Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 138


__ADS_3

setelah sampai rumah, rendy langsung berlari ke dalam kamarnya tanpa menyapa semua keluarga yang sedang berkumpul. sehingga semuanya jadi bingung dengan perubahan sikap rendy yang seperti itu.


"ram vit, rendy marah... kenapa dua berlari dengan wajah sedih seperti tadi" tanya ratih saat vita dan ramma masuk ke dalam rumah


"iya bang, tumben banget itu anak diam kaya gitu. biasanya saat dia masuk ke rumah sudah berisik banget" saut maira


"rendy sedang sedih ma, mama tahu kan anak perempuan yang bernama cindy" ucap vita yang mencoba menjelaskan


"iya tahu, anak cantik itu, bagaimana tidak tahu, rendy dan cindy selalu bersama bahkan di sekolah saja mereka tidak pernah terpisah " jawab ratih


"tadi cindy cerita, kalau dia akan pergi dari kota ini ma, dia akan pindah ke rumah nenek nya. jadi cindy tidak bisa melanjutkan sekolah bersama rendy lagi" jawab vita


"jadi bisa di bilang kalau rendy sedang patah hati yah mbak," ucap maira sambil menahan tawa nya


"hustt kamu itu, jangan tertawa Ra.... kamu kan tahu rasanyabpatah hati dan di tinggalkan itu seperti apa" ucap ramma sambil melirik ke arah maira


"abang... jahat banget sih... itukan dulu sekarang maira sudah bahagia apa lagi sebentar lagi maira akan menikah sama kak bram, welkkk" ucap maira sambil menjulurkan lidahnya ke ramma


"sudah sudah, aku ke kamar rendy dulu yah... kasian dia kalau sedih terus," ucap vita sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah dan menuju kamar rendy


Tokkk.... tokk.... tokk.... (pintu kamar rendy di ketuk)


"Assalamualaikum, Rendy.... mami boleh masuk" ucap vita di balik pintu kamar rendy

__ADS_1


"boleh mami... masuk saja, lendy tidak kunci pintunya kok" jawab rendy dari dalam kamarnya


Ceklekk.... pintu di buka vita


"wahh anak mami sudah ganti baju ternyata, mami kira rendy belum ganti baju" ucap vita sambil duduk di samping rendy


tapi rendy hanya diam, dia tidak menjawab demua omongan vita. rendy hanya duduk termenung dengan melihat ke arah jendela yang terbuka


"kok tidak jawab sih... rendy masih sedih yah karena cindy mau pergi" ucap vita lagi sambil memeluk tubuh rendy


"rendy kalau mau nangis tidak apa apa kok, mami tidak marah sama rendy. mami tahu, pasti sedih banget saat di tinggal sama sahabat yang kita sayangi" ucap vita


"mami.... " teriak rendy yang langsung memeluk vita, dan kini air mata dan tangis nya mulai pecah. vita membiarkan rendy menangis di dalam pelukan dia


"sayang.... cindy itu juga tidak ingin pergi ninggalin rendy, tapi cindy kan masih kecil. jadi dia harus ikut kemanapun orang tuanya mengajak, nanti kalau cindy tidak ikut, siapa coba yang akan merawat cindy, dan siapa yang akan ngasih cindy makan" ucao vita sambi memgusap air mata rendy


"tapi mami, kalau nanti lendy tidak bisa bertemu cindy lagi bagaimana, lendy takut tidak bisa bertemu sama cindy lagi mi" ucap rendy sambil sesenggukan


"sayang.... kalau Allah sudah berkehendak rendy bertemu dengan cindy lagi, pasti nanti kalian akan bertemu. lagian saat sudah besar nanti rendy boleh kok mencari cindy di manapun, trus kalau besar rendy juga bisa ajak adik rendy untuk menemani mencari cindy" jawab vita sambil meyakinkan rendy


"iya mi, besok saat rendy sudah besar, rendy akan mencali cindy sampai ketemu dan lendy akan menemukan tempat cindy bersembunyi " ucap rendy


"yah sudah sekarang rendy tidur siang dulu yah.... rendy pasti capek, nanti sore mami akan bangunkan rendy untuk mandi yah" jawab vita sambil memapah tubuh rendy ke kasur dia

__ADS_1


"telima kasih mami" ucap rendy


"sama sama sayang" jawab vita


rendy akhirnya tertidur dan vita memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya untuk tidur juga, karena entah kenapa semakin beaar perut vita maka semakin vita suka tidur, jadi dia tidak akan menyia nyiakan tidur siang dia yang sangat berharga.


ramma membiarkan vita tidur karena dia tahu, kalau vita juga akan lebih cepat merasah lelah karena dia harus membawa perut dia yang semakin hati semakin besar. ramma juga sering diam diam memijat lembut kaki dan punggung vita karena vita sering sekali mengeluh kalau kaki dan punggung nya terasa capek dan sakit .


setelah kkn vita selesai, dan juga laporan hasil kkn juga sudah di kumpulkan. kini vita beralih dengan untuk mengerjakan skripsi dia, karena vita ingin segera selesai sebelum dia melahirkan.


vita ingin setelah melahirkan dia hanya ingin fokus merawat anaknya, alin juga sama dia ingin segera lulus kuliah. karena dia akan dapat restu menikah dari mama nya saat alin sydah di wisuda, mangkanya alin ingin segera menyelesaikan kuliah dia. sedangkan maira dan bram, mereka akan menikah di waktu dekat ini, karena maira dulu sudah pernah kuliah dan dia lulusan kampus luar negeri jadi dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan berganti mengurusi persiapan pernikahan dia bersama bram.


karena sudah tidak ada mata kuliah, kini vita dan alin hanya menyelesaikan skripsi mereka di rumah, dan sekali kali saja ke kampus hanya untuk bimbingan dengan dosen.


*******


acara pernikahan bram dan maira cuma tinggal hitungan hari saja, setelah menikah maira dan bram sudah sepakat untuk tinggal di rumah bram, karena mereka tidak tega harus meninggalkan mama bram yang begitu baik di rumah sendirian, mereka akan sesekali saja menginap di rumah ramma.


maira dan bram semakin hari semakin sibuk saja, karena pernikahan ini bisa di bilang sangat mendadak. karena bram tidak ingin berlama lama untuk sendirian terus jadi setelah maira pulang dari kkn dia langsung meminta restu dari mama ratih dan papa willy untuk segera menikah dengan maira.


dan karena ini adalah impian dan bayangan maira dari kecil, maka maira tidak banyak ngomong lagi dan di tambah mereka sudah mengantongi seluruh restu dari semua anggota keluarga baik itu dari maira dan juga dari bramnya.


maira memilih menikah di rumah dan semua acaranya di adalan di rumah, dia tidak mau di gedung atau di hotel. jadi sedikit demi sedikit rumah ramma sudah di penuhi dengan hiasan ala pengantin dan juga bunga bunga.

__ADS_1


ramma yang melihat rumahnya di hias dan di dinding terdapat tulisan nama maira dan bram, tulisan itu cukup membuat ramma menangis, karena sebentar lagi tugas dia sebagai seorang kakak yang harus melindungi adiknya kini sudah bisa dia serahkan sebagian di sahabat nya yang sebentar lagi akan menjadi suami dari maira.


__ADS_2