Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 233


__ADS_3

setelah selesai bersih bersih mereka langsung ketemu di lantai bawa, untuk berangkat ke mall buat beli beberapa baju untuk reno.


"mami..... " ucap adinda sambil memeluk lengan vita


"putri mami.... kamu kok makin cantik sih sayang... wajahnya makin berseri seri" jawab vita


"bagaimana tidak berseri seri mbak... kan ada reno di rumah ini, jadi pasti adinda makin semangat" ucap maira yang baru turun dari tangga


"tante maira... kangen.... " ucap adinda sambil memeluk maira


"tante juga kangen.... bagaimana kuliahnya, lancar.... apa ada yang gangguin kamu di kampus" ucap maira


"lancar kok tan, tapi yah gitu... ada anak perempuan yang suka cari gara gara sama aku, dia sombong banget... trus dia ngaku ngaku sebagai anak pemilik perusahaan dirgantara " ucap adinda


"hahhh siapa din.... berani banget... ngomong seperti itu di depan putri keluarga dirgantara, minta di tendang dia" jawab maira yang terkejut


"he he he tante tenang aja, akan ada kejutan buat dia... biar dia bisa berhenti sombong dan tidak suka ngaku ngaku sebagai putri dirgantara " ucap adinda


"gil* itu anak, ngaku sebagai putri keluarga dirgantara di depan putri kandung keluarga dirgantara. ha ha ha ha tidak terbayang malunya dia nanti seperti apa" ucap alin yang ikut angkat bicara


di tengah tengah pembicaraan mereka, reno turun dan sudah bersiap siap untuk pergi bersama adinda, dia menggunakan masker untuk menutupi wajah dia.


"kakak kenapa pakai masker" tanya adinda


"yahh biar tidak ada yang tahu kalau kakak lagi jalan sama kamu din, emang kamu sudah siap untuk mengumumkan ke semua orang kalau kita lagi dekat" jawab reno pada adinda


"iya benar juga yah... yah sudah tunggu sebentar, adinda juga mau pakai masker aja kalau begitu" jawab adinda dan dia pergi ke kamar dia untuk mengambil masker


"reno... bagaimana sih hubungan kamu sama adinda, cerita cerita dong sama tante" tanya maira pada reno


"reno sih serius tan sama adinda, tapi adinda yang masih ragu sama reno. katanya reno harus menghadap om ramma, om satria, om bram, rendy, arjuna dan ariel terlebih dahulu untuk meminta restu dari mereka" jawab reno

__ADS_1


"ha ha ha ha emang kamu harus berusaha keras mendapatkan dia, karena adinda itu anak ke sayangan kita srmua, soalnya semua saudara dia itu laki laki, dan dia sendiri yang perempuan. jadi pasti kita sangat melindungi dia, kamu emang harus benar benar mengambil hati mereka semua, nanti pasti adinda akan lari ke pelukan kamu sendiri " ucap maira


*******


adinda dan reno berangkat ke mall punya ramma, mereka berjalan jalan di sana sambil membeli beberapa baju yang rama suka. adinda juga ikut membeli beberapa asesoris yang dia suka.


"mall ini milik om ramma din? " tanya renk pada adinda


"iya kak... ini milik papi... bukan hanya ini saja, masih banyak yang lainnya, seperti kampus, gedung sekolah, perusahaan, galeri seni, hotel" jawab adinda


"kamu terlahir di keluarga yang sangat kaya raya, tapi kenapa kamu lebih menutup jati diri kamu, bahkan tidak banyak yang tahu kalau kamu itu adalah putri keluarga dirgantara , bukannya enak yah, kamu bisa di kenal sama semua orang dan pasti kamu akan memiliki banyak teman yang sederajat sama kamu" ucap reno


