
maira keluar dari taksi pas di depan pintu masuk fakultas seni, banyak sekali mata yang memandang ke arah maira terlebih lagi para mahasiswa laki-laki dan dosen laki laki.
mereka semua memandang takjub saat melihat maira berdiri di depan fakultas tersebut, karena memang kecantikan maira mampu menghipnotis semua mata yang ada.
maira berjalan dengan membela gerombolan para mahasiswa yang ada di depan dia. maira langsung memutuskan untuk bertanya terlebih dulu ke bagian akdemik apakah bram ada di tempatnya atau tidak. walaupun sebenarnya dia sudah tahu di mana letak ruangan bram, tapi hanya untuk formalitas saja mangkanya maira bertanya di bagian akademik fakultas itu.
"permisi pak, di mana yah ruangan pak bram" ucap maira pada bapak bapak yang berjaga di akademik
"hallo permisi pak.... saya lagi bertanya sama bapak loh... kenapa bapak diam saja sih... " ucap maira sambil melambaikan tangannya di depan pegawai tersebut
"ehhh iya cantik, ehhh maksud saya mbak, ada apa yah, apa yang bisa saya bantu" ucap bapak tersebut dengan gelagapan
"hemmm saya tadikan sudah bertanya sama bapak, tapi kenapa bapak malah bengong lihatin saya. mangkanya pak kalau kerja itu fokus jangan suka ngelamun, nanti kesambet baru tau rasa" ucap maira yang sedikit jengkel
"iya mbak, maaf saya kurang fokus" jawab bapak itu
(hemm kalau kamu tau siapa saya yang sebenarnya, saya sakin kamu tidak akan pernah berani memandang saya dengan tatapan nafsu kaya gitu) suara hati maira
"saya tanya sekali lagi, apa pak bram berada di ruangannya, dan dimana ruangan pak bram" tanya maira tanpa senyuman
"apa mbaknya sudah ada janji sama pak bram" ucap bapak itu
(ihhh kenapa pakai janji janji segala sih, kaya mau ketemu orang penting saja pakai buat janji segala. kalau aku bilang belum pasti aku akan di larang untuk masuk, yah sudah deh bohong sedikit juga tidak apa apa) suara hati maira
"sudah pak, saya kemarin sudah buat janji, dan hati ini tinggal ketemunya saja" jawab maira dengan berbohong
bapak itu percaya dengan apa yang di bilang sama maira, jadi dia memberikan petunjuk arah ke ruangan bram. tapi tiba tiba banyak sekali mahasiswa laki laki yang mencoba mendekati maira dan mengajak dia kenalan.
__ADS_1
maira terpaksa menanggapi mereka semua, karena maira ingin menjaga image dia sebagai adik pemilik kampus. walaupun maira sudah tidak nyaman tapi dia berusaha untuk tetap rama dan senyum ke setiap orang.
"haiii.... boleh kenalan tidak, kamu mahasiswa baru di sini yah" ucap mahasiswa A
"iya nama ku maira, dan saya bukan mahasiswa baru di sini" jawab maira dengan senyum palsunya
"maira boleh saya minta nomer ponsel kamu, agar kita bisa lebih dekat. bagaiman setuju kan" ucap Mahasiswa B
"maaf saya tidak ingin ngasih nomer pribadi saya untuk banyak orang yang tidak saya kenal" Jawab maira dengan senyuman palsu dan nada sinis
"permisi yah... saya mau lewat sekarang, karena memang saya sudah telat. dan saya ingin pergi sekarang" ucap maira sambil meninggalkan kerumunan mahasiswa ganjen tersebut
"bagaimana kalau kami antar kamu, biar tidak nyasar" ucap mahasiswa C tapi maira tidak menganggapinya dan lebih memilih untuk tetap berjalan.
maira berjalan memasuki lorong lorong di dalam fakultas tersebut, dia juga tidak peduli dengan orang orang yang menatap dia di samping kiri dan kanan. karena maira juga tidak ingin ambil pusing dengan semua pertanyaan konyol dari para mahasiswa untuk maira.
(kayaknya kalau aku kuliah di sini vakalan jadi primadona deh... kira kira nanti kak bram dan bang ramma bakalan ngijinin tidak yah aku kuliah di sini, tapi kalau aku beralasan untuk menjaga mbak vita yang sedang hamil, pasti semua bakalan berjalan lancar, dan aku bisa kuliah satu kelas terus bersama mbak vita dan alin) suara hati maira
(ternyata kamu masih sama seperti dulu yah kak, tidak banyak berubah. kalau sudah mengerjakan tugas maka tidak akan ada yang bisa membuat pandangan mu teralihkan) suara hati maira
"aku kerjain dikit tidak masalahkan yahh" ucap maira pada dirinya sendiri
TOKK... tokk.. tok.. (pintu ruangan di ketuk)
Masuk (ucap bram dari dalam)
"permisi pak" ucap maira sambil melihat ke arah bram
__ADS_1
"iya kenapa kamu mencari saya" ucap bram tanpa menoleh ke maira
"hemmm pak saya numpang duduk di soffa yah pak, saya capek dari tadi berdiri terus" ucap maira sambil langsung duduk di soffa
"terserah kamu, sekarang bilang kamu mau apa mencari saya" ucap bram lagi tanpa menihat orang yang dia ajak bicara
"saya kesini tidak mencari apa apa pak, saya ke sini karena saya kangen lihat bapak" ucap maira dengan menahan senyumnya
"hemmm kamu jangan main main dengan saya, apa kamu tidak melihat saya sedang sibuk sekarang" jawab bram dengan terus menatap berkas yang dia kerjakan
"he he he he tapi saya memiliki banyak sekali waktu untuk bermain main dengan bapak. dan saya tidak berbohong kalau saya beneran langan sama bapak" ucap maira
"kalau kamu kesini hanya untuk bermain main saja, cepat pergi dari ruangan sini, atau nanti saya panggil satpam untuk menyeret kamu keluar dari kantor saya. dan berakhir kamu malu karena ulah kamu sendiri" jawab bram yang sudah tidak bisa di ajak bercanda
"ihhhh jahat banget ucapannya, lagian bapak itu kalau lagi bicara lihat orangnya kek, jangan nunduk terus... saya aja dari tadi lihat bapak terus" ucap maira
"hemmm oke, kamu mau apa sekarang" jawab bram sambil menaruh bulpen ke mejah dan mulai memandang ke arah maira
"kamu yang meminta saya melihat kamu, tapi kenapa kamu menutup wajah kamu dengan tangan seperti itu. saya tidak ada waktu untuk bermain main dengan kamu sekarang, cepat keluar dari ruangan ini" ucap bram yang sudah emosi
"he he he he he sabar dong pak bram, sekarang bapak bisa tebak saya siapa tidak..... " ucap maira sambil tertawa
"saya bilang keluar kamu dari sini, atau saya panggil satpam beneran" ucap bram yang sudah sabgat emosi
"hai.... Surprise.... kalau begini sudah tahu belum aku siapa" ucap maira dambil membuka tangan kirinya
__ADS_1
"hemmmm.... masih belum kenal yah... yah sudah kalau begini kenal tidak" ucap maira sambil berdiri mendekat ke arah bram
"ihhh kak bram nyebelin, kak bram lupa yah sama aku... yah sudah deh, aku pergi saja kalau begitu" ucap maira