Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 247


__ADS_3

matahari pagi sudah menyapa mereka di pagi hari, adinda mempir sebentar ke rumah ramma untuk mengambil barang bawaan dia ke asrama, dan menurunkan barang bawwaan dia kemarin.


"papi... jangan lupa nanti papi ke kampus adinda yahh" ucap adinda pada ramma


"iya nak... nanti papi akan datang bersama mami kamu" jawab ramma


"iya dinda... kamu tidak usah khawatir, mami akan membuat mereka berubah dan tidak sombong lagi sama kamu ataupun teman teman kamu" ucap vita


"terima kasih yahh mi... pi... adinda sayang banget sama kalian... " jawab adinda sambil memeluk vita dan ramma


"mami juga sayang banget sama dinda" ucap vita


"papi juga sayang banget sama dinda" ucap ramma


(mami masih bisa diam kalau mami yang di hina, tapi mami tidak akan bisa bersikap baik dengan orang yang sudah berani mengusik putra putri mami) suara hafi vita


"yah sudah mi... pi... adinda pergi ke asrama lagi yah... assalamualaikum " ucap adinda sambil berpamitan dan mencium pipi ramma vita


"waalaikum salam, hati hati yahh... ren... jangan ngrbut bawa mobilnya, nanti setelah sampai kampus langsung istirahat yah.... kita ketemu lagi jam 11 nanti yah" ucap ramma


"iya pi... mi... " jawab adinda


adinda dan reno langsung meluncur ke kampus, karena masih ada beberapa jam lagi buat mereka bisa tidur untuk istirahat, sebelum jam kuliah di mulai.


arjuna dan ariel juga setelah mengambil barang bawaan dia dan langsung berangkat ke kampus, mereka juga pamitan sama kedua orang tua mereka, untuk kembali ke kampus.


dokter bimmo di jemput sama supir pribadinya, untuk kembali ke rumah nya sendiri, karena nanti siang dia juga akan kembali ke dalam tugasnya di rumah sakit.


********

__ADS_1


setelah beberapa menit berkendara, mobil yang di kendarai reno dan mobil yang di kendarai arjuna, sampai dengan selamat di kampus mereka.


adinda sengaja turun di depan kampus karena dia tidak ingin srmua orang jadi geger karena adinda tutun dari mobil reno.


"kak turunin aku di sini aja yahh" pinta adinda


"sini ke asrama itu masih lumayan jauh din... kakak antar sampai ruang dosen aja bagaimana, itu lebih dekat" jawab reno


"tidak usah kak... cukup di aini aja tidak apa apa, lagian tidak terlalu jauh juga... kakak jangan lebai gitu dong, lagian sudah biasa ad adinda jalan kaki dari sini ke asrama" ucap adinda


"yah sudah... terserah kamu... kamu hati hati yah" jawab reno


"iya sayang.... terima kasih untuk semuanya yah.... " jawab adinda sambil mencium pipi reno


"dinda..... kamu berani yah.... kamu membuat aku jadi ingin segera menikah sama kamu aja din.... " ucap reno ke adinda dan adinda hanya melambaikan tangannya ke reno


"lihat aja kamu din... setelah kamu menjadi istri ku, aku akan membalaskan ini semua sama kamu" ucap reno sambil melihat adinda berjalan di depan dia


"anak anak kok belum kembali yah... ini aku yang kecepatan atau mereka yang sengaja pulang telat" ucap adinda saat melihat kamar kosong


"yah sudah deh biarin... lumayan buat aku tidur dulu, nanti kalau mereka sampai pasti aku kebangun karena pasgi mereka akan berisik " ucap adinda sambil bersiap untuk tidur di atas ranjang nya.


reno juga setelah sampai ke ruangannya, dia juga langsung tidur di tempat tidur yang sengaja dia taruh di dalam ruangan kantor dia, karena waktu masih menunjukan pukul 6 pagi jadi masih a(a beberapa waktu lagi buat nanti dia ikut dalam pertemuan antara orang tua adinda dan orang tua angel.


*******


setelah beberapa saat adinda tertidur, benar saja teman teman dia datang dan membuat kamar jadi berisik, dan untung saja mampu membuat adinda terbangun dari tidurnya.


karena alaram ponsel dia berbunyi namun adinda tidak juga bangun, tapi saat teman temannya masuk ke kamar, mampu membuat adinda bangun. adinda langsung mandi dan ingin bersiap siap untuk mengikuti kelas jam pertama dan dia juga masih harus menemui ruang dekan untuk mempertanggung jawabkan masalah dia dengan angel.

__ADS_1


"din nanti kamu jadi membawa orang tua kamu din? " tanya jihan pada adinda


iya jadi dong han... masa tidak jadi sih... kan itu sudah kewajiban aku untuk bisa tanggung jawab dengan perbuatan aku" jawab adinda


"tapi itukan bukan salah kamu din... pasti orang tua kamu marah marah yah sama kamu, mereka pasti berfikir yang tidak tidak tentang kamu" ucap icha


"tidak kok... orang tua aku pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah, lagian aku tidak melakukan apa apa. jadi ngapain aku harus takut sama mereka semua, bahkan yang di tuduhkan ke aku itu juga hanyalah omong kosong" ucap adinda


"kita nanti akan datang juga ke ruang pak dekan, karena kita tahu kamu tidak salah din... kita nanti akan jadi saksi buat kamu" ucap kiki


"terima kasih yah.... kalian sudah mau jadi teman yang baik... aku sayang kalian... dan aku harap, saat nanti kalian tahu siapa aku yang sebenarnya, kalian tetap bisa jadi teman yang terbaik buat aku yah" ucap adinda


"iya din.... kita akan selamanya jadi teman baik... susah senang bersama" ucap jihan


"yah sudah kita berangkat ke kampus sekarang yah... nanti kalau telat bagaimana. " ucap adinda


"iya deh... sekarang aja, beres beresnya nanti setelah masalah kamu selesai din... kita bertiga akan selalu ada di samping kamu" ucap icha


mereka berangkat ke kampus dulu untuk kuliah, dan setelah kuliah mereka akan menemani adinda buat menemui pak dekan untuk menyelesaikan masalahnya bersama angel.


"ehhh anak kampung.... masih berani loe datang ke kampus, gue fikir loe bakalan takut dan tidak berani pulang ke rumah ataupun kembali ke kampus " ucap angel yang tiba tiba datang mencegat jalan adinda dan teman temannya


"hemmm ngapain takut... aku tidak merasa salah, jadi buat apa aku takut. tolong minggir kamu sekarang waktu ku terlalu berharga unthk meladeni orang kaya kamu" ucap adinda


"kurang ajar loe yah... lihat aja nanti gue akan tendang loe dari kampus ini. bokap gue akan buat keluarga loe menderita 7 turunan, " ucap angel yang emosi


"maaf yah kak angel, ancaman kakak buat kita itu tidak mempan, lagian adinda punya banyak teman di sini, yang siap untuk membela dia sampai kapan pun" ucap icha sambil senyum devil ke arah angel


"lihat aja kalian semua akan menyesal dengan omongan kalian sendiri" ucap angel yang semakin emosi

__ADS_1


mereka ber empat tidak ambil pusing dengan omongan angel itu, dan mereka mrlanjutkan perjalanan mereka kembali ke kelas untuk ikut mata kuliah pertama.


__ADS_2