"tapi adinda tidak berfikir seperti itu kak, adinda lebih suka hidup apa adanya, agar teman teman dinda itu tidak memandang dinda karena dinda ada uang, adinda ingin memiliki teman yang tulus seperti jihan, icha, dan kiki, mereka tulus berteman sama dinda, bahkan kita sering sekali bergantian untuk beli makanan, kita juga sering tolong menolong kalau satu di antara kita tidak lagi bawa uang" jawab adinda


"jadi mereka tidak tahu kalau kamu adalah putri dari keluarga dirgantara,?" tanya reno


"tidak kak... mereka tidak tahu, mereka malah menganggap kalau putri dari keluarga dirgantara itu kak angel, karena dia pernah bilang kalau orang tuanya bekerja di perusahaan dirgantara" jawab adinda


"yahh biarin... biar dia tidak sombong lagi, dan biar papi juga bisa ngasih sedikit teguran buat papanya kak angel" jawab adinda


"berarti nanti jati diri kamu akan terbongkar dong" ucap reno


"kalau waktunya terbongkar yah tidak apa apa kak... biarin aja, yang penting adinda sudah memiliki teman teman yang baik dan tidak memandang dinda sebagai anak orang kaya atau tidak" jawab adinda


"kakak bangga sama kamu din, kakak rmang tidak salah pilih pacar kalau begitu" ucap reno sambil mengalungkan tangannya ke pundak adinda


"ehhh enak aja pacar pacar... penui dulu syarat dari dinda... jangan main asal ngakuin aku jadi pacar kakak. sudah ayo buruan kakak mau beli apa lagi, dan setelah itu kita pulang" ucap adinda sambil melepaskan rangkulan reno dan dia langsung pergi meninggalkan reno sendiri


"ehhh dinda tungguin...." ucap reno dan dia mengejar adinda


"lahh itu dia... lagi lihatin apa sih itu anak serius banget.... " ucap reno sambil melihat adinda dari jauh

__ADS_1



"kamu mau beli boneka itu din... ayo kakak belikan" ucap reno tepat di samping adinda


"ihhh kak reno... ngagetin aja... tidak.. adinda tidak mau beli, kaya anak kecil aja beli boneka, adinda cuma lihat aja kok soalnya lucu banget bonekanya" jawab adinda


"beneran tidak mau beli.... " goda reno


"beneran.... ihhh apaan sih... yah sudah. ayo kita lanjut jalan jalan lagi" ucap adinda sambil berjalan di depan reno,


reno berjalan di belakang adinda sambil bermain ponselnya, karena dia ingin ngabarin papanya kalau dia sudah ada di rumah ramma dan kini dia sedang jalan jalan sama adinda.


adinda yang tidak melihat reno di sampingnya, dia langsung menoleh ke belakang, dan melihat reno sedang fokus sama ponselnya.



"fokus aja terus sama ponsel... biarin aku jalan sendiri aja kalau begitu, tahu gitu sekalian aja aku ajak dokter pras buat temani aku jalan jalan" ucap adinda sambil melihat ke arah reno


reno yang mendengar itu langsung melihat balik adinda, dan dia memasukan ponselnya ke kantong baju dia lagi, dan berjalan maju ke arah adinda.


"kamu ngomong apa tadi dinda... " ucap reno


"kamu lupa dengan janji kamu tadi, atau kamu ingin membuktikan kalau omongan aku tidak main main"


"atau mungkin kamu ingin aku cium di depan orang orang ini... "


"aahhhh kak reno.... maaf.... adinda keceplosan tadi.... adinda tidak beneran, hanya bercanda kok... " ucap adinda sambil berjalan mundur


"tidak tidak kak.... maafin yah... tidak lagi lagi.... kok... beneran... " ucap adinda sambil berjalan ke arah reno dan dia langsung memeluk lengan reno


"kita jalan jalan lagi aja yah kak... " ucap adinda sambil terus memeluk lengan reno

__ADS_1


reno luluh dengan sikap manja adinda yang seperti itu, dia lupa dengan omongan adinda tadi. jadi mereka melanjutkan jalan jalan untuk memebeli keperluan buat liburan besok.


__ADS_2