Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 20


__ADS_3

“mami vita!!!” teriak seorang anak yang langsung membuka pintu kamar vita


“Rendy” ucap vita dan ramma secara bersamaan


“mami.... mami kenapa? Lendy sudah ada di sini, mami jangan takut lagi, lendy janji lendy akan jagain mami” ucap rendy sambil memegang tangan vita, lalu ramma mengangkat rendy agar dia bisa duduk di ranjang vita


“rendy, anak mami. Kamu di sini sayang? Mami tidak mimpikan ini, ini beneran rendy anak mami” ucap vita sambil menangis dan terus merabah-rabah wajah kecil milik rendy


“mami kenapa? Mami kenapa, teyus melabah wajah lendy, apa mami tidak melihat lendy disini” ucap rendy yang bingung


“mami tidak bisa melihat rendy lagi sekarang, mami tidak bisa... maafkan mami sayang, mami tidak pantas lagi menjadi mami rendy” ucap vita sambil menangis di depan rendy


“papi.. kenapa dengan mata mami pi, kenapa mami tidak bisa lihat lendy, apa om doktel calah kasih obat sama mami, mana om doktelnya pi.. lendy mau jewel kuping om doktel kalena om doktel sudah buat mami lendy menangis sepelti ini” ucap polos rendy


“mata mami sedang sakit sayang, mangkanya rendy terus berdoa yah biar Allah cepat kasih kesembuhan buat mami, biar mami bisa ngelihat rendy lagi” ucap ramma menjelaskan ke rendy.


Semua orang yang melihat kedekatan ibu dan anak itu tidak akan pernah mengira kalau mereka sebenarnya tidak memiliki hubungan darah. Ramma, bu ratih dan pak willy pun menjadi terharu dengan kejadian itu. Rendy terus mencoba menghibur vita, dan rendy juga berhasil membujuk vita untuk makan, rendy selalu menemani vita bahkan rendy menyuapin vita seperti vita yang menyuapin rendy, karena ada rendy yang bersama vita, kini ramma mengajak bu ratih dan pak willy berbicara.


“ma pa kenapa kok kalian bisa kesini sih..? apa kalian kasih tau rendy kalau maminya kecelakaan?” tanya ramma sama mama papa nya


“ tidak ram, jadi waktu kamu ngasih kabar ke mama waktu itu, rendy menguping kita” ucap bu ratih


Flashback On


“nenek!!! lendy mau pulang ke indonesia sekalang nek, lendy mau ketemu mami” ucap rendy yang mengejutkan ratih


“rendy sejak kapan kamu di sini sayang” tanya ratih


“dali tadi nek, lendy sudah tau semuanya, nenek jangan bohong sama lendy” ucap rendy sambil menangsi

__ADS_1


“iya-iya besok yah sayang, nenek sama kakek akan antar rendy pulang” ucap ratih


“tidak mau nek, lendy maunya sekarang, tidak mau nantia ataupun besok, lendy maunya sekalang” ucap rendy dengan tangis yang menjadi-jadi


“sayang, dengarkan nenek. Ini sudah malam, kakek juga pasti sangat capek karena baru pulang kerja, rendy sendirikan baru pulang les. Nenek juga yakin kalau rendy pasti capek” ucap ratih mencoba menenangkan rendy


“tidak nek, lendy tidak capek kok” ucap rendy lagi


“sayang kalau kita paksakan sekarang, nenek takut nanti kita yang akan kenapa-napa. Rendy mau ketemu mami di rumah sakitkan, nenek tidak mau kalau rendy ataupun kakek yang sakit, lebih baik sekarang rendy tidur, biar nenek sama kakek membereskan baju dan keperluan buat kita berangkat ke indonesia besok” ucap ratih yang terpaksa di setujui rendy.


Rendy langsung pergi ke kamarnya untuk tidur, sebelum tidur rendy tidak lupa berdoa untuk kesembuhan vita. Ratih langsung menceritakan semuanya sama suaminya willy, ratih cerita kalau vita mengalami kecelakaan karena ingin menolong ramma, kalau vita tidak menolong ramma waktu itu pasti ramma akan ke hilangan nyawanya. Willy langsung menyetujui rencana ratih untuk besok berangkat ke indonesia, jadi ratih sekarang sedang membereskan baju dan perlengkapan lain untuk di bawah besok, dan willy sendiri langsung memesan tiket untuk 3 orang buat penerbangan besok pagi.


Ratih dan juga willy ingin sekali bertemu dengan vita yang selalu di ceritkan cucunya itu, karena waktu pernikahan ramma dan vita, mereka tidak bisa datang karena pernikahan itu sangat mendadak, sehingga di hari itu bersamaan dengan acara lain yang sangat penting, sehingga mereka hanya bisa ngasih doa rstu untuk pernikahan ramma, walaupun mereka tau kalau ramma menikah untuk kebahagiaan rendy tapi mereka selalu berusaha kalau ramma sendiri bisa bahagia.


