Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 191


__ADS_3

vita, ramma dan ratih langsung menyusul ke kamar adinda untuk melihat keadaan adinda yang baru saja pulang.


vita saat tahu bahwa putrinya baik baik saja, dia langsung memeluk erat tubuh adinda hingga adinda kebangun dari tidurnya.


"mami.... mami kenapa nangis" ucap adinda saat bangun


"tidak apa apa nak... syukurlah kamu mau pulang, mami khawatir kamu marah sama mami dan tidak mau pulang" jawab vita sambil ngelus kepala adinda


"tidak mi... adinda tidak marah sama mami, tadi adinda hanya ingin menyendiri saja kok, adinda malu sama mami, karena adinda bohongin mami" ucap adinda sambil menghapus air mata vita


"yah sudah, adinda tidur yah nak... nanti malam kita akan pulang biar besok bisa sampai rumah" jawab vita


"iya mi... mami tidak marah sama adinda kan mi" ucap adinda


"tidak sayang, mami tidak marah sama kamu.... yah sudah kamu tidur yah... nanti mami bangunkan untuk makan malam" jawab vita


"iya mi" jawab adinda


vita, ramma dan ratih langsung kembali ke kamar mereka masing masing, kini tinggal arjuna dan ariel saja yang masih ada di kamar adinda.


"kalian ngapain masih di sini, apa kalian tidak mau istirahat juga" ucap adinda


"dinda..... kita minta maaf din.... sumpah tadi yang keceplosan itu kak rendy kita tidak ikut ikutan.... " ucap arjuna dan ariel bersamaan


"iya... kak dinda.... maafkan kami yah... kak... " ucap Ariel sambil memeluk lengan adinda


"iya kak dinda.... kita janji kita tidak akan membocorkan semua rahasia kakak" jawab Arjuna sambil memeluk lengan adinda


"ihhh apaan sih kalian.... jijik tahu... kalian panggil aku seperti itu, kalau lagi gini aja kalian panggil aku kakak dasar penjilat ... sudah lepaskan tangan aku" ucap adinda sambil berusaha melepaskan pelukan arjuna dan ariel


"tidak... kita tidak akan lepasin tangan kakak... sebelum kakak mau memafkan kami.... kak dinda maafkan kami kak" ucap arjuna


"iya kak... maafkan kami kak" ucap ariel

__ADS_1


"iya iya... aku tidak marah sama kalian... sudah sana, kalian tidur, awas sampai nanti malam waktu pulang kalian ngantuk yah" jawab adinda


"beneran kamu tidak marah sama kami" ucap arjuna


"iya tidak.... aku tidak marah sama kalian... dudah sana keluar, jangan lupa tutup pintunya" jawab adinda


"siap tuan putri " jawab arjuna dan ariel secara bersamaan


arjuna dan ariel juga langsung kembali ke kamar mereka masing masing, adinda juga ingin meneruskan tidurnya kembali. karena dia tidak ingin nanti malam waktu pulang dia ngantuk di jalan, walaupun dia tidak nyetir tapi setidaknya dia ingin menemani arjuna dan ariel agar mereka tidak ngantuk saat di jalan.


********


rendy membawa indah ke suatu tempat yang dekat dengan hotel tempat mereka menginap, karena rendy ingin sekali mendengar penjelasan indah kenapa dia tidak mau jujur sama rendy.


