
Ramma sedang menemani vita di rumah sakit, dan ramma terus menggandeng tanggan vita, dia terus memanggil nama vita dan selalu mengjak ngobrol agar vita bisa kembali sadar, walaupun ramma tau vita akan mengalami kebuthan nanti. Dia selalu percaya kalau vita itu perempuan yang kuat dan tidak mudah menyerah.
Drett...dret...dret...(ponsel ramma bergetar)
Ramma : iya hallo ma
Ratih : ram, kamu kemana saja sih dari
tadi, mama telpon kamu dari tadi loh
Ramma : maaf ma, ramma sedang menemani vita di rumah sakit
Ratih : hahh apa rumah sakit, ada apa dengan vita kenapa vita bisa masuk rumah sakit
Ramma : vita terluka karena nolongin ramma ma, dia mengorbankan nyawa dia untuk ramma, dia kini sedang tidak sadarkan diri ma
Ratih : kok bisa sih ram, kenapa kamu tidak hati-hati
Ramma : ramma sendiri tidak tahu ma, tiba-tiba ada batang pohon besar yang jatuh di atas ramma dan vita melihat itu semua jadi vita nyelamatkan ramma mah
Ratih : jadi semua yang di mimpikan rendy itu nyata, rendy tadi bilang kalau dia melihat vita nyelamatkan kamu ram dan vita sampai berdarah banyak, sekarang rendy agak bisa tenang karena main sama kakeknya
Ramma : ma, ramma mohon jangan kasih tau rendy dulu yah ma, biar rendy tidak sedih. Biar ramma yang menjaga vita di sini
__ADS_1
Ratih : iya, kamu tenang saja. Fokus saja sama vita di sana biar rendy urusan mami di sini
Ramma : yah sudah ma, ini ada dokter yang akan meriksa keadaan vita. Ramma matikan dulu yah
Ratih : iya kamu jaga kesehatan juga yah.
Dokter dan suster sedang melakukan pemeriksaan pada vita, dan setelah melihat kondisi vita yang masih tetap sama tidak ada perubahan dokter meminta ramma lebih ekstra lagi dalam mengajak vita komunikasih, agar vita sendiri dapat terangsang sehingga bisa mengembalikan kesadarannya.
Setelah mendengar itu semua, ramma langsung mengajak vita berkomunikasi dan ramma juga selalu mendoakan vita dalam sholatnya. Waktu sudah berjalan 2 hari, tapi vita masih belum sadar juga, ramma dengan setia menjaga dan mendoakan vita untuk kesembuhan istrinya itu, karena mungkin lelah sehingga ramma tertidur sambil memeluk tangan vita, kini mata ramma terlihat sangat sendu dan menghitam karena dia jarang tidur dan sering menangis dalam doanya. Tangan yang di peluk ramma mulai menunjukan pergerakan, jari-jari vita mulai bergerak dan terdengar sangat lirih suara orang minta minum, ramma yang mendengar itupun langsung terbangun dan melihat vita yang sudah mulai sadar.
“vita, alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga” ucap ramma
“haus..haus..haus” suara lirih vita, dan ramma langsung memberikan minum untuk istrinya itu.
Setelah ramma membantu minum vita, dia langsung memanggil dokter dan perawat yang berjaga, agar segera memeriksa keadaan vita, dan kata dokter keadaan vita sudah lebih baik, jika selama 3 hari kedepan keadaannya semakin baik maka vita boleh pulang, dan dokterpun pergi meninggalkan ruangan vita.
“vita kamu tenang dulu yah, di sini lampunya sangat terang kok, bahkan matahari di luar juga sangat cerah” ucap ramma
“tidak tuan... apa maksut tuan itu? Matahari sangat cerah? Tapi kenapa saya hanya melihat kegelapan tuan, saya tidak bisa melihat apa-apa” jawab vita yang sudah mulai panik
“kamu tenang dulu vita, kamu tenang ini hanya sementara, mata kamu sedang dalam masa pemulihan, ini tidak akan selamanya, ini hanya sementara” ucap ramma sambil memeluk vita yang sedang panik
“maksud tuan saya buta? Tuan jangan bercanda, saya tidak mungkin buta. Saya takut gelap tuan, saya mohon nyalakan lampunya sekarang juga” ucap vita yang sudah menangis
__ADS_1
“vita ini hanya sementara, kamu tidak perlu takut. Disini ada saya yang akan menemani kamu vita” ucap ramma sambil memeluk tubuh vita dengan sangat erat
“sementara? Lalu kapan saya akan bisa melihat lagi tuan, butuh waktu berapa hari sampai saya bisa melihat lagi” tanya vita dengan nada yang sangat pasrah
“kalau itu saya juga tidak tahu vita, bahkan dokter juga tidak bisa memberi keputusan kapan mata kamu bisa kembali normal lagi” ucap ramma sambil memegang wajah istrinya
“berarti saya buta dengan waktu yang tidak bisa di tentukan? Berarti saya setiap hari akan terus begini. Kenapa saya tidak mati saja tuan saat itu, kenapa saya harus seperti ini” ucap vita dengan tangis yang sudah menjadi-jadi
“lebih baik saya mati saja sekarang, lebih baik saya mati.. saya tidak berguna lagi hidup.. biarkan saya mati” teriak vita sambil berusaha melepas selang infus yang ada di tangannya
“jangan halangi saya tuan, jangan halangi saya tuan. Saya mau mati saja sekarang saya mau mati saja” vita yang semakin histeris dan berhasil melepas selang infus yang ada di tangannya dan seketika darah langsung keluar banyak dari tanggan yang di infus tadi
Ramma yang melihat vita semakin histeris dan tidak bisa di kendalikan lagi, akhirnya langsung menampar pipi vita sampai vita terjatuh di lantai, dan menangis sejadi-jadinya. Ramma langsung memeluk tubuh vita yang sudah lemas dan terlihat sekali wajah vita yang sangat sedih.
