
setelah beberapa menit mereka telah sampai di rumah kepala desa, bapak kepala desa itu bernama pak aji, mereka semua di jamu dengan sangat baik. dan setelah itu mereka di antar ke rumah yang akan mereka tinggali selama 1 bulan kedepan.
"pak ini rumahnya siapa yah kalau boleh tau" ucap reno yang sedikit penasaran
"ini rumah salah seorang warga sini, yah memang sudah kosong sangat lama, tapi di dalamnya masih banyak peralatan yang bisa kalian gunakan" jawab pak aji sambil membuka gembok rumah tersebut
semua anak sempat terkejut karena tahu rumah ini sudah kosong sangat lama, dan yang mereka tahu adalah kalau rumah kosong lama dan tidak terawat maka akan di huni sama yang tidak terlihat. tapi mereka masih bersikap biasa saja karena mereka tinggal di rumah itu rame rame jadi masih bisa merasa aman.
benar banget, saat rumah itu terbuka hawa dingin mulai terasa di tambah lagi sama debu yang sudah sangat tebal dan juga pengap jadi menambah kesan horor saat masuk ke rumah itu.
"mbak... ini kita masuk rumah orang atau rumah hantu sih" ucap maira sambil memeluk lengan vita
"husttt jangan bilang sembarangan, tidak enak sama pak aji. mbak juga takut sih sebenarnya " jawab vita
"maaf yah rumah ini memang kotor, jadi kalian harus bersih bersih dulu yah. di sini ada 5 kamar, tapi kamar yang di ujung jangan di gunakan yah, kamar itu masih tertutup jadi kalian jangan ngebuka kamar itu. masih ada 4 kamar yang bisa kalian gunakan" ucap pak aji ke semua anak
"emang kamar itu kenapa tidak boleh kita gunakan pak, ada hantunya yahh" ucap adi yang langsung nyeplos
"he he he he tidak kok, cuma itu kamar pemilik rumah jadi takutnya madih ada barang barang yang berharga jadi untuk menghindari hal hal yang tidak tidak, lebih baik kalian jangan membuka atau masuk ke dalam kamar itu" jawab pak aji
"ohhh begitu, iya pak. kita mengerti " jawab reno
__ADS_1
"teman teman, kita bersih bersih du ku u yah... setelah itu yang perempuan tidurnya di kamar yah, jadi satu kamar bisa ber 3. yang laki laki tidurnya di ruang tengah yah bareng bareng" ucap reno sambil mengatur kamar buat anak perempuan
vita, maira, dan alin tidur dalam satu kamar yang ada di kamar tengah mereka membersihkan kamar tersebut dan menghiasnya seperti kamar pribadi mereka sendiri, mereka menggunakan almari yang sudah di sediakan di masing masing kamar jadi mereka tinggal menata baju baju mereka di dalam almari.
laki laki membersihkan ruang tengah dan di karena para warga berbaik hati dengan meminjamkan kasur lipat yang mereka punya untuk anak anak kkn. jadi mereka menggelar kasur itu di ruang tengah untuk alas mereka tidur.
setelah membersihkan seisi rumah, mereka memilih mandi dan istirahat dulu karena memang tubuh mereka lelah dan ingin santai kali tidur dengan rebahan. karena kamar mandi hanya cuma satu dan harus di pakai sama 24 anak jadi mereka harus rela mengantri, tapi untuk bisa mandi.
"vit, Ra... rasanya aku pingin tidur di hotel aja deh, biar tidak harus ngantri kaya gini, gila sih ini kalau kita mau BAB bagaimana yah kalau dapat antrian belakang " ucap alin yang sudah mengeluh
"emang ada hotel lin di sini, ada ada aja kamu. aku juga tidak pernah kaya gini sih, 1 kamar mandi untuk 24 orang, biasanya di kamar kita sudah ada kamar mandi sendiri dan hanya kita yang menggunakan itu, tapi di sini..... yah mau tidak mau harus kita terima" jawab maira sambil rebahan dan enggan untuk mengantri
"kita jalan jalan keluar aja yuk, siapa tahu ada warga yang berbaik hati, mau meminjamkan kamar mandinya untuk kita" ucap vita
dan mereka bertiga jalan jalan untuk menyapa semua warga siapa tahu ada warga yang berbaik hati.
"kampung sini asri banget yah, masih hijau dan udaranya bersih banget yah" ucap alin sambil senyum senyum sendiri
"assalamualaikum bu" ucap vita ke beberapa ibu ibu yang sedang kumpul
"waalaikun salam, ohh ini mbak mbak KKN yah" ucap salah seorang ibu ibu
__ADS_1
"iya bu, kenalkan nama saya vita, ini saudara saudara saya ini alin dan ini maira" ucap vita yang memperkenalkan diri
"ohhh kalian saudaraan, pantas kalian sama sama cantik. wah memang beda yah kalau anak dari kota sama anak dari desa" ucap ibu ibu itu
"mbak... kalian mau tidak saya jodohkan dengan anak anak saya, anak saya ganteng loh mbak" ucap seorang ibu
"siapa mbak yang mau di jodohkan dengan mbak mbak kkn, sih budi.... haduh mbak mana mau mbak mbak ini sama sih budi, umur mereka saja beda jauh" ucap ibu ibu lain
dan mereka semua tertawa bersama sama, vita, alin dan maira juga sudah merasa akrab dengan kumpulan ibu ibu itu, sampai pada akhirnya ada seorang ibu ibu yang bertanya pada mereka.
"mbak kok sudah jalan jalan saja, apa tidak capek mbak baru sampai sudah jalab jalan, biasanya kalau anak anak dulu itu besoknya baru jalan jalan"
"iya bu, ini kita lagi nunggu giliran mandi, jadi yah gitu dari pada nganggur tidak ngapa ngapain lebih baik jalan jalan dulu sambil nungguin kamar mandi kosong" ucap alin
"ohh begitu mbak, ayo mbak silahkan mandi di rumah saya saja, kamar mandi saya ada dua jadi mbak nya bisa pakai kamar mandi di runah saya" ucap salah seorang ibu ibu
"beneran bu.... kami boleh mandi di rumah ibu" ucap maira sambil melempar senyum
"iya mbak tidak apa apa, silahkan ayo ikut ke rumah saya mbak, kalau teman teman mbak ada yang mau mandi di rumah saya juga tidak apa apa mbak, rumah saya selalu terbuka untuk kalian semua, mbak mbak bisa pakai pintu belakang yang tidak pernah saya kunci, jadi kalau mau mandi yah langsung mandi saja" ucap ibu tersebut
"iya buk terima kasih yah, nanti saya bilang sama teman teman yah bu, biar nanti sebagian ada yang mandi di sini dan ada yang di rumah" jawab maira
__ADS_1
vita mandi terlebih dahulu, dan setelah itu alin dan yang terakhir maira. setelah mandi mereka pamit sama ibu tersebut dan kembali ke rumah mereka, untuk memberi tahu teman temannya kalau mereka bisa mandi di rumah tetangga.