"ndah... aku minta kamu jujur sekarang, aku tidak mau di bohongi lagi ndah... " ucap rendy pada indah


"maafin aku rend... aku memang tidak bisa jujur tentang statusku sama kamu, karena kita berbeda rend, kamu dari keluarga yang kaya raya sedangkan aku, hanya anak yatim piatu dan hidup sebatang kara tidak memiliki siapapun" jawab indah


"mama sudah meninggal rend, waktu aku pergi ke luar kota itu. ternyata mama ku sudah sakit parah rend, jadi nenek yang membantu merawat mama" penjelasan indah


"tapi tak lama dari itu, mama ku sakitnya makin parah dan akhirnya dia meninggal rend, aku di rawat nenek ku saja di kampung, karena semua harta yang aku dan mama miliki dulu telah habis di jual sama papa, sehingga kita sudah tidak punya apa apa lagi"


"papa juga pergi entah kemana, kini hanya hutang hutang yang dia tinggalkan untuk aku dan nenek, jadi aku dan nenek harus bersusah paya mencari uang buat melunasi hutang hutang itu"


"karena kalau tidak rumah nenek akan di sita sama rentenir, aku tidak mau itu... mangkanya aku sekolah berusaha mencari beasiswa agar tidak menambah beban nenek, tapi kini nenek sudah meninggal, dan tinggal aku sendiri yang hatus berjuang sangat keras untuk melunasi sisa hutang itu" ucap indah dengan air mata yang menetes


"maka dari itu rend, aku malu untuk bertemu sama kamu, yah karena aku bukan lagi cindy yang kamu kenal dulu, aku indah, seorang gadis miskin yah sisah hidup nya mungkin hanya untuk melunasi hutang dari orang tuanya"


"dan sekarang kamu dudah tahu semuanya, kamu mau pergi dari aku juga tidak apa apa, kamu mau pecat aku juga boleh, karena memang aku tidak pantas dan layak berada di samping kamu"


"kamu ngomong apa sih ndah... aku tidak pernah memandang orang rendah hanya karena status dan materinya saja, aku suka sama kamu ndah... aku akan bantu melunasi semua hutang orang tua kamu, agar kamu bisa terhindar dari mereka semua" ucap rendy


"tidak rend.. aku tidak mau menjadi beban kamu, apa lagi beban keluarga kamu, mereka sudah sangat baik sama aku rend,aku tidak mau menjadi beban mereka" jawab indah

__ADS_1


"ndah kamu tidap pernah menjadi beban dari keluarga ku, aku cinta sama kamu ndah, aku akan menjadikan kamu istriku dan aku akan membantu kamu membayar semuanya, kamu ada aku ndah, kamu tidak sendirian. kita akan selalu bersama" ucap rendy yang ingin meyakinkan indah


"kamu beneran rend... kamu tidak hanya kasian sama aku kan rend" ucap indah


"tidak ndah.... mami pasti bahagia dan seneng banget saat tahu ternyata kamu adalah cindy, kita semua merindukan kamu ndah" jawab rendy


indah dan rendy langsung berpelukan dengan sangat erat, mereka seperti sepasang kekasih yang tidak akan pernah terpisahkan. rendy dan indah bermain main di tempat itu dan mereka menikmati waktu mereka berdua


"rend... tolong fotokan aku yah... buat kenang kenangan, nanti malam kan kita akan pulang" ucap indah


"iya... ayo sana, aku akan fotokan kamu" jawab rendy



"wahhh bagus banget yah... di sana lagi yah... aku mau foto foto di semua tempat" ucap indah


"tuh... kamu main di ayunan itu... berani tidak" ucap rendy


"berani dong... aku kan perempuan kuat dan tidak pernah takut dengan apa pun" jawab indah


"yah sudah sana buktikan... " jawab rendy


"oke baiklah... akan aku buktikan" jawav indah



"tuh kan aku berani... he he he he, satu lagi yah... aku mau duduk di sana, setelah itu kita pulang" ucap indah


"iya terserah kamu... yang penting kamu bahagia dan senang hari ini" jawab rendy



setelah itu mereka berdua pulang ke hotel untuk istirahat dan merebahkan badan mereka, rendy juga masih ingin minta maaf sama adinda dan dia juga ingin memperkenalkan indah sebagai cindy dia yang pernah hilang dulu, dan rendy juga ingin menikah dengan indah.

__ADS_1


__ADS_2