Flashback OFF


Tidak bisa di pungkiri kalau vita bisa membuat ramma dan rendy bahagia, dan vita sendiri sangat tulus mencintai rendy walaupun rendy hanyalah anak sambung untuk vita, dan rendy juga sangat dekat dengan vita.


Karena keadaan vita sudah lebih baik, kini vita di ijinkan dokter untuk pulang ke rumah, hanya tunggu mata vita yang masih belum bisa melihat apa-apa. Vita sudah mencba ikhlas dengan keadaannya saat ini, karena dia tidak mau mengukir kesedihan di wajah rendy putranya, walaupun vita masih sedih tapi dia sangat bisa menyembunyikan kesedihannya itu di balik senyuman.


Kehidupan vita memang berubah drastis, yang dulunya dia bisa menyiapkan makan dan memasak sendiri kini dia hanya bisa duduk dan di siapkan semuanya, dulu dia bisa menyiapkan baju untuk ramma dan juga rendy, kini malah ramma dan rendy yang membantu vita untuk bersiap-siap, bahkan untuk jalan pun vita harus di tuntun ramma agar tidak jatuh. Perasaan vita memang sangat hancur tapi mau bagaimana lagi kini vita memang tidak bisa apa-apa, hari-hari vita hanya seperti itu setiap harinya. Bahkan untuk mengantar rendy ke sekolah vita hanya berani sampai di depan pagar sekolah saja, karena vita takut kalau rendy akan malu punya mami yang buta, dan dia tidak mau kalau rendy sampai diejek teman-temannya di sekolah.


*******


10 hari telah di lalui vita, semua berjalan baik-baik saja sampai vita menerima telpon kalau rendy jatuh di sekolah, sehingga orang tuanya di panggil untuk menjemput rendy, karena rendy terus menangis. Vita yang mendengar itu dia langsung berangkat untuk menjemput rendy di sekolahnya.


“pak asep... pak asep, ayo antarkan saya ke sekolah rendy, rendy jatuh pak di sekolah” ucap vita yang memanggil pak asep supirnya


“baik nyonya, ayo saya antar sekarang” ucap pak asep dan langsung menuntun majikannya itu untuk masuk mobil

__ADS_1


Vita akhirnya sampai di sekolah rendy, dan pak asep mengantar vita untuk bertemu guru kelasnya rendy dan mau menjemput rendy. Tapi betapa terkejutnya kalau ternyata rendy sudah ada yang menjemput dan orang itu mengaku kalau orang suruhan ramma papa rendy, sehingga vita langsung telpon mbak tina apa rendy sudah sampai rumah.


Tuttt...tuttt... (suara sambungan telpon vita)


Vita : mbak tina, apa rendy sudah pulang


Mbak tina : maaf nyonya, aden belum


pulang. Bukannya nyonya yang jemput si aden


Vita : coba kamu cek sekarang di rumah ataupun di luar gerbang rumah apa ada rendy yang baru pulang, soalnya tadi sudah ada yang jemput rendy yang katanya orang suruan tuan


Mbak tina : tidak ada nyonya, mungkin den rendy ada di kantor tuan


Vita : yah sudah mbak tina makasih, kalau rendy pulang langsung hubungi saya yah


Vita semakin bingung mencari keberadaan rendy, akhirnya dia ingin langsung datang ke kantor suaminya, untuk ngecek keberadaan rendy langsung. Tapi tiba-tiba ada orang yang telpon ke hp vita.


Vita : hallo siapa ini


X : kamu bingung yah cari putra kamu sekarang


Vita : siapa kamu, apa kamu yang membawa rendy


X : ha ha ha ha memang benar, kini rendy ada bersama saya, sekarang kamu datang ke hutan xxxx untuk menyelamatkan anak mu, dan ingat kamu harus sendiri datang kesini, jangan berani-berani bawa orang lain atau polisi kalau tidak rendy akan saya lempar ke jurang


Vita : jangan tolong jangan sakitin rendy, baik saya akan pergi sendiri ke hutan xxxxxx tolong jangan sakitin anak saya


Panggilan telpon itu berakhir, dan vita langsung meminta untuk pak asep mencarikan taxi untuk dia, dan pak asep menyuruh dia untuk segera bilang ini ke ramma, dan menyuruh ramma untu segera menyusulnya di hutan xxxxxx. Dan pak asep menyetujui hal tersebut karena untuk keselamatan rendy juga.

__ADS_1


__ADS_2