
maira sengaja ingin menggoda bram, karena dia ingin tahu bagaimana sikap bram saat maira mau pergi bersama reno.
"yahh sudah maira pulang yah kak, sekalian maira mau siap siap dan make up untuk bertemu dengan reno malam ini, ohhh iya tapi maira mau hubungi reno saja dulu nanti mau ketemuan dimana" ucap maira sambil mencari nomer reno di ponselnya
"ra kamu beneran mau pergi, apa kalau kakak melarang kamu untuk pergi dengan dia, apa kamu mau nurut. kalau kakak minta kamu temanin kakak di sini, apa kamu nurut" ucap bram sambil menggenggam kedua tangan maira
"mungkin, bisa jadi" jawab maira sambil menahan senyumnya
"yah sudah kalau begitu kakak minta kamu jangan dekat dekat dengan reno, jangan pergi bersama dia, kalau kalian mau ngomongin masalah kkn kalian bisa ngomong di grup chatting kalian kan, tidak perlu pergi berdua" ucap bram sambil menatap lekat mata maira
"kalau begitu, kapan maira mau punya pacar, dan kalau begetu maira tidak akan bisa menemukan suami dong" jawab maira
"kakak akan jadi pacar kamu, kakak akan minta kamu ke mama ratih dan ramma, kakak akan minta ijin ke mereka untuk menjadikan kamu sebagai ratu satu satunya di hati kakak. kakak cinta sama kamu Ra, apa kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti kakak" ucap bram dengan sungguh sungguh
maira sangat terkejut dengan pengakuan bram, sampai dia sendiri tidak sadar kalau air matanya mulai menetes, dan membasahi pipinya yang merah.
"Ra... kenapa kamu menangis, apa kamu tidak memiliki perasaan yang kakak rasakan ini, kalau memang tidak.... kakak akan membuat kamu bisa mencintai kakak dan kakak akan buat kamu mau menerima kakak" ucap bram sambil mengusap air mata maira
"maira tidak sedang bermimpi kan kak, kakak tidak sedang menggoda maira kan, kakak jangan main main kak, maira tidak suka di permainkan" jawab maira dengan perasaan yang campur aduk
"kakak tidak main main ra, kakak baru sadar kalau kakak suka sama kamu saat kakak lihat kamu jalan jalan berdua dengan reno ra.... kakak jadi uring uringan sendiri, kakak tidak nafsu makan dan kakak tidak bisa tidur. hati kakak rasanya sakit sekali ra" ucap bram dengan menaruh tangan maira di dadanya
__ADS_1
maira langsung memeluk erat bram, karena perasaan nya kini sangat bahagia banget, apa lagi bram juga memiliki perasaan yang sama seperti maira rasakan. saking senengnya maira tidak bisa berkata apa apa lagi selain menangis di dalam pelukan bram.
"ra... kamu kenapa.... kenapa kamu menangis" ucap bram yang kebingungan
"maira seneng banget kak, hari ini adalah hari yang maira tunggu selama ini, akhirnya penantian maira tidak sia sia kak" jawab maira sambil melepas pelukan bram
"maksud kamu" tanya bram
"maira juga suka sama kak bram, tapi maira tidak berani bilang ke kakak karena kakak selalu anggap maira adik kakak" jawab maira
"berarti.... kamu sama reno tidak ada hubungan apa apa kan ra, trus kemarin waktu kamu jalan berdua dengan reno itu apa ra, dan reno bilang kalau dia pangeran kamu" tanya bram
"yah kemarin aku hanya iseng ingin jalan jalan, kebetulan reno ngajakin jadi aku mau kak, tapi aku tidak ada hubungan apa apa sama dia. reno saja yang selalu berusaha deketin aku tapibaku anggap dia sebagai teman saja kok kak" jawab maira
"iya memang, kita ketemu di super market kak, waktu maira mau beli buah buahan maira ketemu dia, tapi tidak lama kok, maira langsung pergi."
"kamu siap tidak Ra, kalau kita tunangan sebelum kamu KKN, biar reno tidak bisa ambil kamu dari kakak, apa lagi kamu akan tinggal bersama dia selama satu bulan di dalam saatu atap. satria juga mau melamar alin sebelum kkn, jadi kamu mau tidak kalau kita tunangan juga"
"iya kak, maira mau.... tapi nanti hubungan kita jangan di publikasi dulu yah, maira aja tidak mau datatus maira sebagai adik pemilik kampus ketahuan, kita jalanin saja yahh. kakak percaya kan saama maira,"
"kakak percaya sama kamu Ra, tapi kakak tidak bisa percaya sama dia. apa lagi kakak tidak bisa menjaga kamu selama 24 jam di sana "
__ADS_1
"kak di sana kan ada mbak vita, ada alin juga. kakak bisa datang setiap hari sabtu atau minggu, saat kita di sana tidak ada kerjaan. nanti kakak datang aja bersama bang ramma dan kak satria kita libura bareng bareng"
"iya deh, bagaimana baiknya yah... tapi kamu harus janji kalau kamu bisa menjaga hati yang kakak titipkan di kamu"
"iya kak.... maira hanya cibta sama kakak"
bram langsung memeluk tubuh maira dengan sangat erat, bram sebenarnya tidak tau kapan perasaan itu ada. tapi saat bram melihat maira bersama laki laki lain, dia merasa tidak terima dan ingin menghajar laki laki itu, di tambah lagi perasaan nya jadi tidak karuan yang membuat hati bram saemakin tidak nyaman.
maira akhirnya memutuskan untuk menghubungi reno, kalau memang ada yang ingin di omongkan sebaiknya di omongkan di daram grup chatting agar semua anak bisa tahu dan tidak ada yang di tutup tutupin.
saetelah menghubungi reno, maira melanjutkan nonton TV di kamar bram dengan posisi dia tiduran di pangkuan bram, dan bram sendiri mengecek e-mail yang masuk lewat ponselnya.
maira sesekali menyuapin bram makanan ringan yang dia beli tadi ke mulut bram, kini mereka seperti sepasang kekasih yang sedang di maduk asmara.
setelah nonton TV, bram dan maira bersiap siap untuk saholat maghrib berjamaah di musholla lantai bawah, bram menjadi imam dan bram menjadi makmumnya.
kini doa maira selama ini benar benar di ijabah sama Allah, karena maira selalu bermimpi kalau kelak bram akan menjadi imam dia beneran, jadi setiap hari mereka bisa melaksanakan sholat sejara berjamaah terus.
setelah sholat mereka langsung makan malam bersama di meja makan, dan setelah itu maira menyuruh bram untuk meminum obat dan vitamin nya.
selesai makan, bram menunjukan maira kamar yang ada di sebelah kamar bram, karena bram melarang maira untuk tidur di dalam kamarnya, karena dia takut akan hal hal yang tidak di inginkan terjadi.
__ADS_1
karena posisi maira sekarang bukan lagi adik bram, melainkan kekasih bram yang akan bram nikahin kelak, perasaan bram ke maira juga sudah berubah, maka dari itu untuk antisipasi bram menyuruh maira tidur di kamar yang terpisah.