Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 235


__ADS_3

adinda masih diam, karena dia belum berani bilang, dia takut kalau ramma akan marah dan kecewa sama dia.


"sayang... kamu kenapa masih diam saja, katanya mau ngomong sama papi... ada masalah apa... kamu sakit... atau ada yang menyakiti kamu di kampus ?" ucap ramma sambil menatap adinda yang terus menunduk


"maafkan adinda yah pi... papi jangan marah sama adinda... dan papi juga jangan kecewa sama adinda" ucap adinda


"iya papi janji... papi tidak akan marah sama kamu, selagi kamu mau jujur sama papi, tapi kalau kamu bohong papi akan marah beneran sama kamu" jawab ramma


"iya pi... adinda tidak akan bohong sama papi... jadi besok haru senin papi di panggil ke kampus, dan ini surat panggilan buat papi" ucap adinda sambil menunduk tanpa berani menatap wajah ramma


ramma mengambil surat itu, dan dia langsung membaca isi surat pemanggilan untuknya di hari senin. setelah di baca, ramma langsung menutup surat itu dan menaruhnya ke atas mejah, tanpa memberikan respon apa apa, adinda makin takut kalau papinya akan marah sama dia.


"papi.... maafkan adinda yah.... " ucap adinda sambil menangis


"loh... kenapa dinda nangis.... papi kan tidak marah sama adinda... sudah sudah, jangan nangis lagi... papi beneran tidak marah sama dinda, tapi sekarang adinda cerita kenapa sampai adinda berantem di kampus" ucap ramma sambil mengusap air mata adinda


"itu semua di mulai saat ada senior adinda yang bernama Angel, dia tiba tiba datang dan marah marah sama adinda, dia menganggap kalau dirinya itu senior dan juga anak orang paling kaya di fakultas jadi dia bisa seenak nya sendiri memerintah dan menindas orang lain"


"dan itu dia lakukan sama adinda pi... tapi adinda tidak mau kalau di tindas sama orang lain, karena adinda masih memiliki harga diri yang sangat adinda jaga, jadi adinda tidak pernah nurut sama setiap omongan dia"


"adinda hanya mengabaikan dia saja, adinda tidak membalas apa lagi ikut marah sama dia, tapi ternyata diam adinda tidak membuat dia diam juga, dia malah membuat lebih parah lagi, jadi waktu itu adinda membalas omongan dia, tapi ternyata dia makin marah sama dinda dan dia mendorong dinda hingga jatuh pi"


"untung ada salah seorang dosen yang dengan sigap menangkap adinda, yah walaupun kita harus jatuh bersama. tapi setidaknya tidak terlalu sakit karena sempat tertangkap," penjelasan adinda


"siapa dosen itu? apa reno? " tanya ramma


"bukan pi... dosen itu namanya pras, dan kak reno sangat cemburu saat adinda dekat sama dokter pras pi... " jawab adinda

__ADS_1


"oh iya.. coba mana foto dosen itu, kalau papi ketemu dia, papi akan bertema kasih sama dia karena sudah menyelamatkan putri papi yang cantik ini" ucap ramma


"ini pi... foto dosen itu... " jawab adinda sambil menunjukan foto dokter pras yang ada di ponsel nya



"hemmm pantes... dia bisa membuat reno cemburu, ternyata dia ganteng juga orang nya. oke besok hari senin, papi akan datang ke kampus adinda dan akan berterima kasih sama dia" ucap ramma


"papi mau datang untuk memenuhi surat panggilan ini? " tanya adinda


"iya dong... pasti papi datang.... tidak mungkin papi tidak datang, karena papi tahu putri papi ini tidak salah jadi tidak mungkin papi membiarkan orang lain menindas putri papi ini" jawab ramma


"terima kasih papi.... adinda sayang sama papi.... " ucap adinda sambil memeluk ramma


"yah sudah... kamu Lanjutkan cerita tentang senior kamu yang bernama angel itu" ucap ramma


"sampai adinda jatuh..." jawab ramma


"iya... setelah itu dokter pras memarahi kak angel, tapi karena kak angel anaknya tidak mau kalah, jadi dia mefitnah adinda kalau adinda mengganggu nya terlebih dahulu, tapi dokter pras tidak percaya dengan itu, karena dokter pras melihat sendiri kak angel mendorong adinda hingga jatuh menabrak dia"


"trus kak reno juga datang ingin membela aku, karena dia juga melihat dengan mata kepalanya kalau kak angel yang memulai duluan. jadi kak reno ingin memanggil orang tua kak angel, tapi kak angel tidak terima, jadi dia juga meminta untuk memanggil orang tua adinda, akhirnya kak reno juga mrmberikan surat pemanggilan untuk adinda juga, karena kak reno dan dokter pras tidak ingin ada keributan lagi" penjelasan adinda


"iya... kamu tenang aja, papi akan membela putri cantik papi ini, jadi kamu tidak perlu memikirkan hal hal aneh" ucap ramma


"ohh iya pi... kalau tidak salah, orang tua kak angel bekerja di perusahaan papi... karena dia selalu berkoar koar kalau dia putri keluarga dirgantara, yang berarti putri papi... " ucap adinda


"hahhh.... papi semakin penasaran dengan anak itu, dan siapa orang tuanya, papi akan memberikan sedikit pelajaran buat mereka yang sudah berani menyakiti hati adinda Sherra dirgantara " jawab ramma

__ADS_1


"terima kasih papi sayang.... " jawab adinda sambil bangun dari pangkuan ramma


"yah sudah... adinda sekarang tidur ke kamar yah... langsung tidur jangan main sama kak rendy, ingat langsung tidur" ucap ramma sambil menarik hidung adinda


"he he he he iya papi.... tapi, papi gendong adinda sampai ke kamar yah... he he he he, adinda sadah lama tidak di gendong sama papi, sekarang adinda munta gendong" ucap adinda sambil merentangkan tangannya


ramma memang sudah lama tidak menggendong adinda lagi, jadi dia juga merindukan kebersamaan bersama putri satu satunya itu. ramma langsung menggendong adinda di punggung nya, dan membawanya ke dalam kamar.


"wahhh ternyata adinda makin berat yahh... " ucap ramma saat adinda naik ke punggungnya


"enak aja.... tidak tahu pi.... adinda tidak berat kok... kak rendy aja masih kuat gendong adinda masa papi sudah tidak kuat" jawab adinda


"papi.... kenapa papi hanya gendong adinda saja.... rendy juga mau di gendong sama papi" ucap rendy yang keluar dari kamarnya


"ihhhh kak rendy itu sudah besar... masa mau di gendong sama papi.... malu tahu... lagian papi tidak akan kuat kalau gendong kakak.... wellkkk" jawab adinda


"sudah sudah... jangan berantem," ucap ramma sambil menurunkan adinda di atas kasurnya


"he he he he habisnya kak rendy tuh pi... suka iri sama adinda... " jawab adinda


"yah sudah dinda kamu tidur yah.... rendy kamu juga tidur, besok kamu harus nyetir mobil kan... kamu tidur sekarang jangan begadang, papi tidak mau kalau nyawa calon menantu papi dalam bahaya, karena kamu ngantuk di jalan" ucap ramma


"tuhhh kak.... sana tidur, adinda juga tidak ingin Mbak indah kenapa napa, gara gara kakak" ucap adinda


"iya iya... yah sudah aku kekamar dulu kalau begitu" ucap rendy dan dia langsung pergi ke kamar dia


ramma juga menyuruh adinda untuk tidur, dan ramma sendiri kembali ke kamar dia untuk tidur juga.

__ADS_1


__ADS_2