
semua orang khawatir karena adinda masih tidak juga di temukan, rendy sendiri juga lupa kalau adinda sempat mampir ke kamarnya, mungkin saat itu rendy masih berada di bawah alam sadarnya sehingga dia tidak sadar kalau sempat ngobrol sama adinda.
"ini bagaimana.... adinda kamu di mana nak.... pulang dong sayang.... jangan buat mami khawatir sama kamu" ucap vita sambil nangis
"sayang.... kamu sabar, adinda ini pasti lagi main, jadi kamu tenang dulu... kita tunggu beberapa menit lagi, kalau adinda belum kembali, kita akan berpencar mencari adinda" ucap ramma sambil menenangkan vita
"rend... kamu coba terus telpon adik mu, siapa tahu di angkat" ucap ramma pada rendy
"iya pi... ini rendy terus hubungi adinda, tapi tetap adinda tidak ngangkat telpon rendy pi" jawab rendy
******
"tadi kok kak reno bisa tahu jalan rahasia itu yah... bisa langsung sampai di belakang hotel, dan tadi dia juga ngambil handuknya juga santai banget" ucap adinda pada dirinya senduri
"ahh sudahlah, ngapain aku memikirkan hal itu, lebih baik aku sekarang ganti baju dulu, dan sarapan "
adinda langsung membuka pintu kamar nya, dia sangat terkejut melihat semua orang berkumpul di dalam kamarnya dan juga semua orang juga terkejut saat melihat adinda berada di depan mereka.
"adinda..... " teriak vuta dan dia langsung memeluk adinda dengan sangat erat
"mami kenapa? " tanya adinda yang kebingungan
"sayang kamu dari mana aja... kita semua sudah khawatir mencari kamu, pagi pagi sudah ngilang aja dari kamar" ucap vita
"mi... adinda hanya main di pantai saja, adinda tidak ke mana mana kok" jawab adinda
"dinda... setidaknya kamu kalau keluar itu minta di temani siapa gitu... jangan sendiri, kalau tidak yah minimal ijin sama mami, papi ataupun sama keluarga yang lain. jangan main pergi pergi aja, mami mu hampir pingsan gara gara kamu tiba tiba ngilang" ucap ramma
"adinda tadi ijin kok pi... adinda juga tidak tiba tiba ngilang" jawab adinda
"ijin...? kamu ijin sama siapa sayang, resepsionis, pelayan atau sama siapa" tanya vita
__ADS_1
"tadi adinda ijin sama kak rendy, iyakan kak" ucap adinda
"RENDY!!! " ucap semua orang dan langsung menoleh ke arah rendy
"hahhh tidak tidak... aku tidak merasa kamu ijin sama kakak tadi, jangan bohong kamu din" pembelaan dari rendy
"hah... ihhh siapa juga yang bohong, tadi pagi, adinda teriak teriak di depan kamar kakak, dan kakak langsung narik adinda ke dalam kamar, biar semua orang tidak bangun karena suara adinda. "
"trus adinda bilang ke kakak kalau adinda ingin jalan jalan ke pantai, adinda minta kakak buat nganterin adinda dan nemenin adinda, tapi kakak tidak mau, karena kakak bilang masih ngntuk, mau tidur aja. trus adinda bilang adinda mau pergi sendiri, dan kakak ngasih ijin, yah sudah adinda pergi" penjelasan dari adinda
"masa sih... tapi kok kakak tidak sadar yah... kakak tidak ingat dengan itu" ucap rendy yang berusaha mengingat semuanya
"ihhh kakak itu yah.... masih mudah sudah pikun, bagaimana nanti kalau sudah tua yah... bisa bisa kakak lupa sama diri kakak sendiri " ucap adinda yang kesel
"beneran rend, tadi adikmu sudah bilang sama kamu.... " tanya ramma
"sudah papi.... kalau kak rendy madih lupa juga, bagaimana kalau kita ke tempat cctv agar kebukti semuanya" jawab adinda
"iya pi... mi... maaf, rendy baru ingat, tadi memang adinda ke kamar rendy dulu, dan rendy juga menolak untuk ikut ke pantai bersama adinda" jawab rendy sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"tapi... adinda juga salah, kenapa dia tadi tidak angkat telpon rendy dan emua orang, itu kan bisa membuat orang makin khawatir" ucap rendy
"hahhh telpon, emang kalian telpon aku?" tanya adinda, dan dia langsung memngambil ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya
"ohhh iya.... maaf ponsel ku aku mode diam, jadi adinda tidak tahu kalau kalaian telpon aku. maaf yahh" jawab adinda
"sudah sudah... dinda kamu bersih bersih sana dulu, nanti kamu masuk angin kalau pakai baju basah seperti ini " ucap vita
"iya mi" jawab adinda
semua orang hanya bisa geleng geleng kepala karena kelakuan rendy, setelah itu mereka langsung menuju leastoran yang ada di lantai bawah. sementara adinda masih bersih bersih, dan ganti baju, setelah itu dia akan menyusul semua keluarga nya untuk makan di lestoran.
__ADS_1
*******
"sudah... oh iya tas, sekalian nanti aku jalan jalan lagi ah... mumpung lagi di kota ini jadi, harus di datangi semua tempat wisata nya" ucap adinda
"oke, makan dulu ah..."
adinda langsung turun ke lantai bawah, untuk menuju lestoran yang ada di hotel tersebut.
setelah sampai adinda langsung duduk di kursi yang ada di tengah tengan arjuna dan ariel.
"kamu mau ke mana lagi dek" tanya rendy
"aku mau jalan jalan bareng sama arjuna dan ariel kak.... " jawab adinda
"jalan jalan ke mana din, ikut dong" ucap indah
"oke... tidak apa apa, kalau mbak indah ikut berati kak rendy juga hatus ikut, kak rendy dan mbak indah kan satu paket, jadi di mana ada mbak indah di situ harus ada kak rendy " jawab adinda
"yah sudah nanti kita berangkat bareng bareng aja, mami, papi, dan nenek apa ma ikut? " ucap rendy
"kalian aja yang pergi, kita tunggu di sini saja, nenek mu lebih suka di pantai, biat tidak capek jalan jalan jauh" jawab ramma
mereka langsung melanjutkan makan pagi mereka, makanan di lestoran itu sangat enak, dan juga tempat nya juga sangat nyaman.
karena tempatnya yang sangat indah dan bisa di bilang Instagramable banget, sehingg adinda tidak berhenti melihat kiri, kanan, depan dan belakang untuk mencari spot foto yang bagis untuk dia.
tiba tiba, semua karyawan lestoran dan juga hotel itu berkumpul di depan pintu masuk hotel, yang bisa terlihat dari dalam leatoran tempat mereka makan.
sekilas adinda mendengar bahwa pemilik hotel itu telah tiba, dan karena ketampanan pemilik hotel itu sehingga semua karyawan tidak bisa habis senyum bahkan banyak di antara mereka yang suka tebar pesona dengan bosas muda yang sangat kaya raya itu.
(haduhhh... dasar centil centil, apa semua karyawan yang memiliki boss yang masih mudah dan juga sangat tampan itu harus bersikap seperti itu, kenapa mereka seperti berlomba lomba untuk mencari perhatian dari bosanya. haduh.. manasih orangnya, kenapa belum turun juga dari mobilnya, jadi penasaran wajah bos itu seperti apa) suara hati adinda
__ADS_1