
adinda ingin menyiapkan kejutan buat vita dan reno, dia sengaja tidak tidur karena dia ingin pergi ke belakang villa yang terdapat taman bunga yang sangat indah, dia menyiapkan beberapa foto masa kecil reno sampai reno dewasa.
"untung kemarin sempat minta om bimmo buat nyiapin foto foto kak reno" ucap adinda
"ternyata lucu juga yah orang ini waktu kecil... " ucap adinda sambil terus memandang foto foto masa kecil reno
"sebelum acara makan makan di pendopo, aku harus buat mami bisa bertemu dengan kak reno, dan kak reno tidak bisa menolak lagi, karena kak reno juga akan terkejut"
"dinda... kamu ngapain? " tanya indah yang tiba tiba masuk ke halaman belakang
"mbak indah.... buruan tutup lagi pintunya. jangan lupa di kunci, nanti rencana ku berantakan " jawab adinda yang terkejut
"ohh iya iya... emang kamu lagi buat apa sih... ini foto siapa? kok kamu gantung gantung di pohon sih" tanya indah yang penasaran
"mbak lihat aja sendiri, ini foto siapa... masa mbak tidak kenal sama orang yang ada di foto ini" jawab adinda
"lohhh ini kan reno... iyakan ini reno" ucap indah
"100 buat mbak indah. ini kak reno... " jawab adinda
"kamu mau ngasih kejutan buat reno, dalam rangka apa nie kalau boleh tahu... tumben banget" ucap indah
"ini bukan hanya untuk kak reno saja, tapi buat mami juga... mbak indah jangan cerita cerita yah... tentang masalah ini, biarkan nanti saat mereka bangun semua, kita kasih mereka kejutan" jawab adinda
"iya... kamu tenang aja, tapi masalahnya aku masih belum faham, ini kenapa dan ada apa sama tante vita dan reno " tanya indah yang masih penasaran
"jadi gini... sebenarnya itu.... kak reno adalah anak yang pernah di cari sama mami, tapi tidak ketemu sampai sekarang"
__ADS_1
"mami pertama kali ketemu kak reno itu di panti asuhan tempat mami dulu pernah tinggal, mami sangat sayang banget sama reno kecil dulu, dan kak reno panggil mami dengan sebutan bunda. mami sempat mengunjungi kak reno di panti, tapi sayang waktu itu kak reno sudah di adopsi sama dokter bimmo dan istrinya. "
"tapi apa tante vita masih ingat sama reno din? kalau lupa bagaimana? " tanya indah
"mami masih ingat kok mbak... karena mami pernah cerita dulu sama adinda, tentang kak reno, bahkan mami masih menyimpan hadiah yang akan mami kasih untuk kak reno dulu. kemarin adinda sudah minta ke mami untuk membawa hadiah itu, biar dia bisa kasihkan langsung ke kak reno" jawab adinda
"kalau begitu, aku akan bantu kamu din. agar rencana kamu ini bisa berjalan dengan lancar, rencana nya kapan kamu mau bilang sama tante vita" ucap indah
"makasih yah mbak... mbak indah memang yang terbaik. rencana nya dih nanti saat kita akan berangkat ke pendopo, biar mami dan kak reno bisa lebih akrab di sana" jawab adinda
"oke... bagus bagus... berarti kita selesaikan ini segera" jawab indah
"mbak indah tolong pasang lampu kecil kecil itu yah mbak. jadi biar di setiap foto ada lampunya yang menyala" ucap adinda
"oke siap.... " jawab indah
setelah selesai menghias tempat itu, mereka mengunci rapat pintu agar tidak ada yang masuk sebelum acara di mulai. adinda meminta indah untuk tidak cerita sama siapapun termasuk rendy.
adinda dan indah kembali ke kamar mereka, untuk bersih bersih dan setelah itu mereka ingin jalan jalan keliling perkebunan, karena pemandangan dan suasana seperti ini tidak akan bisa mereka temui di pusat kota tempat mereka tinggal.
******
"rend... ini nanti loe mau kemana, masa mau tinggal di villa terus" tanya reno ke rendy
"rencananya sih gue mau jalan jalan bareng indah... tidak mungkin lah gue diem di rumah, saat di sini ada indah... yang pasti gue akan habiskan waktu bersama dia" jawab rendy
"rend... loe tolongin gue napa... loe bilang sama adinda, agar dia mau menerima cinta gue" ucap reno
__ADS_1
"hahhh emangnya kalian belum jadian, trus loh berduaan dari kemarin itu ngapain aja, jangan jangan adinda lagi suka sama dosen atau temannya di kampus" goda rendy pada reno
"sembarangan aja loe kalau ngomong, adinda itu ngasih gue syarat buat minta ijin sama kalian semua, dan kalau kalian ngasih ijin, adinda mau menerima cinta gue" jawab reno
"hahhhh ha ha ha ha berarti adek gue pinter kalau begitu, loe tenang aja, gue akan bilang sama saudara saudara gue besok, untuk ngasih restu buat kalian berdua" ucap rendy sambil nepuk pundak reno
"loe beneran mau bantuin gue rend, makasih banget.... loe emang calon kakak ipar terbaik buat gue" jawab reno
"etss tapi tidak semudah itu brow, loe akan mendapatkan tantangan dari gue dan saudara yang lainnya. jadi loe harus bisa melewati tantangan tantangan itu, untuk mendapatkan adik tercinta gue" ucap rendy dan dia langsung keluar kamar meninggalkan reno sendiri
"oke.... demi adinda.... gue akan lakukan apa aja, jangankan cuma tantangan. gue serahin nyawa gue buat dia juga gue rela, yang penting adinda mau menerima cinta gue" teriak reno pada rendy yang sudah berada di luar kamar
"tuh.... dek.... masih mau menunggu apa lagi sih... kakak percaya sama reno, kalau reno bisa menjaga adik kakak ini" ucao rendy pada adinda yang ternyata berada di luar kamar
"iya din..... kasian tahu reno kamu gantung kaya begitu, buruan jawab kalau kamu mau jadi pacar dia, tidak capek apa tanpa status kaya begini" ucap indah
"iya kak.... aku hanya ingin melihat keseriusan dari dia aja kok, emang kakak sudah siap kehilangan aku, kalau aku menikah sama kak reno " tanya adinda pada rendy
"sini.... hap... " rendy mengangkat adinda hingga dia duduk di atas mejah , tangan rendy mengalung di leher adinda dan tangan adinda di taruh di pinggang rendy
"kakak tidak akan pernah kehilangan kamu sebagai adik kakak, karena selamanya kamu dan kakak tidak akan terpisah. walaupun kamu kelak menikah, dan kakak juga akan menikah, hubungan kita akan tetap sama yaitu adik dan kakak, tidak akan pernah berubah dan tidak akan ada yang bisa merubah itu"jawab rendy
"hemmm kakak.... adinda sayang sama kakak... terima kasih sudah menjadi kakak yang paling terbaik di dunia" jawab adinda sambil memeluk rendy
"kakak yang terima kasih, karena kamu hadir di keluarga ini, dan mampu menjadi adik yang yang manis untuk kakak" jawab rendy
mereka berdua saling berpelukan, dan indah juga ikut berpelukan bersama mereka.
__ADS_1