“vita...kamu jangan seperti ini saya mohon sama kamu, saya tau kamu sedih, saya tau kamu hancur tapi kamu jangan seperti ini. Apa kamu sudah tidak sayang sama rendy kalau kamu mati, bisa-bisa rendy akan menyusul kamu vita, dan saya juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi, saya sayang sama rendy saya juga sangat sayang sama kamu vita. Saya akan menjadi mata kamu sampai kamu bisa melihat lagi, saya akan jagain kamu dan akan lindungi kamu” ucap ramma untuk menenangkan vita
“apa sekarang tuan kasihan sama saya? Sampai tuan bisa ngomong seperti itu, Saya tidak butuh di kasihanni tuan. Jadi saya mohon jangan terlalu baik sama saya, jangan seperti ini sama saya, dan jangan peduli sama saya” ucap vita sambil terus menangis
“kamu takut apa vita? kamu takut kalau perasaan kamu untuk saya semakin tumbuh iya, kamu tidak usah takut tentang hal itu, biarkan vita, biarkan perasaan kamu tumbuh, karena saya sendiri sudah mulai jatuh cinta sama kamu vita, saya cinta sama kamu” ucap ramma sambil terus memegang kedua tangan vita.
“tidak!!! Tidak.. tuan bohong sama saya tuan tidak mencintai saya, tuan hanya menghibir saya, atau tuan hanya mempermainkan saya, tuan bohong, tuan bohong,” ucap vita yang mulai melemah dan vita mulai kehilangan kesadarannya
Akhirnya ramma menggendong tubuh vita, lalu meletakkannya di atas kasurnya kembali setelah itu ramma memanggil dokter dan perawat untuk memperbaiki luka infus vita, karena terus mengeluarkan darah. Setelah selesai memasang infus vita, dokter bilang kalau vita mengalami depresi karena belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya buta, kini vita membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan agar selalu mengingatkan vita kalau dirinya tidak sendiri, masih banyak keluarga yang sayang sama dia.
__ADS_1
Setelah sadar kembali vita hanya bisa diam dan tidak mau berbicara dengan siapapun, bahkan vita selalu menolak untuk makan dan minum, bahkan suara ramma sendiripun tidak lagi di dengar sama vita, yang ada di fikiran vita kali ini hanya kesedihan, sebenarnya vita tidak pernah menyesal sudah menyelamatkan ramma waktu itu, yang tidak bisa diterima vita hanyalah kenapa dia buta sekarang, yang ada di fikiran vita jika dia buta maka dia tidak akan berguna lagi, dia tidak bisa memasak untuk rendy dan ramma lagi, dia tidak bisa mengurus keperluan suami dan putranya dan dia hanya akan membuat orang di sekitarnya menjadi susah dan kerepotan karena harus mengurus orang buta seperti dia.
Ramma selalu mencoba agar istrinya itu mau makan, karena sudah dari pagi dia tidak mau makan, dan minum. Dia hanya diam sambil mengeluarkan air matanya, itu membuat ramma semakin sedih dan ramma mulai menyuruh orang untuk menyelidiki kasus itu. Karena tidak mungkin dahan pohon yang besar dan kuat itu bisa tiba-tiba patah tanpa ada angin kencang sedikitpun, di tambah lagi dahan pohon itu memiliki potongan yang sangat rapi tidak seperti pohon yang patah pada umumnya. Ramma sangat curiga kalau kejadian ini adalah rencana orang, bukan murni kecelakaan, dan ramma sudah bersumpah akan mencari siap dalang dari semua ini .