Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 6


__ADS_3

Vita hanya memandang dengan senyum kecil di samping Ramma yang sedang sholat, setelah selesai membereskan mukenah yang dia gunakan sholat tadi dia langsung menggunakan kembali kemeja Ramma yang dia gunakan waktu tidur. Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan samar-samar mendengar suarah anak kecil yang teriak memanggil mami nya.


“Itu seperti suara Rendy.... astaga iya itu suara Rendy” ucap Vita sambil beranjak pergi ke kamar Rendy yang ada di sebelah kamar Ramma


“MAMI....MAMI....MAMI KEMANA HIKS...HIKS....” rendy yang menangis memanggil maminya


“Rendy sayang kamu kenapa nak....” ucap Vita sambil lari memeluk Rendy yang sedang menangis


Rendy yang melihat Vita datang, dia langsung senang dan teriak memanggil Vita dengan sebutan mami Vita.


“Mami dali mana tadi... Lendy mimpi mami di ganggu olang jahat, Mami di pukul trus Mami pingsan...tapi Lendy tidak bisa tolongin mami...Lendy takut mami vita kenapa-napa” ucap Rendy sambil terus menagis


“Haiiii.....Mami disini sayang.... Rendy tidak usah takut, Mami kan sudah ada di depan Rendy sekarang dan mami sehat-sehat aja kan (sambil melempar senyum ke Rendy dan memegang wajah Rendy dengan kedua tangannya) Rendy tidak usah takur lagi, itu semua hanya mimpi buruk Rendy aja yah”ucap Vita yang berusaha menenangkan hati Rendy.


Ramma setelah selesai sholat, dia langsung berlari ke kamar putranya, dan disana dia sudah melihat Vita sedang menenangkan Rendy yang terus menangis, kini yang ada di benak Ramma adalah, sudah berapa lama Rendy kenal sama Vita, kenapa dia bisa memimpikan kejadian yang menimpa Vita tadi malam, dia benar-benar tidak habis fikir kenapa hal itu terjadi. Bahkan Vita bisa dengan mudahnya menenangkan Rendy yang kalau sudah nangis itu sangat susah untuk di suruh diem, sedangkan sama Vita hanya di peluk saja Rendy bisa diam.


“Papiiiii” ucap Rendy saat melihat papinya terus menatap di depan pintu


“Kenapa sayang.... papi di sini nak” ucap Ramma sambil berjalan mendekat ke arah Rendy dan Vita


“Papi.... bolehkan kak Vita menjadi mami Lendy, Lendy sangat sayang sama kak Vita pi, Lendy hanya mau kak Vita yang jadi mami Lendy, Lendy mohon sama papi...bolehkan pi...” ucap Rendy sambil sesenggukan karena habis nangis

__ADS_1


“Biar nanti papi yahh, yang ngomong sama kak Vita tentang masalah itu. Rendy sekarang tidur lagi yah... nanti jam 6 papi bangunkan yahh...biar nanti tidak ngantuk saat di sekolah yah sayang” ucap Ramma sambil menidurkan Rendy kembali


“Tapi mami Vita di sini yahh... mami Vita jangan pulang.... temanin Lendy yahh, nanti Lendy mau sekolahnya di antar sama mami Vita” ucap Rendy


“Iya sayang kak Vita akan temanin Rendy yah... sekarang Rendy tidur dulu saja yahh sama papi, biar kak Vita masak untuk Rendy sama Papi yah, nanti jam 6 kak Vita ke sini lagi” jawab Vita


“Janji yahh Mami” ucap Rendy sambil mengangkat jari kelingkingnya


“Iya janji” ucap Vita dan menempelkan jari kelingkingnya ke jari Rendy


“Saya permisi dulu yah tuan” ucap Vita dan langsung keluar dari kamar Rendy untuk segera memasak


Vita berjalan menuju dapur dan dia melihat bi sumi dan mbak tina yang siap-siap untuk memasak di dapur.


