Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 97


__ADS_3

rendy semakin tidak suka melihat maira yang dengan sengaja mencium papinya, bahkan papinya sendiri juga diam saja saat di cium sama maira.


"papi..... papi mau menikah sama tante aneh ini.... papi sudah tidak sayang sama mami vita....." ucap rendy ke ramma tapi ramma bingung mau menjawab apa


"nenek.... kakek.... jewel saja tante itu, jangan di kasih ampun, lendy tidak suka kalau dia jadi mami balu lendy... jewel juga papi, papi sudah jahat sama mami nek" ucap rendy ke ratih


"mami... mami jangan sedih yah... ada lendy di sini, lendy akan selalu sayang sama mami. kita buang aja papi yahh mi, nanti lendy calikan mami papi balu, pak gulu di sekolah lendy baik baik meleka pasti mau jadi papi balunya lendy" ucap rendy sambil memeluk vita


"ehhhh enak aja, main cari papi baru.... tidak, papi tidak ijinin. awas aja berani berani cari papi baru" celetuk ramma yang terkejut


"ha ha ha ha ha ohhh astaga.... rendyyyy sungguh keren kamu sayang, tante bangga punya ponakan kaya kamu, sudah pintar, baik, gemesin, dan kalau ngomong suka bener. ha ha ha ha ha ha" jawab maira sambil tertawa puas


"Ra ini semua karena ulah kamu yah... tanggung jawab kamu, rendy juga jangan kasih saran yang macem macem dong ke mami vita" ucap ramma yang sudah terpojok


semua orang yang ada di ruangan itu sontak ketawa semua, karena memang tidak pernah ada yang menduga kalau rendy bisa memberi saran yang agak g*la ke vita.


"ha ha ha ha ha oke oke baik.... rendy sayang kenalin, namaku maira.... aku adik perempuan dari papa kamu. jadi aku bukan calon mami baru kamu, tenang saja, dan kamu tidak usah cari papi baru, tapi kalau papi ramma sampai berani nyakitin mami vita, itu baru kamu bisa cari papi pengganti untuk mami vita" ucap maira


"jadi... tante ini yang papi pelnah tanya ke lendy kan, yang lendy bilang inget tapi lupa" jawab rendy


"iya sayang ini tante maira adiknya papi. tante maira akan Tinggal di sini bareng kita semua, kamu dulu sama tante maira itu tidak pernah akur loh... selalu saja berantem... tapi papi harap sampai sekarang juga seperti itu" ucap ramma


"tidak papi... lendy tidak mau belantem, lendy kan mau punya adik, jadi lendy mau jadi kakak yang baik" jawab rendy

__ADS_1


"he he he he kalau begitu... kita teman sekarang yahhh" ucap maira sambil ngasih jari kelingking nya


"hemmmm tidak janji.... tapi kalau tante mela mau ajak lebdy jalan jalan dan belikan lendy semua yang lendy mau, lendy mau jadi teman tante" jawab rendy


"hhhemmm oke.... nanti habis sholat maghrib kita pergi ke mall yah... tante traktir apa yang rendy mau. BAGAIMANA " ucap maira


"SETUJU" jawab rendy sambil Hi Five ke maira


"bang nanti bagi ATM nya yahhh.... " bisik maira ke ramma


"enggak enak aja, kamu yang janji yahh berarti itu harus pakai uang kamu sendiri. ayo sayang kita ke kamar, aku capek banget" jawab ramma sambil meninggalkan maira


"ehhhh kalian mau kemana, mama... papa.. ihhhh kalian kok pergi.... ihhhh ngeselin..... kak... brammm... " ucap maira sambil gelandotan di tangan bram


"jangan kak.... nanti aja pulangnya .... anterin maira sama rendy dulu yahhh" ucap maira sambil sedikit memohon


"hemmm iya deh, yah sudah kamu bereskan baju kamu dulu di kamar, kakak bantuin kamu" jawab bram


"iya... makasih yah kak, rendy nanti kita berangkat bersama om bram yah... sekarang tante maira mau beres beres dulu yahhh" ucap maira dan rendy hanya mengangguk


maira di bantuin bram beres beres di kamarnya, kamar maira berada di lantai dua di sebelah ruang kerja ramma. kamar itu memang dari dulu kamar milik maira, jadi walaupun tidak ada orangnya, setiap hari pasti di bersihkan sama pembantu.


"wahhh kamar ini tidak pernah berubah yah... dari dulu seperti ini, bahkan penempatan barangnya tetap sama. bang ramma memang keren" ucap maira

__ADS_1


"Ra... kamu menyimpan banyak foto foto kita di kamar kamu, ini kan foto jaman kita dulu" ucap bram sambil terus melihat foto foto yang terpajang di kamar maira


"aku selalu menyimpan foto foto kita dulu kak, aku terlalu sayang dengan kenangan kita dulu kak, jadi aku selalu menyimpan itu semua baik di sini maupun di hatiku" jawab maira


"apa kakak juga menyimpan semua foto foto kita dulu, bukannya foto foto ini kita bagi dua dulu ada di sebagian di aku dan ada juga sebagian di kakak. apa foto foto itu masih ada kak" tanya maira ke bram


"entahkah Ra, kakak lupa dimana kakak menyimpan semua foto foto itu. kalau begitu nanti kita foto bareng lagi aja, trus kakak akan simpan dan bingkai foto foto baru kita" jawab bram


"he he he he iya kak, tidak apa apa. kan juga tidak begitu penting, memang aku saja yang terlalu lebay dan kurang kerjaan sampai bisa ngebingkai foto foto kita ini" ucap maira sambil memasukan bajunya ke dalam lemari


(sudah aku duga kak, kamu memang tidak pernah menganggap penting semua yang kita lakukan dulu, bahkan untuk menyimpan foto foto itu saja kamu tidak mau. entah sampai kapan aku akan bertahan sendirian seperti ini kak) suara hati maira sambil menahan tangis di matanya


"Ra.... kamu kenapa melamun, apa ada yang mengganggu fikiran kamu ra" ucap bram sambil memegang bahu maira


"he he he he he tidak kak, aku hanya kefikiran uang yang akan aku gunakan nanti buat traktir rendy" ucap maira sambil tersenyum


"kamu jangan khawatir Ra, nanti biar kakak yang akan traktir kamu dan rendy. jangan di jadikan beban, nanti kamu tinggal ikut jalan jalan saja, biar kakak yang bayar semuanya" jawab bram


setelah selesai membereskan kamar maira, mereka lansung membersihkan diri mereka dan setelah itu kumpul bersama di ruang keluarga untuk bercerita. maira memiliki banyak sekali cerita untuk di sampaikan pada keluarganya.


setelah saling bercerita, mereka bersiap siap untuk melakukan sholat berjamaah di musholah yang ada di rumah ramma. kali ini ramma meminta bram yang menjadi imam sholat maghrib.


setelah melakukan sholat, maira, bram dan juga rendy bersiap siap untuk berangkat ke mall, untuk jalan jalan dan juga mentraktir rendy.

__ADS_1


__ADS_2