
"vit, kamu tahu tidak kalau ini itu pertama kalinya maira mau pergi ke pasar, dari dulu dia itu tidak pernah tahu bagaimana kehidupan pasar" ucap ratih sambil melirik maira
"ihhh mama... itukan dulu.... tapi sekarang maira mau kok kalau di ajak ke pasar" jawab maira sambil memanyunkan bibirnya
"bener yah Ra, mulai besok kamu ikut aku sama mama buat pergi ke pasar yah, setiap habis sholat subuh jadi setelah sholat kamu tidak boleh tidur lagi" ucap vita sambil senyum jahat ke arah ratih
"hahhhh emang harus setiap hari mbak, ma. kalau aku ngantuk bagaimana, masa iya setiap hari harus belanja, emang belanjanya tidak bisa di banyakin gitu biar bisa lima hari sekali ke pasar atau seminggu sekali gitu ke pasarnya" jawab maira yang terkejut
"loh, kan tadi kamu sudah bilang, kalau kamu siap ke pasar kapan pun, yahh jafi kamu harus siap kalau setiap hari pergi ke pasar " ucap mama ratih
"tapi ma... tidak setiap hari juga lah... lagian kemarin kalian semua tidak ada yang pergi ke pasar. mama dan papa malah tidur lagi, mbak vita sama bang ramma juga masuk kamar lagi, bi sumi juga ngambil bahan makanan langsung dari kulkas dan gudang makanan. kapan kalian ke pasarnya kemarin" tanya maira yang sedikit curiga
"ha ha ha ha iya iya Ra... kita ke pasarnya biasanya seminggu sekali cuma ingin beli ikan, ayam, atau lauk yang lainnya. tenang aja, mama tadi cuma bercandain kamu aja kok Ra, tidak perlu se kaget itu" ucap vita sambil tertawa
ratih dan bi sumi juga ikutan tertawa, karena melihat wajah maira yang terkejut.
setelah beberapa menit akhirnya mobil mereka sudah parkir di pasar tradisional yang berada di dekat komplek rumah mereka. vita, mama ratih dan semuanya langsung masuk ke dalam pasar untuk memebeli beberapa lauk makanan yang ingin mereka beli.
"ihhh mama, ini bau banget sih.... amis banget ma... " ucap maira yang pertama kali masuk ke dalam pasar tradisional
"ra, jangan bikin malu yah... ini kita lagi di kelilingi penjual ikan, jadi yah pasti bau amis, kalau kita di kelilingi penjual bunga baru baunya harum" jawab mama ratih
__ADS_1
"betah betahin yah Ra, nanti kamu akan menjadi seorang istri, dan kamu harus memiliki pengalaman untuk belanja di pasar kaya gini, biar kamu bisa menawar harga di sini," ucap vita sambil terus tertawa melihat maira yang masih kaku banget untuk berjalan di pasar
setelah beberapa menit mereka sudah membeli beberapa macam ikan air laut dan air tawar untuk persediaan mereka selama satu minggu, mereka juga membeli beberapa sayuran yang akan mereka masak besok, kalau sayuran memang mereka tidak ingin menyetok banyak karena pasti nanti akan layu, jadi setiap hari akan ada penjual sayur yang berhenti di depan rumah untuk menawarkan sayuran.
mereka kembali ke dalam mobil, untuk pulang dan langsung memasak untuk sarapan pagi. setelah memasak vita kembali ke kamar ramma untuk membangunkan suaminya, sedangkan maira pergi ke kamar rendy untuk membangunkan ponakan tersayang dia.
"sayang bangun yokkk udah siang ini, kamu mau tidur sampai jam berapa lagi" ucap vita sambil membuka gorden agar sianr matahari bisa masuk ke dalam kamar
"huuuaaammm sayang.... ihhhb silauu tau, kamu mahh.... " jawab ramma sambil menutupi wajahnya dengan bantal
"ayooo bangun, ini sudah siang, aku aja sudah selesai masak sama mama dan maira tadi, sekarang kamu tinggal bangun mandi dan labgsung pergi makan... ayooo" ucao vita sambil menarik tangan ramma
"sayang... ihhh kamu kok malah meluk aku gini sihh" ucap vita sambil mencubit pipi ramma
"sayang... kamu diam dulu deh sebentar saja.... aku ingin menikmati ini dengan tenang" jawab ramma
mendengar itu vita langsung diam, dan memeluk ramma juga, vita juga ingin menikmati pelukan ramma yang sangat hangat.
(haduhh ini kalau begini malah aku yabg terlalu nyaman hingga ketiduran di pelukan kak ramma, haduhh siapapun itu ketuk dong pintunya biar kak ramma mau ngelepasin aku, sebelum aku ketiduran juga) suara hati vita
karena terlalu nyaman, kini vita mulai tertidur kembali di pelukan ramma, dan ramma sebdiri juga kenbali pulas, dia lupa kalau ini sudah waktunya bangun. sedangkan para keluarga juga sudah menunggu mereka berdua turun, tapi mereka tidak turun juga.
__ADS_1
"nenek... lendy lapal, lendy makan dulu yahh" ucap rendy yang sudah jenuh menunggu
"sabar yah sayang, nenek panggil mami dan papi kamu dulu yah... nenek mau lihat apa sih yang mereka lakukan di kamar hingga tidak turun turun" ucap ratih
"eehhh ma tunggu, jangan main lihat saja, kalau ramma lagi ngerjain vita bagaimana. bisa tanggung mereka berdua kalau mama gangguin, sudah biarkan saja kita makan dulu saja, kita kan tadi malam sudah mam, sekarang biarkan mereka juga menikmati itu" ucap willy yang tidak melihat keadaan
"ha ha ha ha ha ha haduhhh aku di sini jadi anak kecil banget yahhh.... ha ha ha ha sudah sudah mam pa, anggap maira itu anak seumuran rendy, sama sama 5 tahun jadi kalian tidak usah sungkan untuk ngomong di depan maira ha ha ha ha ha" jawab maira sambil tertawa puas
"ihhh papa, kenapa ngomong seperti itu sih, kan kasian maira belum menikah, jadi dia hanya bisa membayangkan saja tanpa berani dan bisa untuk praktek he he he he" jawab ratih yang tidak terima dengan respon maira
"ihhhh mama... ngomong masalah gitu di depan anak sendiri, tidak baik mam... maira sebentar lagi juga akan menikah kok, kalau sudah bertemu dengan jodohnya, maira juga tidak mau kalah sama mbak vita, mbak vita aja sudah mendapat kah di umur 20 tahun, masa maira sudah 22 tahun belum menikah" ucap maira yang juga kesel
"ohhh gitu... oke mama tinggal tunggu saja kalau begitu, laki laki mana yang mau sama anak mama yang manja dan cerewet ini ha ha ha ha ha" jawab ratih
"mama.... banyak tahu yang suka sama maira, maira saja yang masih pilih pilih di antara mereka, maira mau pilih yang pas dengan hati maira, biar nanti rumah tangga maira itu bahagia seperti mbak vita dan bang ramma" ucap maira sambil senyum senyum sendiri dan sedang membayangkan seseorang
"sudah sudah... ini kapan kita makan nya, jangan malah berantem, kalau kalian masih lama, lebih baik terusin aja di lapangan depan sekalian biar rame, papa dan rendy ingin makan tanpa gangguan, iyakan ren" ucap willy
"iya kakek" jawab rendy
mereka ber empat memutuskan untuk makan duluan tanpa menunggu vita dan ramma, tapi mereka menyisahkan beberapa ilan dan nasi untuk di makan setelah ramma dan vita keluar kamar.
__ADS_1