“Selamat pagi nyonya muda” ucap bi Sumi dan mbak Tina


“Jangan panggil saya nyonya bi, panggil saja saya Vita, saya Cuma tamu di rumah ini” jawab Vita


“Bi hari ini biar saya aja yah yang masak, bibi sama mbak Tina melakukan pekerjaan yang lain saja yahh, biar saya yang masak” ucap Vita memohon sama bi Sumi dan mbak Tina


“Beneran neng Vita tidak apa-apa kalau neng yang masak?” tanya bi Sumi

__ADS_1


“Iya bi... santai saja, biar hari ini saya yang masak” Vita menjawab dengan sangat mantap


Bi Sumi dan mbak Tina langsung pergi ke ruang tengah untuk menyapu dan mengepel lantai, dan mereka seneng banget karena tugas memasak ada yang menggantikan, jadi mereka bisa lebih santai untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Bahkan bi Sumi dan mbak Tina juga mengakui kalau masakan Vita memiliki aroma yang sedap banget bahkan mereka saja sudah tidak sabar ingin merasakan bagaimana rasa dari masakan itu. kini waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi dan masakan Vita sudah selesai semua dan waktunya untuk membangunkan Rendy yang lagi tidur di kamarnya. Vita membuka pelan-pelan pintu kamar Rendy agar tidak mengagetkan orang yang ada di dalam kamarnya, dan sudah terlihat Rendy yang tidur bersama papinya dengan nyamannya.


“Maaf tuan, ini sudah jam 6 waktunya bangun” ucap Vita sambil menggoyang- goyangkan tubuh Ramma dengan lembut dan hanya di balas dengan ucapan iya


“Rendy sayang..ayo bangun nak...Rendy tidak mau telat untuk berangkat ke sekolahkan” ucap vita sambil mengelus kening rendy


“Iya mami lendy bangun kok...” ucap Rendy sambil membuka matanya dengan pelan-pelan


“Rendy ayo mandi sama papi yuk” ucap Ramma


“Tidak mau papi, Lendy mau mandi sama mami saja, papi mandi sendili aja...JANGAN MANJA PAPI” ucap lucu Rendy yang mampu membuat semuanya jadi gemas


Akhirnya Rendy selesai mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah, dan juga Ramma juga sudah selesai menggunakan baju setelan jas untuk kerja. Mereka akhirnya turun kebawah untuk sarapan pagi, dan duduk bersama-sama di meja makan, Vita menuangkan nasi goreng yang dia buat itu ke piring Rendy dan juga Ramma.


“Ini mami kan yang masak” ucap Rendy


“Iya sayang” ucap Vita


Rendy dan Ramma memakan makanan yang di buat Vita, dan ternyata masakan Vita itu sangat enak dan cocok dengan selerah Ramma, bahkan menurut Ramma masakan Vita jauh lebih enak di bandingkan dengan masakan para asistendi rumah ini, selesai makan akhirnya Ramma mengantarkan Rendy ke sekolah bersama dengan Vita. Kini posisi Vita duduk di depan samping Ramma, dan Rendy berada di pangkuan Vita, mereka sesekali bernyanyi bersama dan bermain bersama seperti keluarga bahagia pada umumnya. Setelah sampai di sekolah, Rendy langsung pamit dan mencium tangan papi, dan calon mami barunya itu, dan setelah rendy masuk ke sekolahnya, Vita langsung pamit untuk kembali ke rumah makan tempat dia bekerja, karena kemarin dia tidak masuk tanpa ijin, Vita sudah filing kalau dia akan di marahin habis-habisan dan pasti akan di pecat. Maka dari itu Vita tidak mau di antar sama Ramma dan memilih naik bus, padahal tadi ramma sudah menawarkan bantuan untuk mengantarnya karena memang jarak rumah makan tempat Vita bekerja dekat dengan kantor ramma, tapi Vita menolak bantuan dari Ramma karena dia tidak mau ramma jadi kasihan dengan dia yang dimarahin sama bos nya, Vita tau itu kesalahan Vita sendiri dan harus Vita sendiri pula yang harus menyelesaikan maslah itu.

__ADS_1


Vita tidak mau kalau kesedihannya di ketahui banyak orang, biarlah orang lain menilai kalau Vita adalah gadis yang ceria dan selalu tersenyum, bahkan banyak yang iri dengan Vita, walaupun dia dari keluarga yang bisa di bilang miskin tapi hidupnya tidak pernah sedih, bahkan selalu membuat orang di dekat dia itu merasakan kebahagiaan.


__ADS_2