan saya juga sudah selesai kenapa kamu malah mengajak saya debat sekarang” jawab Ramma yang memang bingung
“saya itu dari tadi menahan ingin pipis tuan, kenapa tuan tidak mengerti sih... dan sekarang coba tuan lihat saya, tuhhh” ucap Vita sambil menunjukan lantai yang sudah basah, dan juga celana Vita yang sudah basah.
“Astaga!!! Kamu ngompol Vita.... HA HA HA HA HA kenapa kamu bisa ngompol Vita, berapa umurmu sekarang” ucap Ramma sambil tertawah puas
“Tuan jahat, pokoknya tuan jahat..” ucap Vita yang langsung masuk kedalam kamar mandi
*******
TOK...TOK...TOK... (pintu ruang kerja Ramma di ketuk)
“Masuk” ucap ramma dari dalam
“Maaf tuan, saya mengganggu. Saya mau pamit keluar rumah buat menjemput Rendy tuan” ucap Vita
“Keluar saja, saya tidak akan melarang kamu keluar kalau untuk menjemput Rendy. Lagian kamu juga tidak perlu ijin ke saya untuk keluar rumah” jawab Ramma dengan tetap fokus sama laptop dan tidak melihat Vita sama sekali
__ADS_1
“Maaf tuan, sekarang tuan adalah suami saya, jadi kalau saya mau keluar rumah saya harus seijin tuan. Kalau tuan tidak mengijinkan maka saya tidak akan pergi” ucap Vita sambil keluar meninggalkan ruangan Ramma
(dasar suami aneh, kadang baik, kadang dingin, dasar suami nyebelin. Walaupun dia tidak menganggap aku istrinya setidaknya kalau sedang ngomong sama orang itu ngelihat orangnya kek. Dasar laki-laki aneh) suara hati Vita
*********
Setelah sampai di depan sekolah Rendy, Vita langsung memilih turun dan duduk di salah satu ruang tunggu yang ada di sekolah Rendy. Awalnya banyak sekali mama-mama di sini yang menatap aneh ke arah Vita, yah mungkin Vita adalah orang baru di lingkungan ini karena ini baru pertama kalinya Vita mau menunggu Rendy di dalam sekolahnya biasanya dia hanya menunggu di depan pagar sekolah.
“Maaf mama, kalau boleh tau mama sedang menunggu siapa yah. Kok kita baru lihat mama ada di sini” tanya salah satu mama yang ada di sekolah
“Iya mama, saya menunggu putra saya yang bernama Rendy” jawab Vita
“Rendy? Apa yang mama maksud itu rendy jonathan dirgantara?” tanya mama lain yang ada di sana
“iya mama, saya mami sambungnya Rendy Jonathan Dirgantara” jawab Vita sambil terus melempar senyum sama semua mama-mama yang ada di sana
20 menit kemudian
“Mami....” ucap salah satu anak yang baru keluar dari kelasnya dan ternyata itu rendy
“Mami!!!! Lendy kangen tau sama mami, papi tidak apa-apain mami kan? Papi tidak sakitin mamikan? Kalau papi sampai sakitin mami Rendy janji akan jewel kuping papi” ucap lucu Rendy yang membuat vita tidak habis-habis tertawa
“Tidak sayang yah sudah ayo pulang, papi sudah menunggu kita di rumah” ajak Vita ke Rendy
“Ayo mami” jawab rendwy
Di dalam mobil Vita dan Rendy sangat bahagia sekali karena mereka selalu cerita hal-hal lucu yang mereka alami, bahkan tidak jarang mereka selalu bermain di dalam mobil, Vita mengajarkan hal-hal baru kepada Rendy, dan Rendy selalu tertarik dengan apa yang di ajarkan Vita. vita juga mengajarkan lagu Anak-anak yang berbau islami, dan juga vita ngasih cerita tentang nabi-nabi agar Rendy mengenal siapa nabi yang wajib dia ketahui dan doa-doa yang harus Rendy hafal bahkan vita juga mengajarkan Rendy cara sholat.
__ADS_1
“Mami nanti kita sholat berjamaah yah, Lendy mau sholat bersama mami” ucap Rendy
“Iya sayang kita nanti sholat bareng yah, kita nanti sholat di kamar Rendy yah nanti” jawab Vita sambil mencium pipi kiri dan kanan Rendy, karena dia bangga dengan putranya yang sangat pintar dan hebat itu karena baru di ajarkan Rendy langsung mengerti dan faham.